alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Kemendagri Ingatkan Meningkatnya Suhu Politik pada Pemilu 2019
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfcf81f1cbfaa09588b4597/kemendagri-ingatkan-meningkatnya-suhu-politik-pada-pemilu-2019

Kemendagri Ingatkan Meningkatnya Suhu Politik pada Pemilu 2019

Kemendagri Ingatkan Meningkatnya Suhu Politik pada Pemilu 2019

JPP, JAKARTA - Pemungutan suara 17 April 2019 sudah semakin dekat. Waktu tersisa kurang lebih 5 bulan sampai hari “H” pencoblosan. Sejumlah pihak, baik penyelenggara Pemilu, Pemerintah dan jajaran keamanan TNI, Polri, BIN, BSSN dan stakeholder lainnya berkewajiban menjaga kondusivitas atau iklim politik jelang Pemilu serentak 2019.

Strategi antisipasi dari setiap potensi kerawanan yang sewaktu-waktu muncul, suhu dapat meningkat tak terduga yang dapat menjalar ke mana-mana pada setiap tahapan Pemilu atau jelang berakhirnya rangkaian tahapan, penyebab yang harus diwaspadai dan diantisipasi. Antara lain ujaran kebencian, hoax, fitnah, black campaign dan politisasi SARA.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) sekaligus juru bicara Kemendagri Bahtiar Baharuddin menyampaikan bahwa sebenarnya sejumlah lembaga melakukan antisipasi, terutama Penyelenggara Pemilu, dalam hal ini (KPU, Bawaslu, dan DKPP) termasuk NGO, Kampus serta aktivis penggiat pemilu.

Kapuspen menuturkan bahwa Bawaslu telah mengeluarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP). Selain itu, aparat TNI, Polri, BIN dan Kemendagri sebagai regulator pemilu patut mengantisipasi potensi kerawanan di setiap tahapan Pemilu serentak 2019.

“Misalnya sejak awal kemendagri selalu mengingatkan terkait regulasi. Regulasi pun salah satu potensi kerawanan atau sumber konflik jika aturan teknisnya tidak terang atau tidak jelas dan bisa menimbulkan multitafsir di lapangan,” ujar Bahtiar.

Termasuk, lanjut Kapuspen, perdebatan publik yang tidak substantif, seringkali ketidaksamaan pemahaman penyelenggara di lapangan dan peserta pemilu ketika diimplementasikan secara teknis di lapangan bisa memicu insiden konflik, sehingga setiap penyusunan aturan teknis penyelenggaran, baik yang disusun PKPU, Peraturan Bawaslu dan Peraturan DKPP selalu dikonsultasikan dengan DPR dan Pemerintah sebagai regulator.

“Pemerintah melalui Kemendagri, selalu mengingatkan agar penyelenggara tidak membuat penafsiran aturan diluar Undang-Undang yang justru bisa kontra produktif menyita konsentrasi waktu, tenaga dan pikiran untuk fokusi menyiapkan segala hal menuju 17 April 2019,” tutur Bahtiar.

Lebih lanjut Kapuspen menjelaskan bahwa Pemilu merupakan sebuah kontestasi maka memerlukan lingkungan yang kondusif, sejuk, damai dan seterusnya. Karena itu, setiap waktu dalam forum apapun Mendagri Tjahjo Kumolo selalu mengingatkan yang namanya racun demokrasi yang dapat merusak peradaban demokrasi.

“Racun demokrasi tersebut adalah politisasi SARA, politik uang, negatif campaign, fitnah, ujaran kebencian, Hoax atau berita bohong,” jelas Bahtiar.

Menurut Kapuspen, karena yang namanya racun demokrasi tersebut bisa memanaskan situasi di lapangan, maka seluruh pihak baik kontestan maupun masyarakat ketika melihat ada gelagat perkembangan yang negatif, harus segera sama-sama menyatukan kekuatan mendinginkan suasana publik, jangan yang panas itu semakin memanas. (dgr/nbh)


Sumber : https://jpp.go.id/polkam/politik/327...da-pemilu-2019

---

Kumpulan Berita Terkait POLKAM :

- Kemendagri Ingatkan Meningkatnya Suhu Politik pada Pemilu 2019 Rakornas Pemilu 2019 Bangun Sinergitas Kuat Penyelenggara, Pemerintah dan Pemda

- Kemendagri Ingatkan Meningkatnya Suhu Politik pada Pemilu 2019 Kemendagri Gelar Rakornas Persiapan Pemilu Serentak Tahun 2019

- Kemendagri Ingatkan Meningkatnya Suhu Politik pada Pemilu 2019 Daging dan Telur Ayam Jelang Natal dan Tahun Baru 2019 Aman

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di