alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Trump dan BI Antar Rupiah ke Posisi Juru Kunci Asia
2.33 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfd4f77902cfea3788b4569/trump-dan-bi-antar-rupiah-ke-posisi-juru-kunci-asia

Trump dan BI Antar Rupiah ke Posisi Juru Kunci Asia

Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
MARKET 27 November 2018 09:34

Trump dan BI Antar Rupiah ke Posisi Juru Kunci Asia

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah di perdagangan pasar spot pagi ini. Investor kembali bermain aman seiring perkembangan negatif hubungan dagang AS-China.
Pada Selasa (27/11/2018) pukul 09:02 WIB, US$ 1 dihargai Rp 14.515. Rupiah melemah 0,31% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Mengawali hari, rupiah sudah melemah 0,1%. Seiring perjalanan pasar, rupiah semakin melemah.
Bahkan kini pelemahan rupiah menjadi yang terdalam di antara mata uang utama Asia. Memang won Korea Selatan, ringgit Malaysia, peso Filipina, dan dolar Taiwan juga di hadapan greenback. Namun depresiasi mereka tidak sedalam rupiah.

Berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama Asia pada pukul 09:06 WIB:
Dolar AS vs Mata Uang Asia
Mata Uang Kurs Perubahan (%)
USD/CNY 6.94 (0.05)
USD/HKD 7.82 (0.01)
USD/IDR 14,515.00 0.31
USD/INR 70.81 0.00
USD/JPY 113.43 (0.14)
USD/KRW 1,129.86 0.09
USD/MYR 4.19 0.17
USD/PHP 52.52 0.14
USD/SGD 1.37 (0.04)
USD/THB 33.03 (0.03)
USD/TWD 30.87 0.03

Chart: Hidayat Setiaji Source: Refinitiv

Kemarin, mata uang Asia kecuali yen mampu menguat terhadap dolar AS. Akan tetapi hari ini dolar AS dan yen menguat. Ini merupakan alamat buruk.

Saat dolar AS dan yen menguat, artinya pelaku pasar sedang sangat berhati-hati. Sebab, arus modal kini mengarah ke instrumen safe haven yaitu dua mata tadi. 

Pelaku pasar berbalik bermain aman setelah ada kabar terbaru hubungan dagang AS-China. Dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Presiden AS Donald Trump menyatakan masih mempertimbangkan pengenaan bea masuk baru bagi produk-produk China. 

"Satu-satunya cara mencapai kesepakatan adalah jika China membuka perekonomiannya kepada dunia, termasuk AS. Jika tidak ada kesepakatan, maka saya akan mengenakan (bea masuk) tambahan US$ 267 miliar," tegasnya. 

Bahkan Trump tidak ragu mengenakan bea masuk kepada produk-produk yang banyak digunakan oleh masyarakat seperti ponsel dan komputer. Menurutnya, tarif bea masuk yang tidak terlalu tinggi sepertinya masih bisa diterima oleh konsumen. 

"Tergantung tarifnya. Saya bisa kenakan 10% dan sepertinya masyarakat bisa menerima dengan mudah," ujar eks pembawa acara reality show The Apprentice tersebut. 

Jika Washington masih galak seperti ini, maka pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20 berisiko tanpa hasil. Malah ada kemungkinan memperkeruh situasi. 

Mendengar kabar ini, mental pelaku pasar langsung down. Tidak ada lagi keberanian untuk mengambil risiko dan bermain dengan aset-aset di negara berkembang.  

Sekarang adalah saatnya main aman, sebab perang dagang adalah sebuah sentimen besar yang sangat mempengaruhi perekonomian dunia. Ketika dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia saling hambat, maka dampaknya adalah perlambatan ekonomi global karena terjadi distrupsi dalam rantai pasok.  

Selain itu, faktor domestik juga sepertinya menjadi salah satu pemberat langkah rupiah. Hari ini, Bank Indonesia akan menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) yang dulu dikenal sebagai Bankers Dinner. Dalam pertemuan ini, BI disebut-sebut bakal mengumumkan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih lambat dari perkiraan semula. 

Sebelumnya, BI memperkirakan ekonomi Tanah Air akan tumbuh dalam kisaran 5,1-5,5% pada 2019. Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI, mengungkapkan bank sentral akan merevisi kisaran ini tetapi masih dalam rentang yang tidak terlalu jauh.

"Outlook ini ditunda pengumumannya sampai kita lakukan Pertemuan Tahunan (Bankers Dinner) pada 27 November. Nanti akan disampaikan," sebutnya.

Risiko perlambatan ekonomi domestik bisa menjadi alasan investor meninggalkan Indonesia untuk sementara. Ditambah dengan tenso perang dagang yang bisa meninggi, maka rupiah memang sangat sulit menguat. 

Kemarin, rupiah menjadi mata uang terkuat di Asia. Namun hari roba nasib berputar 180 derajat, dan rupiah menempati posisi juru kunci klasemen mata uang Benua Kuning.


TIM RISET CNBC INDONESIA


Sumur

Sialan presiden Wowo gegara die menang, rupiah turun naek kayak yoyo. Coba si Owi yang menang

emoticon-Hammer2
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
oh gw kira udah 15 ribu lagi..
Quote:


Trump dan BI Antar Rupiah ke Posisi Juru Kunci Asia

Gegara Owi kalah, rupiah kagak pernah nyampai 10 rebu

emoticon-Turut Berduka
Balasan post db84x3
Quote:


oh gw kira udah 15 ribu lagi.. emoticon-Ngacir
butuh doa ulama sepertinya biar menguat
Selama paporit sekali dgn impor imporan Indonesia cuma jd penonton dan jongos doank emoticon-Recommended Seller
Eh utang utangan juga.. sebuah kombinasi maut untuk kehancuran negara .. khilafah?delusi suriahnisasi emoticon-Ngakak (S) ? lewat bre emoticon-Malu
Mantab. 😊
Gue udah berkali-kali bilang Desember penentuannya..emoticon-Big Grin
Semua resistance dah jebol menunggu penentuan di 17rb kalo siap2 IDR ke 20rb..emoticon-Big Grin
Fundamental negara ini masih rapuh karena salah urus sejak jaman orba mbok ya nyadar..emoticon-Hammer
Mau peringkat 1 Asia pun percuma kalo gabisa ngajuin kredit di BI mah emoticon-Mad
Diubah oleh yxgk
Quote:


Ya emang susah gan klo yg jd pemicu faktor eksternal (kondisi ekonomi luarnegri), selain susah diduga arahnya (unsur ketidakpastian) jg perilaku proteksionis negara maju.

Kondisi kek begini hrs memperkuat produk dalamnegri dgn mengurangi ketergantungan pd bahan impor, lah disini susahnya bagi neg blm maju.

Ah ngomong apa ini puseng sendiri...
emoticon-Ngakak
Balasan post wahrifson
Quote:


ada saran gan ?

minimal buat jaga2 keuangan keluarga

emoticon-Malu
Balasan post wahrifson
Harusnya diurus bagaimana emangnya?
Pantesan IHSG hari ini turun 0,15%.. Badjingan kau kowih.. Kalo tidak becus segera turun.. Jangan lama2 pimpin negara ini.. emoticon-Marah
Balasan post rajin.meremas
Quote:

Ngurangin impor kayak bahan baku dah mandiri..emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin:emoticon-Big Grin
Quote:

Saran gue mah gampang ubah aset ke forex berupa buy GBPUSD / EURUSD leverage maks X10..emoticon-Big Grin
Balasan post wahrifson
Quote:


Wave 2 yak? Koreksi dikit dari wave 1. Nanti wave 3 bakal kenceng ini. emoticon-Big Grin
Balasan post brentie
Quote:

Contoh dah banyak dari negara lain buat diterapin..emoticon-Big Grin
Kalo di sini blue print pembangunan nasional nggak ada apalagi ngomongin manajelem masalah..emoticon-Big Grin
RRC sukses dalam perumusan manajemen masalah, Blue Print pembangunan negara, dan revisi penyesuaian.emoticon-Big Grin
Kalo menurut gue masalah salah urus negara ini korupsi, penegakan hukum, teknologi dan infrastruktur..emoticon-Big Grin


Balasan post cepute
Diubah oleh eyasser
astajim emoticon-Kagets
Balasan post wahrifson
Infrastruktur bukannya lagi dikejer pembangunannya? Teknologi mungkin sejalan dengan edukasi.. Semuanya butuh waktu..

Kalo untuk masalah korupsi dan hukum, emang susah sih, mentalnya udah bobrok Indonesia.

bahan baku ga jadi turun donk ni
jadi ni itungannya sama aja mau ga ada batasan impor bahan baku tetep mahal karena dolar, impor diperketat juga tambah mahal alasannya susah carinya
soooo..... mau gmn lagi?
Balasan post brentie
Quote:

Masih masa rekonstruksi sih jadi kelihatan anteng tetapi bentar lagi..emoticon-Ngakak (S)
Quote:

Kalo anda cermat rezim yang benar2 agak bener pembangunan meskipun autopilot itu SBY..emoticon-Big Grin
Sayang dia nggak bisa luwes karena jeratan skandal masa lalu..emoticon-Big Grin

Quote:

Kalo niat pemutihan total dengan syarat koruptor lama kasusnya nggak diobok-obok..emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di