alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Prabowo Subianto Curhat ke Perdana Menteri Singapura Soal Alasannya Maju Pilpres 2019
2.33 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfcdebf1cbfaab47f8b4567/prabowo-subianto-curhat-ke-perdana-menteri-singapura-soal-alasannya-maju-pilpres-2019

Prabowo Subianto Curhat ke Perdana Menteri Singapura Soal Alasannya Maju Pilpres 2019

Selasa, 27 November 2018 11:00

Prabowo Subianto Curhat ke Perdana Menteri Singapura Soal Alasannya Maju Pilpres 2019
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Senin (26/11/2018). Pertemuan dengan PM Loong tersebut merupakan bagian dari kegiatan Prabowo selama dua hari, hingga Selasa (27/11/2018), di Singapura


BANJARMASINPOST.CO.ID - Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, Senin (26/11/2018) jelang Pilpres -2019. Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menyampaikan alasan dirinya maju pada Pilpres 2019.
Ia yakin, strategi yang disusunnya bersama calon wakil presiden di Pilpres 2019 Sandiaga Uno dapat mendorong Indonesia menjadi negara eksportir energi dan pangan.

"Saya sampaikan ke PM Lee, saya maju di pemilihan presiden ini karena saya yakin, dengan strategi dorongan besar saya dan Sandiaga Salahuddin Uno, Indonesia dapat jadi negara yang ekspor energi, pangan, air, bukan importir," kata Prabowo.

Ia menjelaskan, banyak cara yang bisa dilakukan Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan. Salah satunya, menerapkan ilmu-ilmu baru yang fokus pada keunggulan strategis bangsa Indonesia.

"Caranya? Dengan industrialisasi, dengan digitalisasi, dengan menerapkan ilmu-ilmu baru, dengan fokus di apa yang jadi keunggulan strategis kita. Dengan begitu bisa kontribusi untuk atasi masalah dunia," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan, jika dipercaya untuk menjadi presiden melalui Pemilu 2019, ia akan melakukan kerja sama teknologi dan ilmu pengetahuan baik dengan Singapura maupun negara-negara lainnya.

Dengan demikian, Indonesia bisa menjadi negara sahabat yang strategis bagi negara-negara lain dan bukan hanya sebagai negara importir, melainkan menjadi eksportir produk-produk unggulan dan strategis lainnya.

"Untuk itu Indonesia perlu jalin kerja sama teknologi, kerja sama ilmu pengetahuan dengan Singapura dan negara-negara lain yang sudah maju industrinya, sudah lebih unggul litbangnya," ujar Prabowo.

Ya, pertemuan dengan PM Lee merupakan bagian dari kegiatan Prabowo selama dua hari di Singapura.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo membahas beberapa hal, salah satunya mengenai kebijakan ekonomi yang akan disampaikannya pada acara The Economist World in 2019 Gala Dinner pada Selasa (27/11/2018) di Singapura.

"Tadi siang saya diskusi dengan PM Lee tentang apa yang akan dibicarakan besok di acara the Economist World in 2019 Gala Dinner," kata Prabowo seperti dikutip dari siaran persnya, Selasa (27/11/2018).

Sumber



Jadi inget jaman dulu, ...menjelang pak Harto lengser, Prabowo juga ketemu Lee Kuan Yew dan Goh Cok Tong.  emoticon-Big Grin

Diubah oleh everesthome
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2

Prabowo Subianto di Mata Lee Kuan Yew (2)

....diambil dari Akhli's Blog...


Prabowo Subianto Curhat ke Perdana Menteri Singapura Soal Alasannya Maju Pilpres 2019

Di halaman 316 memoarnya, Lee Kuan Yew menyinggung tentang kepribadian Prabowo di mata Suharto yang dianggap “cerdas dan ambisius tetapi impulsif dan gegabah.” Berikut kutipan dari halaman tersebut:

“The most grievous error of all was his balancing act in appointing General Wiranto as chief of the armed forces while promoting his son-in-law Prabowo Subianto to be liutenant-general and chief of Kostrad (the Strategic Forces). He knew that Prabowo was bright and ambitious, but impetuous and rash.” (From Third World to First, p.316)

Seperti kita ketahui bersama, Wiranto juga mengajukan diri sebagai calon presiden tetapi sayangnya gagal di tengah jalan. Akhirnya dengan mengingat sejarah permusuhannya dengan Prabowo tersebut, partainya Hanura ‎merapat ke kubu lawan Prabowo. Anda dapat baca di situs resmi Wiranto.com, dukungan pada Jokowi dan Jusuf Kalla tampak sangat kental. Langkah Wiranto terbilang cukup jitu dan membuat partainya lebih “aman” meski pergulatan dengan pihak Prabowo-Hatta akan jauh lebih alot tetapi setidaknya ia bersama mendukung Jokowi yang dielu-elukan para investor.

Di sini, Lee seakan tahu bahwa Suharto membuat kesalahan besar dengan mengangkat keduanya bersamaan di posisi-posisi puncak militer negeri ini. Akan tetapi Suharto toh tetap melakukannya. Apakah itu karena desakan sang anak Titiek, atau karena status Prabowo sebagai anak menantu, atau karena Suharto masih berharap Prabowo akan bisa berubah menjadi pribadi yang lebih matang dan bijak? Entahlah, tetapi penggunaan kata “grievous” mengacu pada sesuatu yang “berakibat serius dan menimbulkan penderitaan atau rasa sakit yang hebat” (Longman Dictionary of Contemporary English, hal 172). Penekanannya tergolong berat karena disandingkan dengan kata “error”. Atau Suharto sedang bertindak gegabah juga saat mengangkat Prabowo? Bisa jadi.

Dalam alinea selanjutnya, Lee menguraikan bahwa dirinya bertemu Prabowo dalam dua kesempatan makan siang di ibukota. Yang pertama pada tahun 1996 dan kedua 1997, ‎sebelum kejatuhan Suharto Mei 1998. Kali ini Lee tidak segan mengutarakan opininya mengenai kepribadian Prabowo menurut pengamatannya. “He was quick but inappropriate in his outspokenness,”tulis Lee di halaman 316. Kata “quick” menurut Longman Dictionary of Contemporary English bisa membawa banyak makna jika kita membicarakan perangai seseorang “cekatan” (moving or doing something fast) atau “pandai” karena mampu belajar dan memahami dengan cepat (able to learn and understand things fast). Yang ketiga, “quick” juga bisa dimaknai “cepat naik darah”, misalnya “have a quick temper” yang artinya “to get angry very easily”. Entah yang mana makna yang hendak disampaikan Lee, tetapi Anda bisa berspekulasi secara logis dengan mengamati tindak tanduk dan cara bicara Prabowo selama ini tampil di depan publik.

Lee Kuan Yew menangkap sinyal aneh dari Prabowo yang menemuinya pada tanggal 7 Februari 1998, kurang lebih tiga bulan sebelum Mei berdarah itu. Prabowo menemui Lee dan Perdana Menteri Singapura saat itu Goh Chok Tong secara terpisah di Singapura. Yang disampaikan Prabowo, kata Lee, adalah sebuah pesan yang “aneh”, isinya adalah peringatan singkat mengenai risiko yang dihadapi kaum keturunan Tionghoa di bumi nusantara. Prabowo mengatakan bahwa warga keturunan itu menghadapi risiko karena jika ada hal tak diinginkan terjadi, “kerusuhan” tulis Lee, mereka akan terluka sebagai kaum minoritas.


Diubah oleh everesthome
trus kata oom lee apa ?
Orang mah kampanye kerakyatnya. Lah ini ke pm singapur, emang punya hak apa wkakkeks hak suara hak pilih gaada juta emoticon-Hammer (S) kocak makin kocak
lee : syaratnya ente mesti kimpoi dulu wok, ato mantu
Jawab PM singapore :
Ngelawak lu ?

emoticon-Wakaka
Mantab.

Tapi tetep jokowi yang lanjut 2 periode Pak.
ekspor pulau cepet kaya
makin jelas kan kualitas orang yang satu ini seperti apa ? berkiblat kemana, mencontoh siapa, dan memihak kemana.

emoticon-Shakehand2
Ini jongos ngadu ke majikan ?
emoticon-Wkwkwk
emoticon-Imlek
Harusnya curhat ke pasangan hidup donkemoticon-Shakehand2
2009 2014 ga curhat juga ?
coeg sangat gaya dukunya...emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
katanya anti aseng asing..lah ini malah plesiran ke luar negeri..emoticon-Leh Uga
ane lihat berita ini tadi pagi, jujur ane bingung...urusannya apa ya ama Singapura?

Balasan post .powerbank
Quote:


....urusannya..? Kira-kira mirip seperti tahun 1998 lalu, seperti berikut :

Quote:
Balasan post rembo1922
Quote:


Prabowo Subianto Curhat ke Perdana Menteri Singapura Soal Alasannya Maju Pilpres 2019
Balasan post everesthome
Quote:


serem ya gan.....emoticon-Takut
Balasan post everesthome
Quote:


ane pernah dikasih tahu temen ane yang psikolog, bahwa cara duduk itu dapat memperlihatkan seberapa besar orang merasa memiliki 'kuasa', atau dengan kata lain seberapa besar 'kepercayaan' akan kemampuannya sendiri
Bakalan mei 98 terulang lagi ini.
Prabowo Subianto Curhat ke Perdana Menteri Singapura Soal Alasannya Maju Pilpres 2019

gaya duduknya ternyata sama aja

emoticon-Wkwkwk
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di