alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Peringatan 20 tahun pemerkosaan massal perempuan tahun 98
4.33 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfc94f7582b2eb9518b4568/peringatan-20-tahun-pemerkosaan-massal-perempuan-tahun-98

Peringatan 20 tahun pemerkosaan massal perempuan tahun 98

Peringatan 20 tahun pemerkosaan massal perempuan tahun 98
Tanggal 25 November mejadi hari awal peringatan hari anti-kekerasan terhadap perempuan, yang diperingati selama dua minggu ke depan. Pada tahun 2018 ini, kita juga akan sekaligus memperingati 20 tahun peringatan kekerasan massal terhadap perempuan pada kerusuhan Mei 1998. Kekerasan seks dua dekade lalu ini selain menelan banyak korban jiwa, juga menimbulkan trauma kepada mereka yang menyaksikan maupun mendengarnya.

Menurut data para pemberi kesaksian kepada TGPF, terdapat 85 kasus kekerasan seksual dengan 52 di antaranya merupakan pemerkosaan dalam bentuk pemerkosaan masal atau gang rape. Data Tim Relawan untuk Kemanusiaan Divisi Kekerasan Perempuan menyebutkan bahwa pemerkosaan pada Mei 1998 menimpa 152 orang dengan 20 orang di antaranya meninggal dunia.

Mantan Koordinator Divisi Kekerasan terhadap Perempuan, Ita Fatia Nadia, mengatakan bahwa data versi TGPF belum mencerminkan jumlah pemerkosaan dan kekerasan seksual sesungguhnya yang terjadi selama Mei 1998, artinya masih banyak kemungkinan korban-korban yang tidak terdata pada laporan ini.

Aktivis perempuan Andy Yentriyani mengatakan, alih-alih mengungkapkan apa yang terjadi, para korban yang sebagian besar etnis Tionghoa memilih menyelamatkan diri ke luar negeri, membentuk keluarga baru, dan melupakan peristiwa yang terjadi

Dari perspektif beberapa saksi mata, dapat dilihat kebiadaban perkosaan terhadap perempuan sudah jauh diluar batas kemanusiaan. Seorang saksi mata di Muara Angke mengungkapkan bahwa pada 14 Mei 1998 ia melihat mayat-mayat perempuan korban pemerkosaan di depan matanya sampai ia memutuskan untuk meninggalkan ibukota

Sebagian korban lebih memilih bungkam karena beratnya penderitaan yang telah mereka alami. Sebagian korban bahkan ada yang memilih mengubah identitas dan pergi ke luar negeri.

Salah satu korban memilih tinggal di Amerika Serikat. Korban itu bersama kawannya mengalami penganiayaan. Payudaranya dipotong oleh segerombolan orang di Jembatan Semanggi pada Mei 1998.

Pemerkosaan terhadap perempuan bahkan memiliki dampak psikologis yang berat bagi yang menyaksikan. Seorang saksi yang mengaku melihat seorang perempuan Tionghoa diperkosa ramai-ramai.

Ia menjadi sangsi apakah ia menyaksikan pemerkosaan atau mengalami pemerkosaan. Batas antara “mengalami” dan “menyaksikan” menjadi sangat tipis, perbedaan antara “diri” dan “korban” pun menjadi kabur.

Pemerkosaan massal juga telah menerobos dalam benak sekelompok orang (pria) menjadi nilai-nilai yang jauh dari perikemanusiaan.

Pada 23 Juni 1998 seorang saksi mata mengungkapkan bahwa didalam sebuah angkutan umum di Jakarta barat, ia mendengar 3 orang pria berusia antara 23-35 tahun berpakaian bersih sedang memperbincangkan isi Koran tentang perkosaan terhadap anak kecil dan mayat yang dimutilasi

Ketiganya melemparkan komentar yang tidak pantas dengan mengatakan bahwa seharusnya pelaku memotong alat kelamin untuk kenang-kenangan dan dimasukan ke air keras, ketiganya pun mengolok-olok kondisi fisik alat kelamin korban tersebut dan tertawa bersama-sama.

Dari hasil pengamatan Tim Gabungan Pencari Fakta, terdapat beberapa hal yang dapat disimpulkan, diantaranya adalah:

1) pemerkosaan dan pelecehan seksual masal terjadi di titik-titik peristiwa kerusuhan yang mengakibatkan pengerusakan, pembakaran, penganiayaan dan kematian masal.

2) pola lokasi perkosaan massal secara jelas menunjukan bahwa target pemerkosaan dan pelecehan seksual masal terkonsentrasi dan menargetkan para perempuan keturunan Tionghoa.

Peristiwa kekerasan seks massal tahun 1998 adalah satu dari sekian banyak catatan kelam kekerasan terhadap perempuan di dunia. Dalam sejarah, perempuan kerap menjadi sasaran ketika terjadi peperangan maupun penaklukan antara suatu entitas kepada entitas lain. Hal ini seperti terjadi pada pemerkosaan para perempuan Armenia oleh pasukan Jerman,Jughun Ianfu di Asia oleh militer Jepang, bahkan pelacuran seks perempuan-perempuan Vietnam yang segaja difasilitasi markas militer AS, Pentagon.

Di dalam barak yang dihuni 4000 pasukan, Pentagon memfasilitasi 120 perempuan Vietnam untuk memuaskan nafsu pasukan. Seorang perempuan sebanyak-banyaknya harus melayani 34 laki-laki setiap harinya. Memakai analisis Simone De Beauvoir, mengenai relasi laki-laki perempuan, Perempuan kerap menjadi korban dan dijadikan objek karena diposisikan sebagai “seks kedua” atau ”the second sex”.

Dengan ini, perempuan dipandang sebagai objek yang Liyan. Perempuan sebagai “the other” dalam wacana dunia yang dibuat oleh laki-laki. Laki-laki dalam hal ini adalah “self”. Pasca terjadinya kerusuhan 1998, Presiden Republik Indonesia B.J. Habibie mengungkapkan penyesalan yang mendalam atas terjadinya kekerasan terhadap perempuan tersebut dan menyatakan bahwa tindakan semacam itu tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dianut oleh bangsa Indonesia.

Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah akan bersikap proaktif memberikan perlindungan bagi setiap lapisan masyarakat. Presiden mengutuk segala bentuk kekerasan terhadap perempuan..Lebih lanjut TGPF menyatakan bahwa ada cukup indikasi bahwa rentetan peristiwa tersebut adalah bagian dari politik pertarungan kekuasaan elit yang terjadi di hari-hari seputar peristiwa kerusuhan Mei ini.

Hingga saat ini, pengusutan pelaku di balik pemerkosaan massal tahun 1998 belum juga terungkap. Upaya pemerintah pasca Habibie juga terlihat tidak maksimal mengungkapkan kasus ini. Dengan membiarkan kasus ini tidak tertangani dengan tuntas, sama saja Negara enggan untuk mengakhiri budaya kekerasan seksual semacam ini demi kepentingan segelintir elit

http://rimanews.com/ideas/politics/read/20181126/330309/Peringatan-20-tahun-pemerkosaan-massal-perempuan-tahun-98/

Hemm..
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
seperti isis perkosa wanita2 yazidi korban perang emoticon-Takut
James Riady juga merupakan salah satu tokoh yang paling bertanggung jawab terhadap kejatuhan presiden Soeharto pada tahun 1998. Sebagaimana ketika beliau membangun "China Connection" dengan dukungan CMI bersama Ted Sioeng, serta pengusaha-pengusaha Tionghoa lainnya seperti Yah Lin Trie, Johnny Chung, dan Maria Hsia, yang berhasil memenangkan Clinton hingga dua masa bakti berturut-turut. James, yang pada saat itu juga merupakan presiden direktur Bank Central Asia (BCA), juga menggandeng tokoh-tokoh CSIS seperti Jacob Soetoyo, Sofyan Wanandi, dan Jusuf Wanandi, serta para tokoh kiri anti-Islam untuk melengserkan presiden Soeharto pada tahun 1998. Motif menjatuhkan presiden Soeharto tersebut dilatarbelakangi oleh dipecatnya L.B. Moerdani sebagai Menteri Pertahanan, Keamanan dan Panglima Angkatan Bersenjata, kemudian menggantinya dengan para perwira dari kalangan muslim taat. Mereka melakukan berbagai macam cara seperti merekayasa peristiwa 27 Juli 1996, seolah-olah penunjukan Suryadi sebagai ketua dewan tahfiz Partai Demokrasi Indonesia (PDI) merupakan intervensi pemerintah, belakangan pula diketahui hubungan antara Sofyan Wanandi dengan Partai Rakyat Demokratik (PRD). Selain itu, mereka juga memobilisasi massa pada awal 1998 dari berbagai universitas seperti Universitas Atmajaya dan Universitas Trisakti untuk mendesak pengunduran diri Presiden Soeharto.

https://id.wikipedia.org/wiki/Kontro...a_Serikat_1996
anti ham, anti demokrasi
tapi kalo protes, dia demo dan lupa anti antinya

ngaku taat hukum, tapi intervensi hukum dengan massa

caci maki pemimpin sendiri

caci maki orang orang yg gak segolongan

anti asing (kafir) tapi pro asing (ngonta)

di proses hukum dibilang di zolimi, dikriminalisasi, minta presiden intervensi dan bela agama

gak di proses hukum malah merasa benar, sebut presiden planga plongo

anti pki tapi kelakuan kayak pki

ngaku pemilik surga pula

dihoakin seneng

menfitnah hoby

dibodohin berkali kali gak sadar juga
jangankan mau diusut..
Yang sampe saat ini menyangkal peristiwa ini terjadi aja banyak kok..
emoticon-Ngakak



Quote:


Diubah oleh unicorn.phenex
Balasan post _Hell_
Quote:


makanya dibales ama TNI dengan mempengaruhi orang2 buat perkosa/rudapaksa perempuan tionghoa. tapi bkn berarti itu tindakan yang benar kan? toh memang pemerintahan junta suharto sdh benar2 memuakkan saat itu.

yah, mgkin di bumi indonesia sang pelaku tak pernah dihukum

lihat saja saat pengadilan terakhir kelak
Diubah oleh godofarcher
dan salah satu capres terlibat, hanya saja karma yang sudah menemuinya....
Semoga tidak ada lagi kekerasan terhadap perempuan.
susah ya klo sdh urusan slangkangan, sifat hewani manusia langsung muncul emoticon-No Hope
Diubah oleh a12s
moga aja titid tukang perkosanya busuk dan letoy
Balasan post _Hell_
Quote:


Ketauan peran aseng nya.

Tapi kenapa mereka nggak nuntut agar kasus ini dibuka lagi ?

Padahal kemungkinannya besar sekali saat ini untuk dibongkar, kan presidennya Jokowi.

Kasian ya.
Begitu lah, kalo udah yang main para kapitalis liberal sekuler.
Yang penting makmur sejahtera sendiri,
peduli amat dengan saudara sendiri yang di. . . .



makanya banyak yg teriak ancam2 mau mei 98 lagi karena kapan lagi bisa bebas bunuh,bakar,bantai,perkosa,teror sesuai ajarannya ya
Ohh mau buka 98 bagus biar makin kelihatn borok2nya Suhartois dan Sukarnois..emoticon-Big Grin



di putar lagi kaset rusaknya emoticon-Ngakak


Selama ga ada putusan hukum yg jelas jgn heran bakal terus diungkit lagi. Mei 98 tu udah jadi sejarah yg kelam di Indonesia. Cuman orang bodoh yg ga mau mengakuinya emoticon-Najis (S)
Salah kowi emoticon-Big Grin
Balasan post gombalahdomba13
Quote:


mantabs gan quote nya..emoticon-Jempol emoticon-2 Jempol
sejarah kelam mertua wowo..jadi nanti ati2x kalo wowo jadi presiden...emoticon-No Hope
buat apa kita menghormati sejarah, jika sejarah tidak lurus.emoticon-Cool
jaman wiranto
Balasan post Rasuna
Quote:


ajaran yg mana nih?
yang mengklaim sebagai ajaran "damai" kah? emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 6


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di