alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ada Tambahan 17.000 MW Pembangkit Listrik hingga 2019
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfcdd196208813b238b4569/ada-tambahan-17000-mw-pembangkit-listrik-hingga-2019

Ada Tambahan 17.000 MW Pembangkit Listrik hingga 2019

Ada Tambahan 17.000 MW Pembangkit Listrik hingga 2019

Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memperkirakan pembangkit listrik baru yang beroperasi hingga tahun 2019 sekitar 15.000 megawatt (MW) hingga 17.000 MW. Angka ini, di bawah rencana awal pemerintah sebesar 35.000 MW.

"Kalau akhir 2019 kira-kira 15.000 MW paling tinggi 17.000 MW," kata Jonan di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2018).

Jonan tak menampik investasi di sektor ESDM menurun. Dia hanya menyebut disebabkan oleh banyak faktor.

"Investasi memang slowing down, saya tidak beralasan ini itu karena banyak faktor," ujarnya.

Baca juga: 'Kebun Angin Raksasa' Tolo Beroperasi Akhir 2018

"Tapi yang saya katakan begini, kita mencoba mendudukkan investasi itu pada sektor-sektor kegiatan yang dibutuhkan," sambung Jonan.

Jonan bilang, pembangkit yang telah terbangun saat ini sekitar 11.000 MW. Hingga akhir 2018, diperkirakan sampai 11.500 MW.

"Kalau tanya sekarang mungkin total sejak pemerintah sekarang 10.000-11.000 MW COD (commercial operation date), sampai akhir tahun 11.000-11.500 MW," tutupnya.

Baca juga: BUMN Prancis Incar Investasi Pembangkit Listrik di Indonesia


Jonan menilai, investasi sektor ketenagalistrikan tengah melambat menyusul ketidakpastian global yang menerpa negara-negara berkembang. Dampak tersebut memengaruhi nilai tukar mata uang sehingga investor menahan investasi sampai situasi kembali normal.

Oleh karenanya, pemerintah berupaya membuat investasi di sektor-sektor yang dibutuhkan. Jonan menilai, program listrik 35.000 MW ini jika dipaksakan rampung pada 2019, maka akan ada kelebihan kapasitas listrik yang tidak terpakai.

"Bisa sampai 60 persen, terlalu besar. Biasanya excess power dan cadangan maksimum 30 persen makannya kita geser sampai 2024-2026," kata dia.

Sebagai informasi, PT PLN (Persero) berhasil memperoleh Fasilitas Pinjaman Sindikasi (Syndicated Loan Facilities) senilai 1,62 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dari 20 Bank Internasional. Pinjaman ini digunakan untuk membiayai proyek 35.000 megawatt (MW).

Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto menuturkan, fasilitas ini terdiri dari pinjaman berjangka (Term Loan Facility) senilai 1,32 miliar dolar AS dengan tenor lima tahun dan Revolving Credit Facility senilai 300 juta dolar AS dengan tenor tiga tahun. Dengan begitu, total fasilitas pinjaman menjadi sebesar 1,62 miliar dolar AS.

“Total fasilitas pinjaman ini meningkat dari jumlah komitmen awal pihak Bank sebesar 1,5 miliar dolar AS, sehingga PLN berhasil mengeksekusi opsi green-shoe(tambahan atau upsize dari komitmen awal) sehingga meningkatkan jumlah fasilitas menjadi 1,62 miliar dolar AS,” kata Sarwono dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/11/2018).

Sarwono menambahkan, dana dari fasilitas kredit sindikasi ini akan digunakan untuk mendanai investasi PLN dan untuk tujuan korporasi secara umum (general corporate purposes) dalam kaitannya dengan mensukseskan proyek 35.000 MW.

sumber https://finance.detik.com/energi/d-4...ik-hingga-2019
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
ah masa sih relistis aj pak.. emoticon-Big Grin

Dtgg taun dpn nyak emoticon-Big Grin

Diubah oleh ruuuruuu
jangan lupa tambah peralatan listriknya macam ac kompor listrik dll


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di