alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Viral Video Dahnil Dihadang Paspampres di Muktamar, Ini Faktanya
4.6 stars - based on 10 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfd2da59e7404e73b8b4589/viral-video-dahnil-dihadang-paspampres-di-muktamar-ini-faktanya

Viral Video Dahnil Dihadang Paspampres di Muktamar, Ini Faktanya

Viral Video Dahnil Dihadang Paspampres di Muktamar, Ini Faktanya
Bantul - Sebuah potongan video digambarkan seolah Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dilarang Paspampres masuk area Muktamar ke-XVII Pemuda Muhammadiyah di UMY, Bantul. Ini fakta yang sebenarnya dari rekaman itu.

"Barusan dapat info, Dahnil Anzar dkk (pendukungnya) dilarang Paspampes masuk ke arena Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Jogja, yg siang ini dihadiri Jokowi. Ohlala....makin lucu (atau ngawur?) negeri ini. Ada kegiatan, yg punya hajat kok malah dilarang mengikuti acara gara2 tak sekubu dg presiden. Dunia sdh terbolak balik," demikian penjelasan yang tersebar menjadi viral tersebut.

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY, Iwan Setiawan, meluruskan video beserta caption yang viral tersebut. Menurutnya, keterangan dalam potongan video tersebut tidak benar alias hoax.

Viral Video Dahnil Dihadang Paspampres di Muktamar, Ini Faktanya


"Hoax kalau infonya Dahnil dilarang masuk lokasi muktamar karena ada Jokowi, yang membuka pun JK (Jusuf Kalla) dan bukan Jokowi," ujar Iwan kepada detikcom lewat pesan via WhatsApp, Selasa (27/11/2018).

Lantas, bagaimana kronologi kejadian sebenarnya? Iwan menjelaskan, potongan video yang viral tersebut tersebut peristiwanya terjadi sebelum pembukaan Muktamar ke-XVII Pemuda Muhammadiyah di UMY, Senin (26/11) kemarin. Kala itu, memang peserta muktamar dihadang Paspampres.

"Dimulai dari aturan Paspampres yang melarang HP dan tas masuk lokasi pembukaan yang dihadiri Wapres Jusuf Kalla, bukan Jokowi. Peserta dan penggembira protes dengan aturan itu, terkhusus dilarang bawa HP," ungkapnya.

Baca juga: Busyro: Ada Caketum Pemuda Muhammadiyah Bagi-bagi Duit, Tangkap!


Peserta dan penggembira muktamar tetap pada pendiriannya. Mereka tetap kukuh membawa tas dan HP. Akhirnya terjadi perselisihan antara Paspampres yang mengamankan kedatangan JK dengan peserta muktamar.

"Karena yang protes ribuan, Dahnil Anzar dan panitia lokal menenangkan peserta dan penggembira. Lalu terjadi negosiasi dengan Paspampres. Akhirnya HP dan tas boleh dibawa masuk," tutupnya.


https://m.detik.com/news/berita-jawa...r-ini-faktanya

Jihad hoax adalah sebagaian dr iman
Itu prinsip nasbung kampret ,partai sapidll
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
Ferbuatan MCK kah ?
emoticon-Ngacir2
Produktifitas hoax meningkat tajam...
Double azab menanti...
Quote:


salah jokowi emoticon-Entahlah
sip dah sesuai SOP
yang salah siapa, yang disalahin siapaemoticon-Leh Uga
kaum gak tau aturan
emoticon-Big Grin
hobby kok nge hoax
ga hoax ga makan


nahkan .............. kliatan jelas sapa yg suka mlintir ............. emoticon-Blue Guy Bata (L)
pokoknya salah jokowi meskipun yang buka JK...catat itu emoticon-Mad
Miris gorengannya emoticon-Leh Uga
lucu banget
yg bikin muktamar muhamadiyah
eh kadernya ga boleh ikut
pokok semua salah wiwi
mulai dr sembelit sampe panuan salah wiwi

pokoknya apapun permasalahannya solusinya adalah khilapak, mulai dr sembelit sampe nambah bini solusinya adalah khilapk

emoticon-Malu
...making lucu aje...

emoticon-Hansip
Viral Video Dahnil Dihadang Paspampres di Muktamar, Ini Faktanya

ksatria berkuda emoticon-Peace
Udah ajarannya kali emoticon-Shakehand2
Apa2 salah jokowi yak.
Kebiasaan nyebar hoax ya gini, sampe masyarakat akhirnya nggak percaya lagi sama ente emoticon-Ngakak
ckckck hoax melulu gerombolan ini emoticon-DP
nasbung kalo ga dungu ga makan kali ya.. emoticon-Leh Uga
pada latah berjamaah kalo soal hoax
Wiwi gak ada pun yg disalahin wiwi emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 5


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di