alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / Supranatural /
Seru dalam kisah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfb6f259e7404067a8b4567/seru-dalam-kisah

Seru dalam kisah

Siapakah?
Siapakah?
Laki2
0%
Perempuan
0%
Sang Kyai 5
“Eh, eh, apa apaan ini?” aku berusaha mengangkat lengan Anggraini, tapi gadis itu menangis sesenggukan.

“Hu hu, mas Ian, kalau tak ada mas Ian apalah jadinya aku… hu… aku pasti tak sanggup membalas budi, dan pertolongan mas Ian… hu… aku siap mengabdikan diriku… hu…”

“Sudah-sudah ayo berdiri, tak baik dilihat orang, ayo berdiri.” kataku sambil menyalurkan tenaga prana lewat lengannya supaya dia tenang. Perlahan gadis itu berdiri, dan tegak di depanku.

“Jadi mas Ian mau menerima pengabdianku?” Aku yang tak mengerti, manggut aja. Dari pada masalah yang tak ada ujung pangkalnya berkepanjangan. Setelah aku manggut, gadis itu wajahnya kelihatan ceria, dan mengusap air matanya kemudian melangkah ke dalam.

Beberapa detik kemudian bu Lurah keluar dan mempersilahkan kami menikmati hidangan. Mujahidi kulihat mulutnya telah penuh makanan, bakwan, mendoan, tahu goreng, uh cabe yang di piring yang udah aku incer udah ludes. Mujahidi, enak aja mulutnya manyun kesana kemari, mengunyah makanan yang penuh di mulutnya sambil omong, “Hm…, semaleman bertarung, laper mas.., hm, hm, enak..” lalu setelah makan dia mengeluarkan sebatang Djisamsoe yang udah gepeng dan melengkung. Kemudian menyalakannya, asap mengepul dari bibirnya yang hitam kayak habis ditonjok orang, juga asap keluar dari lubang hidungnya yang lebar karena sering dikorek-korek dicari kotoran upilnya. Aku makin jengkel aja melihat tingkah Mujahidi, tanpa memandang sebelahnya yang jakunnya naik turun. Sebenarnya aku ngiler pada rokok yang diisepnya, tapi aku tak mau merengek-rengek, minta satu dua isepan, walau kalau dikasih, aku gak bakal menolak.

Karena melihat Mujahidi, kelihatannya rokoknya tak akan dibagi, aku segera pamitan kepada bu Lurah untuk pergi ke musholla, sekalian nunggu waktu sholat duhur, sambil selonjoran karena semalaman belum tidur, aku langsung tidur, jam menunjukkan jam sepuluh lewat lima menit.

Wah kalau ingat jam jelek yang selalu melingkar di tanganku ini, heran juga, yah walau jam tangan bermerek Casio ini menurut aku jelek, tapi awet banget, juga tahan air, aku malah mengira jam ini tak pakai batre untuk menopang jalan angkanya. Soalnya sampai tiga tahun kgak mati-mati, padahal semenjak kubeli, belum pernah aku melepasnya. Mandi, tidur, kemana aja jam ini kubawa. Sampai bentuknya buduk banget. Kaca mikanya jaret-jaret kesana sini. Penunjuk waktunya yang cuma angka-angka itu memudahkanku.

Apalagi kalau ingat waktu mendapatkannya, saat itu aku dari Serang Banten mau pulang ke Tuban nyampai terminal Pulo Gadung. Setelah membeli tiket bus malam jurusan Senori Tuban. Aku segera mencari tempat duduk, karena terlambat sedikit saja aku pasti tak akan dapat kursi, karena siapa cepat dapat. Untung aku masih kebagian kursi di tengah, walaupun bus yang kutumpangi jauh dari nyaman, aku berusaha menyamankan diri, bus masih menunggu penumpang penuh dan menunggu jam keberangkatan.

Para pedagang asongan berseliweran, sehingga menambah keadaan makin ribut. Tak jarang para pedagang itu menawarkan dagangannya disertai paksaan. Terdengar seorang pedagang jam tangan menawarkan dagangannya, sampai di depanku dia menawarkan dagangannya kepadaku, tapi aku menggeleng.

“Dilihat dulu mas, ngelihat kgak bayar kok.” kata pemuda penjual jamnya. Aku pun melihat, walau aku tak tau tentang jam tangan, tapi menurutku semua jam tangan yang dijualnya tak bagus. Maka ketika dia menawarkan kepadaku untuk membeli satu, aku menolak, lagian aku tak punya uang. Tapi dia maksa malah memakaikan jam tangannya ke pergelangan tanganku.

“Ayolah mas dibayar, cuma limapuluh ribu aja kok.” aku mau melepaskan jam tangan dari pergelangan tanganku, tapi pemuda itu menahan.

Besambung....
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di