alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Komoditas Kopi, Antara Ambisi dan Realita
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfba977ded7701b138b4568/komoditas-kopi-antara-ambisi-dan-realita

Komoditas Kopi, Antara Ambisi dan Realita

Komoditas Kopi, Antara Ambisi dan Realita

Siapa di sini yang suka ngopi? Jangan diem-diem bae apa. Ngopi apa ngopi?
Sebagai warga negara Indonesia, kita patut bersyukur karena tinggal di negara penghasil kopi dengan kualitas terbaik yang diakui dunia. Bahkan kita termasuk lima besar negara eksportir kopi terbesar.

Pada setiap gelaran pameran dagang yang diikuti oleh Indonesia, stand kopi selalu ramai oleh antrian pengunjung yang rela menunggu lama demi menyeruput kopi asli Indonesia. Maka tak heran kopi menjadi komoditas unggul dari sektor non-migas untuk dijual ke banyak negara di dunia.

Amerika Serikat adalah negara tujuan pertama ekspor kopi kita. Sebesar 63 ribu ton atau 13% dari total ekspor kopi nasional yang dikirim ke AS senilai USD256 juta. Disusul oleh Malaysia, Jerman, Italia, Rusia, dan Jepang.

Namun sayangnya, belakangan ini produktivitas kopi kita dinilai stagnan oleh Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto. Bahkan menurutnya, Indonesia terancam menjadi negara importir kopi pertama sepanjang sejarah.


Jika dihitung, dalam periode satu tahun, kita bisa produksi sampai 630.000 ton kopi. Sebanyak 450.000 ton selalu diekspor ke luar negeri. Sisanya sebesar kurang lebih 170.000 ton kopi untuk kebutuhan dalam negeri. Persoalannya, kebutuhan dalam negeri pun selalu meningkat tiap tahunnya.



Jumlah tersebut dikhawatirkan akan menjadi tidak cukup. Maka AEKI pun meminta pemerintah untuk mendorong para petani kopi untuk terus meningkatkan produktivitasnya. Karena jika produktivitasnya stagnan, ancaman Indonesia menjadi negara importir kopi jadi kenyataan.



Tentu tidaklah mungkin pemerintah menurunkan jumlah ekspor yang selama ini berjalan untuk kebutuhan dalam negeri, ambisi meningkatkan justru yang selalu ada. Karena bisa menaikkan nilai ekspor non-migas. Maka meningkatkan produksi adalah satu-satunya jawaban.



Sekedar informasi, salah satu kopi Indonesia yang paling laris di pasar ekspor adalah kopi Gayo dari Aceh. Siapa yang tak tahu kopi yang satu ini. Cita rasanya yang khas dan aromanya yang begitu harum membuat konsumen pasar internasional tak ingin melewatkan kopi yang satu ini.


Maka pantas saja kopi gayo mendapat pengakuan sebagai kopi terbaik dari Specialty Coffee Assosiation of Eorope (SCAE), asosiasi kopi special yang konsen terhadap standar kualitas kopi dunia di daratan Eropa.

Ketenaran kopi gayo semakin membuat permintaan pasar global terhadap kopi ini menjadi sangat tinggi. Bahkan selama periode 2017 lalu, nilai ekspor kopi gayo mengalami peningkatan hingga 200% jika dibandingkan pada 2016.


Yang terbaru, pemerintah Indonesia melalui Ditjen PEN Kementerian Perdagangan baru saja diminta buyer-buyer baru untuk mengimpor kopi ini ke negara mereka. Salah satunya ialah buyer asal Kanada.



Melalui kerja sama Kemendag dengan Global Affairs Canada dalam Trade and Private Sector Assistance (TPSA) Project, para pengusaha kopi dari Takengon telah berpartisipasi pada pameran Global Specialty Coffee Expo di Seattle, Amerika Serikat awal tahun 2018 lalu. Tak hanya mengikuti pameran, para pengusaha kopi juga mendapatkan pembinaan selama dua tahun oleh TPSA Project.



Sebagai tindak lanjut dari pameran tersebut, kini para buyer diajak mengunjungi Perusahaan kopi gayo binaan TPSA Project seperti Koperasi Arinagata, PT. Meukat Komuditi Gayo, PT. Orangutan Lestari, Koperasi Redelong Organik, dan Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) untuk memberi informasi secara langsung bagaimana kopi gayo ditanam dan diproses. Tujuannya, memberikan keyakinan pada buyer akan kualitas kopi gayo.



Apabila transaksi dengan Kanada berjalan lancar, pasar ekspor kembali terbuka lebih lebar bagi komoditas kopi Indonesia. Akan sangat sayang apabila jalan baru yang dibuka Kemendag menjadi sia-sia apabila Kementerian yang mengurus sektor produksi tidak serius. Jangan sampai kita kehilangan pasar ekspor akibat produktivitas yang rendah.


Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
kopi pahit tanpa gula gimana caranya menggabungkan antara tanaman gula dan kopi satu pohon
Balasan post yuswijaya
Quote:


Orang yg beneran demen kopi mah gak minum pake gula

"I take it black"
Balasan post yuswijaya
Quote:


Kopi lover asli g demen pake gula bray emoticon-Leh Uga
Quote:


Berarti ane bukan kopi lover hahah ane ngopi sejak sd eh malah palingan tk udah rutin minum kopi wlp numpang ke bapak ane
Balasan post yuswijaya
Quote:


Ane sukanya kopi sachet sambil ngudud
Quote:


Praktishahah?!
kopi gayo?
die kagak tau aje ntu kopi di kasih campuran apaan emoticon-Embarrassment
Balasan post sudarmadji-oye
Quote:


kayak lu tau aja emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka

Balasan post chibiyabi
Quote:


kagak emoticon-Embarrassment
Balasan post yuswijaya
Quote:

Copy lover level savage itu bisa bedain acidity Dan punya brewing preference yg naujubilah njelimet nya: drip, coffee paper, Vietnamese style blaa blaa

Pernah Ada yg ane tawarin gula doi Hardik ane katanya doing minum kopi bukan minum gula. emoticon-Leh Uga
Balasan post victorducatisti
Quote:


orang yang super beneran demen kopi gak minum kopi yg diseduh dulu, langsung dari biji mentah non roasted dihisap lalu gigit kunyah

"i take it raw"
Balasan post KangPri
Quote:


ente hardik lagi, nih minum kopi langsung kunyah biji mentahnya non roasted emoticon-Big Grin
Quote:

Ane tau nya kopi tubruk sm kopi sacret gak tau yg aneh2
Quote:


enakan kopi pangku bre
Quote:


lo sebangsa luwak?
Quote:


Kopi pangku juju le ngerogoh susu
Balasan post cebong2019
Quote:


ya kenapa harus cebong atau kampret..boleh dong beda, kita luwak
Quote:


susu kan buat pegangan bre, yg bawah nancep emoticon-Kaskus Banget
Quote:


Sruput kopine kenyot susu ne dadine kopi susu
Quote:


saru ki
Spoiler for :
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di