alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Sepeda /
Ride Ke Kalikuning Bersama Rombongan Campuran
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfb63eadad770ef178b457b/ride-ke-kalikuning-bersama-rombongan-campuran

Ride Ke Kalikuning Bersama Rombongan Campuran

SALAM GENJOTTT!!!



Quote:



_______________________________ Days before ... _______________________________

Akhir pekan hampir tiba dan berarti jadwal bagi saya berolahraga di hari Ahad. Saya mulai berdiskusi dengan teman saya ke mana tujuan akhir pekan ini. Heran saya, sukanya dia minta destinasi yang medan jalannya menanjak. Padahal saya benci tanjakan meskipun bisa melakukannya. Pada akhirnya Kalikuning terpilih sebagai destinasi bersepeda akhir pekan ini.

Kalikuning adalah salah satu obyek wisata alam di Kaliurang. Wisata yang tersaji di sana adalah sumber mata air yang dekat dengan kaki Gunung Merapi. Jaraknya dari kota sekitar 20 km.


Quote:


Saya mengajak teman saya om jus setelah mantap memilih destinasi. Kesepakatan tercapai, di hari H nanti akan berangkat jam setengah 6. Om herbivor nunggu di perempatan Jakal jam 6.

__________________________________ Ride ... __________________________________

Ahad, saya dan om jus mulai berangkat agak telat sedikit menuju titik pertemuan di perempatan Jakal. Tak lupa aplikasi pencatat perjalanan, Strava, saya aktifkan dan siap merekam. Ternyata om jus membawa seorang teman dan ternyata –lagi– ada teman om jus mau ikut dan nunggu di parkiran Abu Bakar Ali. We got company! Setelah rombongan terkumpul, perjalanan dilanjutkan ke arah Jakal. Jam 6 lebih, rombongan sudah sampai di tempat om herbivor menanti.

Perjalanan dilanjutkan ke arah utara menyusuri Jalan Kaliurang. Setelah KM 10 rombongan berbelok ke kanan menuju Jalan Merapi View. Rombongan kerap kali terpecah jadi speed hunters dan leisure riders. Saya di tengah-tengah.

Tanjakan makin curam. Speed hunters masih menjaga kekuatan kayuhan sementara 4 orang leisure riders masih di belakang. Saya dan Unis mencoba melibas tanjakan dengan kemampuan yang ada. Agak berat karena crank saya set hanya besar dan menengah. Beruntung bobot Unis ringan, tidak seperti Mona yang sudah saya lepas kepada laki-laki lain.

Sembari menikmati tanjakan yang kian menyiksa kaki dan pernapasan saya jadi sesaat ingat pernah membawa seseorang ke suatu wisata di Pakem. Pake sepeda dong. Bermotor. Sesaat kangen, kemudian sirna begitu saja karena tanjakan makin ganas, beberapa kali saya berhenti sambil menunggu para leisure riders, om jus masuk di dalamnya. Sementara speed hunters sudah tak tampak punggungnya, om herbivor termasuk di dalamnya.

Melihat kondisi leisure riders makin capek, rombongan berhenti di warung gorengan. Ada seseorang dari leisure riders yang baru pertama kali gowes jauh jadi agak ketinggalan. Total rombongan termasuk saya ada 8 dan yang tertinggal cuma 1 makanya ditunggu sambil melahap gorengan hangat. Beberapa merokok, beberapa yang lain memesan teh hangat, saya dan om herbivor menikmati air mineral dalam kemasan yang sedari berangkat dibawa. Sial, saat memeriksa ponsel, aplikasi Strava tertutup. Perekaman berhenti. Hell!

Pada akhirnya om anyaran yang ditunggu-tunggu sampai juga di warung dengan sepedanya dibawa oleh anggota rombongan lain. Dia sendiri berjalan kaki karena merasa sudah tidak kuat, sumber kekuatannya adalah iming-iming teh anget. Setelah beberapa saat, perjalanan dilanjutkan. Saya membeli air mineral baru karena yang saya bawa sudah habis.

Beberapa meter berjalan, sepeda om herbivor mulai berontak. Anting rear derailleur patah (dan hatinya juga)! Sempat dicoba untuk memakai rantai tanpa RD. Setelah dicoba jalan ternyata jalur rantai yang tidak sejajar antara cassette dan crank membuat kayuhan tidak tersalurkan ke roda dan rantai terus-terusan bergeser. Akhirnya om herbivor menyerah, melepas rantai dan meluncur pulang melalui jalan menurun yang tadi dilewati dengan penuh peluh dan perjuangan.


Spoiler for om herbivor dan anting yang patah:



Rombongan melanjutkan perjalanan yang katanya tinggal sedikit lagi. Benar saja, hanya beberapa ratus meter ternyata destinasi sudah tercapai. Segar dan sejuk, hijau. Mantap! Sayangnya Unis tidak terlalu berani berjalan di kontur jalan tanah berbatu, dia takut terpeleset.


Spoiler for pintu masuk Plunyon:



Spoiler for pemandangan di Plunyon (1):



Spoiler for pemandangan di Plunyon (2):


Jam 10. Rombongan mengambil foto di beberapa titik wisata. Kemudian juga rombongan sempat nyemplung di jalur air, kecuali saya. Selain mendinginkan tubuh, mereka juga asyik menguji daya tahan Sony Z4 mini milik salah satu speed hunters untuk memotret di bawah air. Setelah puas main air, gerimis turun dan rombongan memutuskan turun ke kota. The damn things is about to start.


Spoiler for bergaya (1):


Spoiler for bergaya (2):


Spoiler for bergaya (3):


Spoiler for main air:


_______________________________ After Ride ... ________________________________

Jam 11 kurang 15. Rombongan turun di bawah rintik hujan. Mereka ngebut. Unis tidak bisa, membuat saya makin tertinggal dari rombongan. Ini bukan turunan pertama saya bersama Unis, tapi saya masih belum berani membiarkan Unis ngebut.
Saya dan Unis kalau menghadapi turunan agak curam malah tidak mencapai kecepatan maksimum. Selain karena bobot badan saya yang light, jalanan yang menurun biasanya menyediakan beberapa kejutan seperti aspal yang retak, kontur yng tidak rata, bahkan lubang. Saya harus memegang drop agar pengereman bisa dilakukan dengan efektif dan aman. The damn thing is, ban depan terlalu keras setelah tadi di tengah perjalanan berangkat dipompa oleh om jus. Akhirnnya saat melewati jalan yang retakannya agak lebar dan intensitas retak tinggi, goncangan akan sangat terasa, bahkan lengan atas saya sampai terguncang sangat keras. It's damn hurts! Botol air yang saya beli tadi di warung gorengan pun terlempar ke jalanan padahal  isinya masih ¾. Mau saya ambil tapi kecepatan telanjur tinggi. Belum turunan agak panjang dan menahan getaran, telapak tangan saya mulai sakit karena mencengkeram drop hingga saya harus beberapa kali berhenti untuk menyantaikan tangan saya. Rombongan sudah lama tak terlihat.

Hingga beberapa menit kemudian saya akhirnya bertemu dengan rombongan yang sengaja berhenti menunggu saya. Setelah itu perjalanan berlanjut dengan minimal effort karena jalan turunan sehingga tidak diperlukan kayuhan. Tidak ada balapan lagi, hanya membelah lalu lintas yang kami lakukan. Pada akhirnya saya sampai kos jam 12.15. Hell!

_______________________________ Closing ... ________________________________

Jika dilihat dari Google Maps, jarak kos saya sampai Kalikuning adalah sekitar 24 km. Jadi hari itu saya bersepeda sekitar 48 km, sayangnya tidak tercatat di Strava hingga kurang saya kurang tahu berapa jarak pasti yang sudah saya tempuh dan elevasi yang sudah saya lalui. Afterall, bagi orang-orang yang merindukan sejuknya udara dan segarnya pemandangan, Kalikuning bisa jadi alternatif untuk sejenak menenangkan pikiran.

Quote:



___________________________ My Another story ... ____________________________


Diubah oleh rwbw
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di