alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
(Merge Thread) SPBG Di Jakarta Tolong Diperhatikan !
3.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfcc29996bde6584b8b4579/merge-thread-spbg-di-jakarta-tolong-diperhatikan

(Merge Thread) SPBG Di Jakarta Tolong Diperhatikan !

Sumur Penderitaan

Pernah 7 Jam Antre BBG, Sopir Bajaj Harapkan SPBG Ditambah

Rabu, 21 November 2018 19:08

    
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
(Merge Thread) SPBG Di Jakarta Tolong Diperhatikan !

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Sopir bajaj Bahan Bakar Gas (BBG) di Jakarta Utara mengeluh terkait minimnya jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang ada di Ibu Kota.

Seorang sopir bajaj, Sahroni (45) mengaku minimnya SPBG menyebabkan antrian panjang yang kerap kali terjadi saat para sopir bajaj BBG melakukan isi ulang.

Sahroni bahkan pernah mengantre sampai tujuh jam saat hendak mengisi ulang BBG untuk bajajnya.

Hal itu Sahroni alami sekitar seminggu lalu saat mengantre pengisian BBG di SPBG Pesing, Jakarta Barat.

"Pernah tujuh jam ngisi di Pesing, dari jam 8 malam baru dapat jam 3 pagi. Padahal normalnya satu jam, itu kejadiannya seminggu lalu," kata Sahroni saat ditemui di bengkel bajaj, Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (21/11/2018).

Pria yang telah menjadi sopir bajaj sejak dekade 1980an itu mengeluh lantaran minimnya SPBG menyusahkannya dan sopir bajaj lainnya.

Meski bajaj BBG memiliki tangki pengisian bahan bakar minyak (BBM), Sahroni tetap memilih mengisi BBG.

Pasalnya, harga BBG lebih murah untuknya beroperasi seharian.

"Kalau sehari pake BBG itu paling habis Rp 30 ribu. Kalo BBM ya bisa sampe Rp 70 ribu," ucapnya.

Menurut Sahroni, pendapatannya sehari akan menurun drastis apabila ia mengisi BBM.

• Dibekuk Tanpa Perlawanan, Begini Proses Penangkapan Hercules di Rumahnya

Dengan minimnya SPBG, Sahroni juga mengeluhkan waktu yang habis terbuang untuknya mengantre, alih-alih beroperasi mencari penumpang.

"Kita aja setoran Rp 100 ribu sehari. Kalau kita sehari dapat Rp 200 ribu terus isi BBM Rp 70 ribu, jadi cuma sedikit bawa ke rumah. Kalau isi BBG juga waktunya abis buat ngantre," kata Sahroni.
Sahroni pun berharap pemerintah bisa menambahkan jumlah SPBG yang ada di Jakarta.

"Harapannya lebih banyak untuk pengisian aja, soalnya kan permintaan BBG lebih banyak ya daripada pengisian," ucapnya.
Ini problem Pengisian BBG di Pesing , Kalideres Jak-Bar

http://jakarta.tribunnews.com/2018/1...-ke-rawamangun
(Merge Thread) SPBG Di Jakarta Tolong Diperhatikan !
TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Sopir bajaj Bahan Bakar Gas (BBG) di Jakarta Utaramengeluh terkait minimnya jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) yang ada di Ibu Kota.

Apalagi, saat ini di Jakarta Utara tidak terdapat SPBG yang saat ini berfungsi dengan baik.

Seorang sopir bajaj, Sahroni (45) mengaku kesulitan mendapatkan BBG untuk bajajnya. Sebab, SPBG yang sebelumnya berfungsi sengan baik di wilayah Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, kini tak lagi berfungsi.

Sahroni menyebut tidak berfungsinya SPBG Pluit sudah terjadi sekitar dua minggu.

Menurut Sahroni, hal itu membuatnya harus mengisi ke SPBG yang masih berfungsi, misalnya di Jalan Perintis Kemerdekaan atau Jalan Pemuda yang berada di wilayah Jakarta Timur.

"Kalau Pluit itu nggak aktif dua tiga minggu ini lah, katanya mesin error. Jadi kita kesusahan udah dua minggu terakhir nggak dapat BBG. Mesti jauh ke sana (Jakarta Timur)," kata Sahroni ketika ditemui TribunJakarta.com di bengkel bajaj, Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (21/11/2018).

Sahroni mengatakan dengan kondisi tersebut tentunya ia harus membuang-buang waktu dan bahan bakar lebih untuk ke Jakarta Timur.

Padahal, Sahroni mengaku hanya beroperasi di sekitaran Jakarta Utaradan Jakarta Pusat saja.

Ketua Bajaj Komunitas (Batas) Aris Fazani juga mengatakan hal yang sama.
Menurut Aris, jumlah bajaj BBG yang ada tak sebanding dengan jumlah SPBG.

"Untuk Batas aja ada 1.500 unit bajaj di sekitaran Pademangan dan Sunter. Kalau di Jakarta ada sekitar 16 ribu unit bajaj. Sementara SPBG yang ada cuma berapa, jadi bisa dibayangin ya kan," ucap Aris.

Apalagi, lanjut Aris, peralihan bajaj dari BBM ke BBG sejak sekitar 2006 dilakukan untuk mengurangi polusi.

"Katanya mau mengurangi polusi udara tapi nyari SPBG aja susah. Harapannya lebih banyak lagi lah untuk pengisian, sekarang kan yang ada permintaan BBG lebih banyak daripada pengisian," kata Aris.

Nah ini yang di Pluit,
problem juga


Kambuh lagi kah seperti awal tahun lalu ? Sudah peenah dibahas juga.
(Merge Thread) SPBG Di Jakarta Tolong Diperhatikan !

Awal taun itu sampe Sebulan mandek,skrg brapa lama ?

Bangun SPBG kalo biayanya mahal Ya dimerge dgn lahan SBPU di titik strategis ,kan irit biaya toh ?

Kalo merasa ga mampu subsidi utk
Jangka panjang, ya jangan tambah quota kendaraan BBG apalagi pake Bus Gratis segala ! (Ambil hati rakyat boleh, pakai program yg aman aja,misalnya kupon kuliner gratis,delman keliling gratis)
Emang isi nya pake Angin Kompressor ? Isi gas yg bayar ngantrinya parah belom lagi yg ngutang isinya.
Masuk terus kendaraan baru,ntar gak lama juga muncul becak BBG,sepeda BBG yg penting masuk terus,soal BBG nya nanti aja.

Ngeluhnya rugi, biaya perawatan tidak tertutup krn kurs dollar sudah naik.Makanya bikin perjanjian kerjasama pake cara berpikir tahap panjang.

Hampir tiap ari antrian panjang kaya bagi - bagi beras gratis, padahal BAYAR.
SPBG di Daan Mogot,(antrian sampe stasiun tv Indosiar)

Pesing(ud antri parah dari kapan tau)

Terminal Grogol Baru ,Monas sana, Cempaka Putih padat semua.

Heran media nasional, berita Sontoloyo,genderuwo diangkat giliran masalah pelik gini sepi.


https://www.google.co.id/amp/wartako...itan-dapat-bbg
(Merge Thread) SPBG Di Jakarta Tolong Diperhatikan !

Sumur KONTAN
(Merge Thread) SPBG Di Jakarta Tolong Diperhatikan !

Update :

Nah sekarang ud serbu sampe Rawamangun kan.
Linknya diatas.
Diubah oleh aekerfeldt
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
oke bray
akan saiya perhatikan
7 SPBG di jakarta ini kan ada yang punya anak usaha jakpro, jakpro itu punya BUMD..nah yang sering bikin antrian ini punya PGN apa JUP, kalo punya JUP colek aja kantor gubernur emoticon-Stick Out Tongue
tunggu mau pilkada lagi kalau komplen kalau skrng mah yo mentah lag
solusinya doa emoticon-Cool
Mungkin karena pasokannya juga dibatasin ? lebih ke LPG konsumsi tabung ?

emoticon-Entahlah

emoticon-Blue Guy Cendol (L)
Jakpro kan direkturnya baru. mamam dah itu manajemen amburadul. emoticon-Wakaka
Gas kentut dr anus kumpulij aja jadiin spbg
Antrian bajaj tadi pagi di jalan pemuda SPBG TU-Gas ampun panjangnya. emoticon-Thinking
Pantes tadi pagi macet banget depan asm1

Gw pikir ada demo ayam kampuz

Ternyata bajay laknat yg kelakuannya gak jauh beda sama miskiner kriditan roda sepasang
apa cuma gua doang yang tadi bacanya SPG ???
Quote:

Semoga jadi perhatian jg ke media utk diangkat ke publik bukan hanya berita selingan.makasih gan ud komen.

Quote:

Walahhh ini ironi apa
keputus-asaan pribadi ya ? Bisa makin antipati dikira nya biar onlen pada panen sewa.

Quote:

emoticon-Ngamukemoticon-Ngamukemoticon-Marah

Quote:

Ya Tuhan, komen macam apa ini ?

Quote:

Antri SPG rela ya sampe 7 Jam ? emoticon-Ngakak keburu ciut otong neemoticon-Turut Berduka
Quote:


Scr itu punya Gubernur ya, cm orang baru yg ditunjuk itu kan dari kongkalikongnya dia juga plus, pengaduan di balaikota emangnya masih buka gan? emoticon-Ngacir2
Yg PGN ad yg aktif,kaya MRU Grogol,MRU Monas,ad yg ditutup juga kaya di Ancol.
Kalo dari JUP yg gak operasi lumayan jg,
dari MRU Pluit ud lama tutup katanya diprotes warga sekitar.

Pesing (partnership sama Pertamina) disegel malahan, gak tau kenapa tuh, belom setoran kali emoticon-Cape d...
Daan Mogot citraland, jebol juga.
Lap Banteng jg gak operasi.
Jadi dua²nya ad yg problem. Sedangkan jika 1- 2 SPBG /MRU yg problem , otomatis antrian bakal membludak di daerah jak bar (Pesing, daan mogot,terminal Grogol). Nah ditambah sekarang SPBG Davalti Pesing aja disegel ,
Jadi makin parah antrian itu ,
Ditambah daan mogot jebol jg alat pengisinya..
Panjang dah antrian Grogol ,bahkan yg rela sampe ke Pedongkelan sana dari grogol, ga taunya antri parah juga disana berjamaah.

Quote:

Tp kalo saya baca sih, menurut JUP pasokan aman malah mau resmiin 3 SPBG lagi (dari 2017-sekarang belum gunting pita) hanya masalahnya mereka itu, ngapain buka kalo rugi ? Jadi mereka lagi ngajuin pencabutan toll fee ke mitra kerja sama nya yaitu PGN (GAGAS nama anak perusahaannya) krn kerja sama mereka dgn PERTAMINA tidak pakai toll fee jadi margin profitnya bisa buat biaya maintenance sekalian.
Namun,kendalanya mereka mengambil sikap sepihak tanpa mikir pihak yg mencari nafkah di lapangan begitu juga dgn antrian panjang nauzubilah yg mengganggu jalan.

Quote:

Bener gan , 3 orang dirombak dgn pilihan dari gerombolan SARATOGA (perusahaan Uno) dan dari TGUPP nya gabener.

Quote:

Iy krn emang di barat sini yg biasanya sepanjang choki² lagi pada error / problem SPBG nya,
Yg aktif cuma MRU 1 tempat doang di Grogol,sementara yg isi jumlahnya ribuan.
Pada Pindah ke sana krn terpaksa gan.

Quote:

Mereka (bajay,taksi,Angkot BBG) kalo ga dipersulit sama yg punya Gas juga mana mungkin mau antre.
Elu aj keki liatnya apalagi yg antre berjam jam demi
3 -4 LSP gas CNG ? dan berlangsung sampe seminggu kaya gitu.
Yg laknat mah yang memperkeruh keadaan.
Orang kismin cari duit halal bin susah malah dipersulit.
^
intinya, kenapa kemarin2 ga ada antrian semacam ini tapi sekarang kejadian?

---
edit ah diingetin ma sebelah emoticon-Stick Out Tongue
Diubah oleh dr.anonymous
bump emoticon-Sundul Up
emoticon-Cape deeehh bump
Sukurlah SPBG PGN cabang ketapang Gajahmada jakpus akhirnya dibuka utk Umum ya semoga permasalahan ini kelar jgn berlarut² kaya larutan oralit ya
update :
Sukurlah sudah diangkat di GTV & INEWS permasalahan ini, jadi bisa diperhatikan lebih oleh pengelola & pemprov setelah demo di balaikota.


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di