alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pelaku Penembakan Anggota PPS Membela Diri Karena Ingin Di Tebas Korban
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfc58bbdad770a4398b4567/pelaku-penembakan-anggota-pps-membela-diri-karena-ingin-di-tebas-korban

Pelaku Penembakan Anggota PPS Membela Diri Karena Ingin Di Tebas Korban

Meikarta, CNN Indonesia -- Seorang warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Madura bernama Subaidi tewas karena diduga ditembak oleh Idris alias Andika karena persoalan status Facebook.

Kapolres Sampang Ajun Komisaris Besar Budi Wardiman dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com dari Humas Polda Jatim, Senin (26/11), menceritakan kronologi kejadian yang terjadi 21 November 2018 sekitar pukul 09.00 WIB itu. 

Penembakan dilakukan di sebuah jalan yang terletak di Desa Sokobanah Laok, Sokobanah.


Polisi, kata Budi, juga telah menangkap pelaku penembakan, Idrus. 

"Motifnya sakit hati karena Korban meng-upload video tersangka di Facebook dan dengan kata-kata kasar hingga mengancam akan membunuh Tersangka," kata Budi.

Peristiwa penembakan berawal pada Minggu 28 Oktober 2018 sekitar pukul 16.00 WIB. Ketika itu seorang lelaki bernama Bahrud dan mengaku dari perwakilan Organisasi Masyarakat (Ormas) mendatangi rumah pelaku Idris.

Budi mengatakan maksud dan tujuan Bahrud datang ke rumah Idris adalah untuk mengklarifikasi pernyataan di akun Facebook @Idris Afandi Afandi. Komentar akun @Idris Afandi Afandi dianggap telah menantang seorang tokoh Ormas itu.

Bahrud mengklarifikasi kepada Idris, dan Idris menjelaskan kepada Bahrud bahwa nama akun @ Idris Afandi Afandi benar miliknya. Namun, kepada Bahrud, Idris mengaku yang membalas komentar di Facebook bukan dia, karena ponselnya telah dijual.

"Tersangka (Idris) ingat pada saat menjualnya Tersangka lupa belum log out dari aplikasi Facebook," kata Budi.

Namun, usai kejadian itu, beredar video di Facebook tentang peristiwa klarifikasi akun Facebook terhadap Idris. Pengunggah video itu menggunakan akun @Ahmad Alfateh. Di video itu disertai, kalimat yang bernada menghina Idris. 

Mendengar informasi itu, Idris langsung mencari tahu tentang pemilik akun @Ahmad Alfateh melalui temannya bernama Sakroni yang berprofesi sebagai perawat Puskesmas.

"Tersangka bertanya kepada Sakroni karena Tersangka melihat foto profil Ahmed Alfateh menggunakan baju seperti dokter, dan ternyata Sakroni kenal terhadap pemilik akun Ahmed Alfateh, dan dari situ Tersangka tahu bahwa nama asli pemilik akun Ahmad Alfateh adalah Subaidi," katanya.

Idris pun mendatangi rumah Subaidi dengan maksud untuk mengklarifikasi unggahan tentang video yang bernada menghina Idris. Namun Idris tidak bertemu dengan Subaidi, dia hanya bertemu mertua perempuannya.

"Dari mertua perempuannya tersebut, tersangka tahu bahwa Subaidi bekerja sebagai tukang gigi dan sedang berada di Malang, dan setelah itu tersangka pulang," katanya.

Tapi, pada Rabu 21 November 2018 sekitar pukul 09.00 WIB, tersangka keluar rumah dengan tujuan pergi ke pasar Plerenan Desa Tobai Timur untuk membeli keperluan untuk bayi.

Saat perjalanan, tepatnya di Dusun Gimbuk Timur, Desa Sokobanah Laok, Idris berpapasan dengan Subaidi.

"Tersangka dengan menggunakan sepeda motor dari arah Utara sedangkan Subaidi juga menggunakan sepeda motor dari arah Selatan. Saat itu Subaidi terus memandangi tersangka dan saat sudah dekat Subaidi menabrak tersangka dengan sepeda motornya," kata Budi.

Idris terjatuh di sisi Kiri sedangkan Subaidi tidak jatuh, setelah itu Subaidi mengeluarkan sebilah Pisau dari balik baju pinggang sebelah kiri dan menyabetkan kepada Idris. 

Namun Idris berhasil menghindar dengan cara mundur. Saat mundur tersebut Idris mengambil senjata api rakitan yang disimpan di kantong celananya. 

"Saat Subaidi terpeleset dan jatuh sehingga senjata tajam yang dipegangnya terlepas, saat itu juga Tersangka mengokang senjata api yang dipegang kemudian ditembakkan ke arah dada kiri korban," katanya.

Usai menembak, Idris lari dan meninggalkan sepeda motornya karena Subaidi masih mencoba mengejar sambil mengambil batu dan melempari tersangka. 

"Setelah itu tersangka tidak melihat Subaidi lagi hingga kemudian Tersangka mendengar kabar bahwa Subaidi sudah meninggal dunia," kata Budi.

Polisi kemudian menangkap Idris dan menyita barang bukti berupa sebuah senjata api rakitan warna hitam, helm warna hitam milik Korban, dan satu unit sepeda motor Yamaha Aerox, dan tas warna hitam yang berisi perlengkapan pasang gigi milik korban.

Idris telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenai pasal 340 KUHP jo Pasal 56 ayat 1 ke 1e dan 2e KUHP atau Pasal 338 KUHP jo Pasal 1 ayat 1 UURI Nomor : 12/Drt/1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama lamanya 20 tahun.

https://www.cnnindonesia.com/nasiona...ok-di-facebook
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 9
imo tersangka bener kok bela diri,
- korban ngancem ngebunuh
- korban duluan yg nabrak
- korban nebas

paling tersangka kena pasal kepemilikan senpi doang.
tapi... gatau deh hukum diindo nih emoticon-linux2 emoticon-Traveller
Balasan post ridonculous
Quote:


kasih kardus gan, kalo mau cepat keluar emoticon-Cool
cuma gara2 status ini yg ga ngerti artinya apa

Pelaku Penembakan Anggota PPS Membela Diri Karena Ingin Di Tebas Korban
Diubah oleh _Hell_
tkp
Segala hal itu bisa diomongin baik2, hanya soal prinsip yang bukan soal agama atau kepercayaan, sesama orang sana loh juga.
Masak sampai saling ingin melukai, bahkan membunuh.

Sungguh, media sosial bilamana digunakan tidak sebijak mungkin akan membahayakan penggunanya.

Apa yang kita upload harus diperhatikan, bukan tidak mungkin akan menyinggung perasaan orang lain.

Udah ada iklan pelayan masyarakat kan di tv, gunakan gadget mu sebijak mungkin.
thebpower of sosial media
seandainya saya jg korban kejahatan...?
mau gimana lagi...?

Saya kalau sekiranya trancam pun, psti akan membela diri...! emoticon-shakehand

cuma cara mereka olok2an. karna brbeda pilihan apalagi sampai membunuh...! Adalah cara IDIOT dan PRIMITIF...! Ndak peduli mau di PIHAK JOKOWI ataupun PRABOWO...!

itu sudah...! emoticon-shakehand
Ngeri
langsung diundang Kowik buat makan siang di istana
Satu anjing fpi terkapar emoticon-Ngakak
Apessss
Balasan post kakekane.cell
Quote:


"Tersangka dengan menggunakan sepeda motor dari arah Utara sedangkan Subaidi juga menggunakan sepeda motor dari arah Selatan. Saat itu Subaidi terus memandangi tersangka dan saat sudah dekat Subaidi menabrak tersangka dengan sepeda motornya," kata Budi”

Yg nabrak korban itu si pelaku cebong lho, dia yg nyari masalah duluan
dobel post_____________________________________________.
Diubah oleh kingoftki
gladiator madura. dijaman internet mereka ini masih mental carok meski udah makan besi dan kumur beton.
Quote:


lama ndak kelihatan... Kemana saja mas... emoticon-Leh Uga

bdw: ID RyoEdogawa (detective series..) klon anda apa bukan... emoticon-Big Grin
Balasan post R4itouYagami
Quote:


Dongok, itu korban yg nabrak duluan. Baca lagi
Balasan post floriantito
Quote:

teori yg bagus.
jaman skrg ketauan pro jokowi langsung di cap pro kafir.
lah jaman ahok malah bawa bawa mayat gak disholatkan.
mau gak mau diindo itu politik dibawa ke agama.
soalnya mayoritas khalayaknya senang dibodohi dan dihoaxin bermodal halusinasi surga.

kembali lagi ke tulisan underline, baik berpolitik maupun beragama, kelompok itu taunya cuma->>> gak sejalan=musuh, saling mengkafirkan dan merasa ahli surga.

ni kayak anak ayam gak punya induk. beragama tapi gak jelas arahnya. punya kumpulan ulama tapi cuma urusin stempel.
Balasan post l4d13put
Quote:


Ente kapan diundang??

emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Balasan post unicorn.phenex
Quote:

komenter terdungu,

Asli provokator kelas wahid.

Ngakunya sok damai sok kasih.

Tapi komennya kayak gitu,
kalo nggak kafir, pasti munafik bejad berhati busuk.

Halaman 1 dari 9


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di