alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Presiden Jelaskan Langkah Pemerintah Atasi Merosotnya Harga Kelapa Sawit dan Karet
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfbb6f09e7404ac6d8b4586/presiden-jelaskan-langkah-pemerintah-atasi-merosotnya-harga-kelapa-sawit-dan-karet

Presiden Jelaskan Langkah Pemerintah Atasi Merosotnya Harga Kelapa Sawit dan Karet

Presiden Jelaskan Langkah Pemerintah Atasi Merosotnya Harga Kelapa Sawit dan Karet

JPP, PALEMBANG - Pemerintah sudah melakukan berbagai langkah untuk mendongkrak harga sawit dan karet yang dalam beberapa tahun ini mengalami kemerosotan. Pemerintah sudah 4 (empat) tahun mengirimkan tim ke Uni Eropa dan berbagai negara meski ini juga tidak mudah.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019, di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (25/11/2018) sore.

“Tapi sebetulnya ini urusan bisnis,urusan jualan mereka, juga jualan yang namanya minyak bunga matahari. Kita jualan minyak kelapa sawit, sehingga masuk ke sana sekarang mulai dihambat-hambat,” ujar Presiden.

Menurut Kepala Negara, awal tahun yang lalu dirinya juga ketemu Perdana Menteri Tiongkok untuk meminta agar negara itu beli lebih banyak dari sekarang.

“Saya minta tambahan, saya to the point aja saya ngomong ya minta agar produksi disini bisa diserap sehingga harganya bisa naik. Ada tambahan 500.000 ton, banyak sekali,” ujar Presiden.

Tapi, penambahan itu ternyata juga belum mempengaruhi harga pasar secara baik. Kepala Negara mengingatkan, kebun kelapa sawit di seluruh Indonesia ini sudah berada pada posisi yang sangat besar sekali, nomor satu di dunia.

Kebun kelapa sawit di Indonesia, menurut Kepala Negara, luasnya 13 juta hektar, baik yang ada di Sumatera, Kalimantan, Papua, juga ada di Jawa. Produksinya setiap tahun 42 juta ton.

“Bayangkan 42 juta ton. itu kalau dinaikkan truk berarti kurang lebih 10 juta truk angkut itu, ya untuk bayangan betapa gede sekali jumlah ini. Kita sekarang ini bersaing dengan Malaysia bersaing dengan Thailand, tapi kita tetap yang terbesar,” ungkap Presiden.

Selanjutnya, Kepala Negara menambahkan, mengendalikan ini tidak mudah, karena ini perdagangan internasional, perdagangan global nggak bisa kita mempengaruhi mereka.

Oleh sebab itu, lanjut Kepala Negara, dirinya sudah memerintahkan sejak 3 (tiga) bulan lalu agar kelebihan pasokan CPO juga dipakai untuk campuran solar, namanya Biodiesel (B) 20.

Menurut Kepala Negara, ini nanti kalau berhasil mungkin akan bisa menaikkan, kita nggak impor minyak, minyak kelapa sawit bisa dipakai untuk mengganti produksi menjadi B20. Namun Presiden mengingatkan, ini butuh waktu kurang lebih setahun dari tiga bulan yang lalu.

“Bukan hal yang mudah sekali lagi 42 juta ton, itu kalau dinaikkan truk yang kecil itu, truk yang kecil kan 4 ton kan,nah itu 10 juta truk berarti, gede sekali produksi kita gede sekali,” ujar Presiden.

Menurut Kepala Negara, pemerintah masih menunggu keberhasilan penerapan B20. Kalau B-20 harganya pasti akan otomatis karena disedot oleh permintaan dalam negeri.

Dibeli Pemerintah

Terkait karet, Kepala Negara menjelaskan, sama saja komoditas internasional, komoditas global yang tidak bisa kita pengaruhi dengan cara-cara kebijakan pemerintah.

Oleh sebab itu, Kepala Negara mengemukakan, sebulan lalu dirinya telah memerintahkan kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono agar sekarang pengaspalan jalan harus pakai karet.

“Ini sebentar lagi yang di Sumsel ini kita akan beli langsung dari petani dari koperasi untuk beli getah karetnya, dibeli langsung oleh Menteri PUPR,” ujar Presiden seraya menambahkan, harga yang dibeli oleh Kementerian PUPR adalah Rp 7.500-Rp 8.000.

Menurut Kepala Negara, tidak mudah untuk menyelesaikan hal seperti ini karena menyangkut produksi yang sangat besar. Tapi ia menegaskan, pemerintah sudah berusaha amat sangat menyelesaikan hal ini.

“Kita kirim tim ke uni eropa kita kirim tim ke tiongkok,berapa kali itu,tim ke india. Pembeli besar kita itu uni eropa,yang kedua India yang gede-gede, yang ketiga China Tiongkok pembeli terbesar kita. Yang lainnya belinya yang kecil-kecil aja. Inilah problem yang ingin saya sampaikan apa adanya,” ujar Presiden.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Kapolri Tito Karnavian, dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. (stkb/nbh)


Sumber : https://jpp.go.id/24-nasional/327818...awit-dan-karet

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Presiden Jelaskan Langkah Pemerintah Atasi Merosotnya Harga Kelapa Sawit dan Karet Temui Petani Lampung, Presiden Sampaikan Pentingnya Fungsi Bendungan

- Presiden Jelaskan Langkah Pemerintah Atasi Merosotnya Harga Kelapa Sawit dan Karet Masyarakat Sumsel Terima SK Perhutanan Sosial

- Presiden Jelaskan Langkah Pemerintah Atasi Merosotnya Harga Kelapa Sawit dan Karet Manufaktur Berdaya Saing Tinggi, Pemerintah Fokus Perkuat Industrialisasi

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di