alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Rumitnya membatasi sampah plastik
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfd41425a5163ef0b8b457b/rumitnya-membatasi-sampah-plastik

Rumitnya membatasi sampah plastik

Rumitnya membatasi sampah plastik
Seorang nelayan berdiri di bibir pantai yang dipenuhi sampah plastik di Desa Dadap, Indramayu, Jawa Barat, Senin (26/11/2018).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh pada pengelolaan sampah. Namun, dalam persoalan sampah plastik, angka IPM seperti tak berdampak.

Isu sampah plastik--terutama di lautan--jadi sorotan dunia dalam sepekan terakhir. Indonesia pun turut disorot karena menjadi "produsen" sampah plastik di lautan kedua terbanyak di dunia setelah Tiongkok.

Itu data per 2010 yang diterbitkan para peneliti dalam Science pada 2015. Total sampah plastik di lautan Indonesia per 2010 mencapai 7,4 ton.

"Ah itu kan 2010." Jangan salah, prediksi untuk 2025 yang diungkapkan peneliti pun Indonesia masih tetap runner-up di bawah Tiongkok jika pertumbuhan penduduk di daerah pesisir sampai 11 persen.

Terbaru, Minggu (18/11/2018), seekor paus sperma kedapatan mati di sekitar Pulau Kapota, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Penyebab kematian belum diketahui, tapi di dalam perut nahas itu ditemui total berat basah sampah hingga 5,9 kilogram -- sebagian besar adalah sampah plastik.

Bukan hanya paus sperma yang "mengonsumsi" plastik. Bahkan seekor kura-kura ditunjukkan melalui video harus menderita karena sedotan masuk ke dalam hidungnya.

Video itu dibuat oleh biologis laut dari Texas A&M University. Meski viral sejak sepekan silam, Figgener sebenarnya merekamnya sekitar tiga tahun silam. Dalam laman Nature, Figgener menceritakan kura-kura malang itu diselamatkan dari perairan Kosta Rika saat dirinya dan tim sedang melakukan penelitian.

Di Indonesia, jumlah sampah plastik berbentuk sedotan--menurut data Divers Clean Action pada 2017--jika direntangkan bisa mencapai jarak 16.874 km. Ini jarak dari Jakarta ke kota Mexico City di Meksiko atau tiga kali keliling Bumi.

Melihat fakta dan data, World Wild Fund for Nature (WWF) Indonesia pun menilai pencemaran sampah plastik di laut Indonesia sudah pada taraf darurat dan perlu penanganan yang serius. WWF dan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) pun mendesak pemerintah melarang dengan tegas pemakaian sedotan dan kantong plastik.
Rumitnya membatasi sampah plastik
Indonesia peringkat dua penyampah plastik di lautan terbanyak di dunia.
Menurut Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Iptek, dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Safri Burhanudin, pelarangan produk plastik secara total adalah hal yang mustahil.

Kepada detikcom, Senin (26/11), Safri menjelaskan produk plastik menyangkut kepentingan ekonomi orang banyak -- termasuk tenaga kerja yang menggantungkan nafkah dari produksi plastik.

"Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana mengontrol. Maka kita buatkan aturan, setiap kementerian, kota, mengatur pembatasan," kata Safri.

Sementara Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyatakan siap untuk memberantas sampah plastik mulai dari kantornya. Caranya adalah mengurangi drastis pemakaian kantong plastik atau barang yang terbuat dari plastik.

"Di KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) sudah ada, you bawa mineral water ke KKP kena denda Rp500 ribu," kata Susi kepada detikFinance, Minggu (25/11).

Susi menambahkan bahwa pemerintah sebenarnya sudah memiliki regulasi penangangan sampah plastik. Namun, Susi lupa aturan detailnya.

"Peraturannya sudah ada, Perpres saya lupa nomornya tapi sudah ditandatangan Presiden tahun ini, sudah ada rencana aksi nasional penanganan sampah plastik di laut, semua KL punya tugasnya masing-masing," katanya.
Berkaitan dengan IPM
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pengelolaan sampah juga berhubungan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM meliputi sektor pendidikan, kesehatan, dan pengeluaran warga.

Dari data BPS per 2018 yang dipelajari Lokadata Beritagar.id ditemukan fakta bahwa semakin baik angka IPM suatu daerah, semakin baik kesadarannya terhadap pengelolaan sampah.

Ini bisa dilihat di DKI Jakarta. Memiliki skor IPM hingga 80,06 persen, warga ibu kota punya kesadaran yang relatif lebih baik dalam mengelola sampah -- termasuk memilah atau membuang pada tempatnya.

Sebaliknya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan IPM di bawah rerata nasional, hampir separuh rumah tangga di sana tak peduli atau tak tahu bagaimana mengelola sampah yang ramah lingkungan.

Selain Jakarta, ada empat provinsi lain yang cenderung baik pengelolaan sampahnya kendati angkanya masih di bawah ibu kota. Di Bali, Yogyakarta, Kalimantan Timur, dan Kepulauan Riau, tiga dari 10 rumah tangga mengabaikan pengelolaan sampah.
Rumitnya membatasi sampah plastik
Korelasi kesadaran pengelolaan sampah dengan Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia pada 2018.
Ironisnya, semakin baik IPM pun tak menjamin masyarakat mau mengurangi pemakaian sampah plastik. Misalnya menuruti imbauan pemakaian tas saat berbelanja dibanding menggunakan kantong plastik.

Jakarta bahkan menjadi provinsi keempat yang warganya tidak pernah menggunakan tas belanja sendiri saat berbelanja, menurut data BPS per 2017. Adapun provinsi dengan catatan tertinggi pernah memakai tas belanja sendiri adalah Sulawesi Tengah (68,9 persen) dan NTT (64,9 persen).

Hendra Aquan, Koordinator Proyek Clean Air Asia, mengatakan secara tersirat urusan pengelolaan sampah di Indonesia memang pelik. Andai masyarakat sadar melakukannya, katakanlah mau memilah sampah, pemangku kepentingan justru abai.

"Rumah tangga sudah memilah (sampah), tapi begitu diangkut, sampah itu disatukan di truk yang sama, jadi percuma," ucapnya kepada Beritagar.id pada 25 April 2018.
Rumitnya membatasi sampah plastik
Pemakaian tas belanja vs. kantong plastik.Rumitnya membatasi sampah plastik


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...sampah-plastik

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Rumitnya membatasi sampah plastik Jumlah bantuan dana BPJS Kesehatan masih simpang siur

- Rumitnya membatasi sampah plastik 7 Sektor seret pelemahan IHSG

- Rumitnya membatasi sampah plastik Menyelamatkan sawit dari kejatuhan harga

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di