alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Konsumsi solar bersubsidi di Kaltim melebihi kuota
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfcf54d9252333e428b458c/konsumsi-solar-bersubsidi-di-kaltim-melebihi-kuota

Konsumsi solar bersubsidi di Kaltim melebihi kuota

Konsumsi solar bersubsidi di Kaltim melebihi kuota
Sebuah truk BBM sedang mengisi tangki penampungan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Karangayar milik Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (27/11/2018).
Konsumsi solar bersubsidi di Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan melebihi kuota yang ditetapkan menjelang pengujung tahun 2018. Pemerintah menetapkan Kaltim mendapat kuota solar bersubsidi 174.344 kilo liter (kl), tapi hingga November ini konsumsi sudah mencapai 191.098 kl atau over 9,61 persen.

"Konsumsi solar subsidi sudah melampaui kuota yang ditetapkan pemerintah," kata Region Manager Comm & CSR Pertamina Kalimantan, Yudi Nugraha, di Balikpapan, Kaltim, Selasa (27/11/2018).

Pemerintah memang menetapkan kuota pasokan BBM bersubsidi per tahun ke masing-masing daerah di Indonesia. Selain solar, Kaltim pun mendapat pasokan premium bersubsidi sebanyak 328.982 kl.

Namun, konsumsi premium bersubsidi, menurut Yudi, relatif normal. Realisasi lapangan per November ini mencapai 279.120 (KL). Pertamina pun menargetkan kuota premium bersubsidi tidak akan melebihi target hingga pergantian tahun nanti.

"Kuota premium dalam setahun di Kaltim ditetapkan sebesar 328.982 kl," ungkapnya.

Jadi, Pertamina Kalimantan saat ini menghadapi persoalan pasokan solar bersubsidi yang sudah melampaui batas. Dan yang cukup aneh adalah kelebihan konsumsi solar bersubsidi justru terjadi di sejumlah kota pinggiran Kaltim.

"Konsumsi solar bersubsidi di Balikpapan bahkan terbilang normal bila dibandingkan kota-kota di perbatasan. Padahal jumlah penduduk (di sana) masih jauh di bawah Balikpapan," ujar Yudi tanpa mengungkap detail kota-kota pinggiran yang dimaksud.

Pasokan solar bersubsidi di Balikpapan, sambung Yudi, menyentuh angka 21.509 KL atau 11,3 persen dibandingkan total konsumsi di Kaltim. Provinsi ini memiliki Samarinda dan Balikpapan sebagai kota utama yang masing-masing berpenduduk 1 juta jiwa.

Itu sebabnya Yudi menduga pasokan solar bersubsidi merembes keluar hingga dinikmati sektor industri di Kaltim. Ia patut curiga karena disparitas harga solar bersubsidi dengan nonsubsidi cukup signifikan; Rp5.000 berbanding Rp8.150 per liter.

"Ada dugaan kuat rembesan pasokan solar subsidi yang juga dinikmati industri," katanya.

Pertamina patut curiga karena sektor industri pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit di Kaltim cukup masif. Dalam beberapa kesempatan, LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kaltim pun kerap mempublikasi keberadaan 1.303 izin usaha pertambangan (IUP) dan 78 izin perkebunan kelapa sawit seluas 1,1 juta hektare.

"Semua juga industri di Kaltim terbilang paling besar di Indonesia," tutur Yudi.

Dalam beberapa bulan terakhir, Pertamina pun sudah menertibkan lima Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nakal di Kaltim yang terbukti memperdagangkan solar bersubsidi ke industri. Pertamina pun menghentikan pasokan solar bersubsidi ke lima SPBU itu hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Kami hentikan sementara pasokan solarnya. Kami sebagai operator berusaha maksimal dalam distribusi BBM bersubsidi. Pertamina tidak punya kewenangan dalam menindak penyalahgunaan BBM bersubsidi," tukas Yudi.

Senada dengan Pertamina, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menguatkan indikasi kebocoran konsumsi solar bersubsidi ke sektor industri. Dampak yang sudah terjadi adalah kelangkaan solar bersubsidi di seluruh SPBU di Balikpapan.

"Antrean panjang solar bersubsidi di seluruh SPBU Balikpapan. Dampaknya adalah kemacetan pengguna jalan," keluh Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi.

Rizal mengatakan, Balikpapan merupakan lokasi kilang pengolahan minyak Pertamina guna memenuhi kebutuhan warga Indonesia timur. Meski demikian, katanya, pemerintah menetapkan kuota pasokan BBM bersubsidi untuk masing masing daerah.

"Masyarakat pun harus bijak dalam memanfaatkan BBM bersubsidi," ujarnya.

BBM bersubsidi diperuntukan bagi kelompok masyarakat level ekonomi menengah ke bawah. Sebaliknya bagi masyarakat level atas disarankan mengkonsumsi BBM nonsubsidi yang kualitasnya cocok dengan kendaraan produksi terbaru.

"Menggunakan BBM nonsubsidi lebih sesuai dengan mesin kendaraan baru saat ini," ungkap Rizal dalam peluncuran produk BBM Pertamina, Pertamax Turbo, Selasa (27/11).

Di sisi lain, Rizal meminta Pertamina mengalihkan pasokan ke beberapa SPBU. Maklum, penutupan sejumlah SPBU nakal berdampak pada pembelian solar bersubsidi yang terkonsentrasi di satu titik.

"Saya harapkan pasokan SPBU yang kena sanksi dialihkan ke SPBU lain agar tidak terjadi kemacetan di area tertentu," ujarnya.

Satu perusahaan besar pertambangan enggan disalahkan soal kelebihan konsumsi solar bersubsidi di Kaltim. Selama ini, mereka mengaku sudah berusaha maksimal menjalankan usaha sesuai ketentuan hukum berlaku.

"Seperti bekerja sama dengan perusahaan penyalur BBM resmi dan salah satunya Pertamina," papar manajer perusahaan tambang batu bara di Kaltim yang tak mau diungkap identitasnya.

Setali tiga uang, PT Rea Kaltim Plantations memastikan konsumsi BBM untuk 700 unit kendaraan lapangan tidak menggunakan solar bersubsidi. Pun demikian konsumsi pembangkit listrik perkebunan yang memanfaatkan sumber daya biogas sebagai pengganti solar.

"Pembangkit listrik menggunakan biogas sehingga hemat Rp25 miliar per tahun," ungkap Takbir, Manager Bio Gas PT Rea Kaltim Plantations.

Takbir menambahkan, perusahaan berniat mengurangi kebutuhan solar dengan mengkonversi limbah menjadi gas metana. Setidaknya butuh Rp60 miliar investasi penggantian tabung BBG, converter kit, termasuk peralatan penunjang gas.
Konsumsi solar bersubsidi di Kaltim melebihi kuota


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...melebihi-kuota

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Konsumsi solar bersubsidi di Kaltim melebihi kuota Telat 4 hari, Sari Roti didenda Rp2,8 miliar

- Konsumsi solar bersubsidi di Kaltim melebihi kuota Menagih komitmen perusahaan pulihkan lahan gambut

- Konsumsi solar bersubsidi di Kaltim melebihi kuota Proyek LRT Jabodebek diteruskan tapi waktunya diatur

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di