alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Sandiaga: Petani Bukan Swasembada Tapi Swasengsara!
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfb66c898e31b7c1f8b4569/sandiaga-petani-bukan-swasembada-tapi-swasengsara

Sandiaga: Petani Bukan Swasembada Tapi Swasengsara!

Sandiaga: Petani Bukan Swasembada Tapi Swasengsara!


Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno dihadapan ratusan para petani tebu di Lumajang, Minggu menyatakan kondisi petani sekarang bukan swasembada tapi swasengsara. dan kondisi ini harus diperbaiki.

“Pemerintah harusnya hadir dan melindungi para petani bukan membuka keran impor yang membuat swasengsara petani,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (25/11).

Sandiaga diminta tanda tangan kontrak dengan petani tebu yang swasengsara, setelah membaca kontrak tersebut. “Setelah saya baca, saya akan langsung tanda tangan. Di sini juga, di hari ini dihadapan para petani,” jelasnya, dikutip Antara.

Ada tujuh poin yang diminta para petani tebu untuk dibenahi. Stop impor gula seperti yang dilakukan rezim sekarang, siap memberantas mafia pangan.

Utamanya sektor gula, subsidi pupuk, alat-alat pertanian, revitalisasi pabrik gula plat merah, memberikan kredit lunak dan ringan pada petani tebu, menghapus monopoli penjualan gula serta memperbaiki tata niaga gula.

Sudah tiga hari pasangan Prabowo Subianto ini berada di Jawa Timur, dan semua petani mengeluh rendahnya harga jual, mahalnya pupuk, serta ketidakhadiran pemerintah dalam masa-masa sulit mereka.

“Di Batu saya bertemu Pak Agus Sayur soal anjloknya harga tomat, di Jambuwer Pak Kresna yang juga mengeluhkan turunnya harga kopi dan kini para petani tebu di Lumajang. Insya Allah kami akan memperbaiki semuanya, termasuk kontrak politik kepada para petani tebu. Insya Allah kami wujudkan kembali swasembada pangan,” katanya.

Sebelumnya, salah satu petani Tebu, M Ridwan mengaku panen tebu beberapa tahun ini berakhir tragis. Biaya produksi tanam dengan harga jual sangat jauh rentangnya.

“Kami rugi besar. Kalau Pak Sandi bilang ingin memakmurkan petani saya salut. Tapi perjuangannya harus lebih ekstra pak. Melawan importir, mafia pangan, tata niaga, kalau Pak Sandi bisa dan bersedia menandatangani kontrak kami siap mendukung bapak,” kata Ridwan.

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
coba tanya wowok & zonkey waktu jd ketua HKTI udah ngapain aja
Nelayan bukan melaut tapi hanyut emoticon-Ngakak
Quote:


emoticon-Kagets
Petani harus dimuliakan.
Quote:


Nah iya ane jd lupa dia dulu bagian dr petaniemoticon-Malu
Mafia kok di ajak perangi mafia wkwkwkw koplak
Balasan post trirestya
Quote:

cepatnyaemoticon-Bingung
Salam emoticon-Peace Milyar aja deh....


emoticon-Ngakak
Balasan post cipokan.yuk
Quote:


mereka fokus cari tanaman penumbuh qontol utk prabowo huhuehue cuih
Masalah petani itu bukan masalah sepele yang bisa ditangani dengan secepat membalikkan telapak tangan, semudah membuat bacotan.
Masalah pangan, tidak melulu tentang petani,
masalah pangan itu masalah satu mata rantai, dari produsen, distributor dan konsumen.

Tanya orang kaya?
Mau mereka beli pangan lokal?
ke pasar tradisional aja jarang, coba cek kulkasnya, rata-rata pangan impor.

Ngasih makan ratusan juta orang itu ga gampang.
Di saat petani berkeinginan anak-anaknya jadi orang sukses bukan meneruskan pekerjaan ayahnya.
Apakah negara bisa memaksa warganya untuk jadi petani?

Masalah pangan dan pertanian kitu bukan masalah sepele, masalah kita bersama yang bukan petani, bagaimana kita tidak gengsi untuk membeli pangan lokal, tidak gengsi untuk becek-becek di pasar tradisional (*bukan saat kampanye saja).

Harus diakui, inflasi terjaga, harga barang-barang pangan tidak begitu bergejolak.

Jangankan jadi wapres,
lu jadi menteri pertanian, perdagangan pun bakal kelojotan memikirkan pangan nasional, karena di situ banyak kepentingan.

Ingat!!!
Dulu pernah ditangkap mantan presiden PKS untuk kasus kuota impor Daging/Sapi (*semoga tidak salah)

Ingat kasus impor gula yang menyeret mantan ketua DPD irman gusman?

Itulah fakta,
meski pemerintah sudah ketat, eh ternyata ada orang di luar pemerintah, yang bagian dari wakil rakyat bermain api.
ralat saya juga petani apel daerah batu
Cerita dari teman saya yang petani sayuran
harga tomat murah karna stok sangat melimpah...disaat petani memprediksi kedepanya harga tomat mahal,mereka berlomba lomba menanam tomat...dan di saat panen bisa dibayangkan betapa banyak stoknya...

Gak usah bawa bawa pemerintah lah
Disini pupuk juga disubsidi,semua itu kembali ke rejeki masing masingemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
oke crot solusinya, petani dicarikan tanahnya, dimodali, diberi peralatan, dibantu jual hasil pertaniannya, kemudian dibangunkan dari mimpi indahnya dengan crots di wajahemoticon-Wakaka
memangnya semudah itu? emoticon-Big Grin
Quote:


Mantep si Agan komentarnya... Tegas dan lugas... emoticon-Big Grin
Kalo ane sih dengerin si SANDI ini uda males gan, aneh2 omongan nya sering ngelantur dan hiperbola, cenderung mencari - cari kesalahan kompetitornya... Cemen ah kalo cawapresnya kek gini, cuma bisa mengkritik tanpa ada solusi dan gagasan yang jelas tentang permasalahan yang ada... Yang ada cuma janji - janji palsu saja sepertinya... IMO... Hehehe
Balasan post mr.totot
Makasih replynya, tuh dah ane kasih cendol
petani = mau menjual dengan harga semahal2nya
pembeli = mau beli dengan harga semurah2nya

fungsi pemerintah = balance antara kedua ini. Kalau harga cabe/jengkol/apalah mahal pasti muncul berita pembeli ngamuk2 harga mahal dll, sementara kalau harga kemurahan petaninya yang marah harga kemurahan.

Ya mau gak mau pemerintah harus petain seluruh produksi distribusi (ga gampang) biar stok cukup. dan mungkin perencanaan produksi juga kedepannya (ga bisa juga petani asal tanam komoditi A berjuta hektar dengan harapan harga mahal emoticon-Ultah terus pas harganya jelek tuntut pemerintah yang beli. musti bikin kontrak jual-beli komoditi, mungkin libatkan asosiasi koperasi (untuk atur petani) - ini baru produksi aja, belum bagian penyimpanan dan distribusi emoticon-Hammer panjang deh emoticon-Hammer
Sandiaga: Petani Bukan Swasembada Tapi Swasengsara!
Awas, abis ojek ntar didemo petani lho

Melecehkan profesi petani berani sebut swasengsara wkwk

Di satu sisi teriak harga harga melonjak

Di sisi lain bilang petani sengsara (hasil tani harga jelek)

Yg bener yg mana pak?
Diubah oleh MIXMAXMUX
Kemaren ributin harga di pasar mahal, sekarang harga anjlok
Serba salah bang uno nih, kena komplain pembeli, kena komplain petani juga
Balasan post udalupanie
Quote:


Tipikal
Satu nanam tomat semua nanam tomat
Akibatnya harga tomat yg mestinya stabil jadi drop karena stok melimpah
Trus petaninya frustasi, nyalahin pemerintah, dan demo sambil ngebuang tomatnya ke selokan yg akhirnya bikin dia bener bener rugi


Halaman 1 dari 5


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di