alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Kasasi ditolak, Jaksa bisa penjarakan Buni Yani
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfbd944c0d770a17b8b4585/kasasi-ditolak-jaksa-bisa-penjarakan-buni-yani

Kasasi ditolak, Jaksa bisa penjarakan Buni Yani

Kasasi ditolak, Jaksa bisa penjarakan Buni Yani
Terpidana kasus dugaan pelanggaran UU ITE, Buni Yani saat sidang pembacaan tuntutan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/10/2017). Mahkamah Agung menolak kasasi Buni sehingga dia harus menjalani hukuman di bui selama 18 bulan.
Terpidana kasus tindak pidana informasi dan transaksi elektronik Buni Yani, akhirnya harus masuk bui. Mahkamah Agung menolak kasasinya dan memerintahkan putusan pengadilan di tingkat pertama dilaksanakan. Sesuai putusan di Pengadilan Negeri Bandung, Buni Yani dihukum 18 bulan penjara.

"Putusan Mahkamah Agung adalah menolak permohonan kasasi jaksa penuntut umum dan kasasi dari terdakwa," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah di kantornya, Jakarta, Senin (26/11/2018), seperti dipetik dari detikcom.

Putusan ini diketuk pada 22 November 2018, oleh majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Maruap Dohmatiga Pasaribu dan dua hakim anggota, Eddy Army dan Sri Murwahyuni.

Baik Buni Yani dan Jaksa Penuntut, sama-sama mengajukan banding hingga kasasi atas putusan di Pengadilan Negeri Bandung. Kasasi kedua pihak itu ditolak. "Dengan ditolaknya permohonan kasasi, baik jaksa penuntut umum maupun terdakwa, maka kembali kepada putusan pengadilan sebelumnya," kata Abdullah.

Dalam putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor 674/Pid.Sus/2017, Buni Yani dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik (UU ITE). Dia dihukum dengan pidana penjara 18 bulan.

Majelis hakim PN Bandung, pada Selasa (14/11/2017) menilai Buni dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, dan menghilangkan suatu informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.

Pelaksanaan putusan ini ada di tangan kejaksaan. "Setelah putusan ini diberitahukan secara sah, nantinya jaksa akan melakukan eksekusi," kata Abdullah, seperti dinukil dari Jawa Pos.

Abdullah menuturkan, pihaknya akan mengirimkan salinan putusan kasasi kepada Pengadilan Negeri Bandung sebagai pengadilan tingkat pertama dan juga Kejaksaan Agung. "Nanti kalau sudah tuntas salinannya dikirimkan. Kami tidak bisa memberikan batasan waktu, tetapi dengan petikan putusan sudah bisa dilakukan eksekusi," kata Abdullah.

Dengan penolakan kasasi ini, maka kejaksaan memiliki dasar mengeksekusi penahanan Buni Yani. Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum), Noor Rochmad menyatakan, untuk mengeksekusi putusan ini, pihaknya akan mengecek dulu apakah sudah ada salinan putusan.

"Nanti saya cek dulu apa Kejari (Kejaksaan Negeri) Bandung sudah terima salinan putusan MA tersebut," kata Noor, Senin (26/11/2018).

Penasihat Hukum Buni Yani Aldwin Rahadian belum bisa menanggapi hal ini karena masih menunggu isi lengkap putusan MA. Karena belum menerima salinan putusan, dia menyatakan tidak bisa menilai putusan MA telah adil atau tidak. Apalagi, kata dia, di website itu tertera ditolak perbaikan.

"Artinya MA mengadili sendiri, memperbaiki putusan banding. Kami harus tahu dulu isinya apa (sebelum bersikap)," kata Aldwin kepada Tirto, Senin (26/11/2018). Aldwin menyatakan mereka juga akan aktif meminta salinan putusan.

Buni Yani, sebelumnya didakwa dengan dua pasal UU ITE karena unggahan video yang sudah dipotong.

Pasal pertama yang didakwakan kepada Buni adalah pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1. Jaksa menilai Buni Yani telah mengubah, merusak, dan menyembunyikan informasi elektronik milik orang lain ataupun publik.

Informasi itu berupa video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja 'Ahok' Purnama di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Dari total video sepanjang 1 jam 48 menit, dipangkas jadi 30 detik, yang ada di menit ke 24:00 sampai menit 25:00.

Kedua, pasal 28 ayat 2 jo pasal 45 ayat 2 UU ITE. "Sehingga perbuatan terdakwa tersebut menimbulkan kebencian atau permusuhan umat Islam terhadap saksi Ahok yang beretnis Tionghoa dan beragama nonIslam," ujar jaksa.
Kasasi ditolak, Jaksa bisa penjarakan Buni Yani


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...akan-buni-yani

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Kasasi ditolak, Jaksa bisa penjarakan Buni Yani Penguatan IHSG dipimpin sektor Industri Dasar

- Kasasi ditolak, Jaksa bisa penjarakan Buni Yani Sidang perdana dan tudingan Irwandi Yusuf terhadap dakwaan jaksa

- Kasasi ditolak, Jaksa bisa penjarakan Buni Yani Kenaikan harga BBM hantam popularitas Macron

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di