alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Cekcok Pilihan Capres di Facebook, Satu Orang Ditembak Mati
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfcf42ad675d4d9268b4567/cekcok-pilihan-capres-di-facebook-satu-orang-ditembak-mati

Cekcok Pilihan Capres di Facebook, Satu Orang Ditembak Mati

Cekcok Pilihan Capres di Facebook, Satu Orang Ditembak Mati


TEMPO.COJakarta - Subaidi, warga Kecamatan Sokobanah, Sampang, Jawa Timur tewas setelah timah panas menembus dadanya dari senjata rakitan milik Idris pada Rabu 21 November 2018 di Kecamatan Sokobonah, Sampang, Madura, Jawa Timur. Kasus Subaidi yang ditembak mati itu bermula dari cekcok akibat perbedaan dukungan calon presiden atau capres di media sosial Facebook. Nahas itu datang saat Subaidi berpapasan dengan Idris yang sama-sama mengendarai motor.
"Setelah tersangka diperiksa, benar motif penembakan itu setelah cecok di sosial media," kata Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Frans Barung saat dihubungi, Ahad 25 November 2018.
 
Frans mengatakan Subaidi sengaja menabrakkan motornya ke motor Idris hingga terjatuh. Lalu, Subaidi menodongkan pisau ke arah Idris. Namun Subaidi tiba-tiba terpeleset. Melihat kesempatan itu, Idrus mengeluarkan senjata api dari kantongnya, lalu menembakan pistol itu ke dada kiri Subaidi.

Menurut Frans pertikaian antara Subaidi dan Idris berawal dari komentar tersangka terhadap sebuah foto di media pertemanan Facebook."Siapa pendukung capres ini akan merasakan pedang ini." Tersangka mengomentari, "Saya ingin merasakan tajamnya pedang itu."
 
Setelah itu, Idris didatangi beberapa orang, di antaranya pemilik foto yang menanyakan maksud dari komentar Idris. Kedatangan sejumlah orang itu ke rumah Idris terekam dalam sebuah video yang kemudian diunggah Subaidi ke Facebook. Dalam postingan itu, Subaidi meledek Idrus dan mengancam akan membunuh. Postingan Subaidi soal pilihan capres itu menyulut sakit hati Idris.
Dalam pemeriksaan, tersangka pelaku penembakan, Idris mengaku bukan dia yang menulis komentar. Alasannya, ponselnya hilang beberapa waktu yang lalu.


sumur

emoticon-Bingung yg mana nastaq yg mana nasbung



Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Level bawah gontok2an
Level atas mah selow2 aja, palingan juga barengan nyodok terapis mata minimalis ...
Duh aduh...
hmmmmm...
dukung ya dukung
tapi jgn sampai segitunya lah
gimana2 kita ini sodara sebangsa dan setanah air
Tolollllll

Terus abis nembak orang lu dapet apa????

Kursi mentri????


Paok.juga fesbuker jaman sekarang
Cekcok Pilihan Capres di Facebook, Satu Orang Ditembak Mati
Balasan post rachmacool
Quote:


Kalau dari pemberitaan media lain yg gak disensor sih kyknya membela diri, cuma salahnya ngebela dirinya pake senjata api.

------------------------------------------------

https://tirto.id/pilpres-2019-ketika...duel-maut-dasF

tirto.id - Pendukung calon Presiden-Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin menembak simpatisan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan senjata rakitan di Sampang, Jawa Timur, Rabu (21/11/2018).

Kejadian bermula ketika beredar foto dari akun Facebook Habib Bahar yang memegang samurai. Foto tersebut dilengkapi keterangan: “siapa pendukung Jokowi yang ingin merasakan pedang ini?”

Unggahan itu dikomentari oleh pengguna Facebook bernama Idris Afandi Afandi. Dia menulis: “saya pengin merasakan tajamnya pedang Habib Bahar tersebut.”

Pada 28 Oktober 2018, pria bernama Bahrud yang mengaku dari Front Pembela Islam (FPI) datang ke rumah Idris Afandi alias Andika bin Misnadin. Namun Idris menampik bahwa dia mengomentari unggahan tersebut.

Dia beralasan gawainya telah dijual dan lupa log out dari Facebook. Dengan kata lain bukan dia orang yang menulis “pengin merasakan tajamnya pedang Habib Bahar” meski benar kalau itu adalah akunnya.

Satu hari kemudian, pengguna Facebook bernama Ahmad Alfateh yang dimiliki oleh Subaidi mengunggah video Idris yang sedang dikonfrontir oleh Bahrud. Video itu diunggah dengan keterangan: “ini dia orang yang mau melawan Habib Bahar, ketakutan sampai kencing di celana saat didatangi FPI. Saya tahu siapa kamu Idris dan kapan saja saya ketemu, akan saya bunuh kamu. Cuma jadi LSM tai kamu itu jangan sok jago.”

Video ini Idris ketahui dari kakak iparnya. Idris pun coba mencari tahu siapa pemilik akun Ahmad Alfateh alias Subaidi itu, dan ketemu. Rumah yang bersangkutan sempat didatangi, tapi yang dicari tak ada. Ahmad Alfateh alias Subaidi sehari-hari bekerja sebagai tukang pasang gigi palsu.

“Pelaku sakit hati karena korban mengunggah video tersangka di Facebook dan mengancam akan membunuh tersangka,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera kepada reporter Tirto, Minggu (25/11/2018).

Pada 21 November 2018, Idris tak sengaja bertemu Subaidi ketika sama-sama berkendara dengan sepeda motor. Subaidi kemudian menabrak motor Idris.

Idris terjatuh sedang Subaidi tetap berdiri. Subaidi kemudian menarik pisau dan menyabetkannya ke Idris. Idris mundur. Ia segera mengambil senjata api rakit yang dia simpan di kantong kanannya.

Subaidi terjatuh, senjata tajam yang dipegangnya lepas. Idris segera mengokang pistolnya.

“Dor!” Satu peluru bersarang di dada kiri Subaidi.

Idris ketakutan. Ia berlari meninggalkan motornya dan Subaidi yang bersimbah darah. Subaidi akhirnya meninggal dunia.
Balasan post rachmacool
Si subaidi yg gila berarti ya... tp idris juga serem amat kemana2 bawa pistol


Tapi semua ini gak bakal terjadi selama kita gak debat di medsos sekelas pesbuk mana pake akun asli pula
Diubah oleh rachmacool
kan goblok kan, yg satu gede bacot, yg satu Akalnya pendek!!
makanya golput emoticon-Blue Guy Bata (L)
jgn ikutan gila kaya nastak nasbung
Balasan post rachmacool
Quote:


nah itu tersangkanya diancam dibunuh bre.
yg nyerang duluan yang bawa pisau. pake nabrakin motor segala.
untung yg bawa pisau kepeleset, kena dor deh akhirnya. emoticon-Wakaka
dah biasa di daerah M sono bacok2an masalah harga diri (hina2an doank). Carok istilahnya.
macam Gotham City aja lah brey
itungannya membela diri kan ? soalnya si subaidi yang nabrakin motor duluan terus keluarin pisau...

emoticon-Leh Uga
Balasan post rachmacool
Quote:


Utk jaga2 mungkin gan udah diancam duluan sama si korban bakal dibunuh soalnya.
Lagian tau sendiri lah gimana Madura itu, kejadian orang2 syiah pada diburuin dulu kan juga di Madura.
btw ini foto si Habib Bahar yg postingannya jadi awal permasalahan.

Cekcok Pilihan Capres di Facebook, Satu Orang Ditembak Mati



Quote:


Sipelaku (Idris) waktu disamperin sama anggota FPI ngakunya bukan dia yg ngebales postingan
Habib Bahar yg isinya : “siapa pendukung Jokowi yang ingin merasakan pedang ini?”
dgn
“saya pengin merasakan tajamnya pedang Habib Bahar tersebut.”

Tapi malah dipermalukan sama si korban (Subaidi) dgn dikatain kalau si pelaku (Idris) lari terkencing2 dan ngancem bakal ngebunuh si pelaku (si Idris)
Akhirnya ketemuan waktu ngendarain motor, si korban langsung nabrakin motornya ke pelaku, si korban bawa pisau sedangkan si pelaku udah jaga2 dgn pistol.
Diubah oleh firno99
Fpi emoticon-Tai:
Lha junjungannya kan udah bersabda diajak berantem yaa ayo..
Jadi grass root ngikutin sabda penguasa gak salah dong..
Pemimpin itu semestinya bs lebih bisa mengayomi utk semua kalangan..
Quote:


nasbung yg miskin bawa piso
nastak yg kaya bawa pistol

jadi nasbung di tembak nastak hingga mati

emoticon-Imlek
Balasan post rachmacool
Udah gila aku rasa manusia jaman sekarang

Masalah begini pun emoticon-Takut
Buat gue pribadi sekarang fungsi facebook cuma buat join2 grup jual beli barang second aja, untuk barang 2nd harganya lebih masuk akal krn negonya enak2 ketimbang nyari barang 2nd di olx, ijo atau merah yg kebanyakan pedangan isinya emoticon-Ngakak
Cekcok Pilihan Capres di Facebook, Satu Orang Ditembak Mati
Quote:


ralat bang
di gotham ga ada tradisi carok / atau masalah harga diri

di sini sederhana, masalah duit sama lahan basah, persetan harga diri
cuma masalah duit parkir 2000 bisa perang antar okp kok


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di