alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Warga Amerika Jadi Korban, Antropolog India Ini Berkali-kali ke Pulau Sentinel
4.2 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfd5fddd675d4287f8b456a/warga-amerika-jadi-korban-antropolog-india-ini-berkali-kali-ke-pulau-sentinel

Warga Amerika Jadi Korban, Antropolog India Ini Berkali-kali ke Pulau Sentinel

Warga Amerika Jadi Korban, Antropolog India Ini Berkali-kali ke Pulau Sentinel

Suku Sentinel. Dok. Ist

Belum lama ini ramai kasus kematian seorang warga Amerika Serikat bernama John Allen Chau di pulau Sentinel. Ia tewas karena dibunuh oleh suku asli pulau tersebut saat memaksa masuk dan mencoba untuk meng-kristenkan penghuni pulau itu. Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Para pejabat India mengatakan Chau, yang terbunuh pada minggu lalu, tidak mengantongi izin resmi saat melakukan perjalanannya. Dia malah dikatakan telah membayar nelayan lokal sebesar 25.000 rupee atau senilai Rp 5,2 juta untuk membawanya ke pulau tersebut secara ilegal dengan harapan dapat mengubah keyakinan suku terasing itu menjadi penganut Kristen.
  
Namun nasibnya naas dan ia tak bisa kembali dalam keadaan hidup-hidup. Banyak pihak yang mengecam tindakan suku tersebut dan menilai mereka sebagai suku primitive yang harus diadili.  Ternyata jauh sebelum kejadian tersebut ada antropolog India yang pernah juga berkunjung ke sana.
 
TN Pandit mengunjungi pulau itu karena urusan pekerjaannya sebagai kepala kantor dinas Kementerian suku terasing India. Ia bahkan telah mengunjungi komunitas suku terasing yang mendiami pulau terpencil itu selama beberapa dekade. Pandit, yang saat ini berusia 84 tahun, mengatakan sebagian besar anggota kelompok itu bersikap "cinta damai".  


Quote:



Quote:

 Pandit pertama kali mengunjungi pulau Sentinel Utara, yang hanya dihuni suku yang terisolasi, pada 1967 bersama kelompok ekspedisi. Awalnya orang-orang Sentinel bersembunyi di hutan saat ada orang asing tiba, tetapi dalam perjalanan selanjutnya mereka menghadapinya dengan melepaskan anak panah.
Warga Amerika Jadi Korban, Antropolog India Ini Berkali-kali ke Pulau Sentinel

Dia mengatakan selama perjalanan ke pulau itu, para antropolog membawa sejumlah barang pilihan sebagai cara untuk memudahkan interaksi dengan suku terasing itu.


Quote:


 
Quote:

 Meskipun sedikit membuahkan hasil, mereka memberikan hadiah di akhir kunjungan dengan harapan dapat membangun hubungan dengan komunitas misterius tersebut. Salah-satu contoh, kelompok suku terasing itu menolak mentah-mentah saat disodori hadiah seekor babi yang masih hidup. Mereka langsung memanahnya dan menguburnya di pasir.

Setelah beberapa kali melakukan ekspedisi untuk mencoba menjalin kontak dengan mereka, hasilnya untuk pertama kalinya terlihat pada 1991 ketika suku tersebut secara damai meninggalkan pulau dan mendekati rombongan Pandit yang masih berada di perairan.
Warga Amerika Jadi Korban, Antropolog India Ini Berkali-kali ke Pulau Sentinel


Quote:


 Pandit mengatakan dia tidak terlalu khawatir kemungkinan diserang, tetapi dia mengaku selalu berhati-hati saat berada di dekatnya. Dia mengatakan anggota tim mencoba berkomunikasi dalam bahasa isyarat, tetapi tidak berhasil karena orang-orang Sentinel itu sebagian besar sibuk dengan hadiah yang diterimanya.


Quote:


 Dalam satu kali tatap muka yang mengesankan selama di perjalanan, seorang anggota suku Sentinel yang masih muda sempat mengancamnya.


Quote:


 Walaupun pengalamannya melakukan pertukaran dengan orang-orang Sentinel nyaris diwarnai ketegangan, Pandit secara tegas menolak label bahwa mereka memiliki sikap bermusuhan. 
Warga Amerika Jadi Korban, Antropolog India Ini Berkali-kali ke Pulau Sentinel


Quote:


 
Quote:



Pandit mengatakan dirinya mendukung pembentukan kembali misi pemberian hadiah dengan pendekatan yang ramah dengan suku tersebut, tetapi mengatakan mereka tidak boleh diganggu.


Quote:



Sumber

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
wkwkwk.. popoker ini teriak2 anti-Khilafah, tapi berusaha mempopoki satu pulau dengan sempak jadulemoticon-Leh Uga
Hrusnya pake sempak, biar aman...
Atas gw blunder semua. Hhahaha
India superpower 2020 emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:


Menurut gw inilah salah satu alasan kenapa suku Sentinel tidak membunuh rombongan Pandit emoticon-Cool
misionaris itu tak beda jauh dgn teroris
sama-sama bajingan radikal paok yg suka mencuci otak
Ngeri betulemoticon-Takutemoticon-Takut
Balasan post pecandu.online
Quote:


emoticon-Leh Uga
Tenang.... Kan udah dapat tebusan dari yang pakai sempak...........
Quote:


Meskipun gak pernah ad nabi atau rosul yg pernah kesana, tp tetep hidayah Allah SWT selalu sampai .
Mereka percaya sama 1 tuhan, babi ga dimakan. Kalo ad yg mati trus dikubur.
Org yg ngajak menyimpang dibunuh.
kagak pake nari di poon sih jadinya dibunuh wkwkwkwk emoticon-Big Grin
Balasan post davinafikri
Eh, itu bukan seperti itu, kalau menurut persepsi saya, lho. emoticon-Smilie
Mereka mungkin masih menganut animisme-dinamisme, yang mana bila "pokok pemikiran" itu sama dengan yang ada pada beberapa suku disini, tindakan mereka itu ditujukan guna menjaga kelestarian alam disana (walau mungkin dalam tahap yang cenderung ekstrim). Mereka tidak disebutkan mempersoalkan hadiah-hadiah lain, tetapi kalau itu hidup, maka dimungkinkan mereka kuatir itu akan menyebabkan perubahan pada lingkungan di tempat mereka hidup. Dimana itu berhubungan dengan masalah survival kaum mereka.
Coba beri mereka sesuatu lainnya. Seperti buah, misalnya. Kalau di India, mungkin mangga. Karena jumlahnya cukup banyak. Coba diamati bagaimana mereka menyikapinya. Bila mereka menyikapinya secara lebih ramah, maka pemikiran saya mengenai masalah kelestarian alam disana terkait survival kaum mereka, mungkin sedikit nyantol. emoticon-Smilie
Quote:


Benar gan. Ini berarti suku terasing saja jijik makan babi emoticon-Leh Uga
Diubah oleh Walx
Quote:


Kan udah diberikan buah kelapa. Aman....
Balasan post Walx
He he he ..., yah ... buah kelapa juga bisa, dan juga (sebisa mungkin) buah-buah (yang ada di lokal) lainnya. Bila ingin membina hubungan, lakukan secara rutin, tetapi tidak dalam jumlah yang terlampau banyak pula. Kita khan bukannya ingin membuat mereka menjadi malas. Itu nanti kalau sudah berganti generasi, efeknya (mulai membuka diri) mungkin bisa terlihat. Tetapi "membuka diri" itu jangan dimaknai bahwa "orang luar" kemudian bisa berbuat "seenaknya" disana, Karena itu cuma menandakan bahwa mereka (setidaknya) telah mengetahui bahwa "orang luar" telah mengetahui dan bisa memahami cara hidup mereka.
Balasan post Walx
Quote:


dari semua mantan karyawan bous ane cuma 1 yang nggak makan babi
1 dari sepuluh karyawan yang muslim ya
gimana ?
ngapain juga sih ganggu mereka. mereka juga gak ganggu kita.
Balasan post pecandu.online
Quote:


emoticon-Wkwkwk emoticon-Ngakak
Balasan post greedaon
yang satu nekat dan ngeyel,
yang satunya pendekatan dengan hati2,
hasilnya ya beda

Quote:


muslim mabuk2an, nyolong hingga korupsi juga banyak,

sama kek WNI yang masih suka ngelanggar lalin, makan binatang dilindungi, dan korupsi, padahal dilarang dalam UU

- intinya emang orangnya. -
Balasan post davinafikri
Quote:


justru dewa nya itu babi, klo ada babi hiidup lsg di bunuh biar bisa jadi dewa lagi, lagian pada gk nutup aurat wakakakaka emoticon-Leh Uga
Balasan post sudutdermaga
Quote:


Suku sentinel aja tau bahwa babi tdk boleh dimakan


Yahudi
Sentinel tribe
Islam

Diatas adalah urutan samawi yg asli tetapi semua berubah ketika romawi menyerang

Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di