alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Sisa saham Nadim di GO-JEK gak sampai 5%?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfb5847dc06bdd5608b4571/sisa-saham-nadim-di-go-jek-gak-sampai-5

Sisa saham Nadim di GO-JEK gak sampai 5%?

Sisa saham Nadim di GO-JEK gak sampai 5%?

JAKARTA (IndoTelko) - Nama Nadiem Makarim sejak era ekonomi digital muncul menjadi salah satu icon dan selalu banyak diperbincangkan di media massa.

CEO dan founder GO-JEK ini dianggap sukses membawa aplikasi ride-hailing itu menjadi salah satu unicorn di Indonesia dan diperkirakan valuasi dari perusahaannya mencapai US$10 miliar.

Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah berapa sebenarnya sisa saham Nadiem di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa?

Situs KRAsia dalam laporannya pada (23/11) menurunkan tajuk yang lumayan menarik yaitu "More details on Go-Jek’s company structure and shareholding".

Dalam berita itu, terungkap MomentumWorks mengeluarkan laporan terkait struktur pemegang saham dan manajemen dari GO-JEK yang tengah mencari pendanaan baru.

Menurut MomentumWorks CEO dan founder Nadiem Makarim masih memegang sekitar 58,416 saham atau setara dengan 4,81% kepemilikan di GO-JEK.

Berikutnya, Chief Information Officer (CIO) dan co-founder Kevin Aluwi memegang 205 lembar saham.

President Director Andre Soelistyo memiliki 3,357 lembar saham. Andre sebelumnya adalah eksekutif di Northstar Group dan komisaris di Kartuku, perusahaan yang diakuisisi Go-Jek pada 2017 lalu. Direksi lainnya yang memegang saham GO-JEK adalah Antoine de Carbonnel (1,923 saham).

Sementara di jajaran komisaris dari GO-JEK ada sejumlah nama mentereng seperti George Raymond Zage III (Singapura) yang dikenal sebagai CEO of Farallon Capital Asia. Ho Tak Chow (Singapura) dari Capital International from Capital Group.

Nama lainnya di Komisaris adalah Jeffrey David Pearlman (Singapura), perwakilan dari Hua Ping. Kusumo Martanto (Indonesia), CEO BliBli.com, yang juga COO GDP Venture. Li Zhaohui (China), Managing Partner Tencent Investment. (Baca: Djarum di GO-JEK)

Tak ketinggalan ada juga nama Pandu Patria Sjahrir (Indonesia) yang dikenal juga sebagai Direktur Keuangan dari PT Toba Bara. Nama Pandu tak asing di dunia digital karena juga menjadi Komisaris Utama di Garena, Shopee, dan Airpay. (Baca: SEA di Indonesia)

Berikutnya ada nama Pradyumna Agrawal (Singapura) dari Temasek dan Prijono Sugiarto (Indonesia) dari Astra International untuk jajaran komisaris di GO-JEK. (Baca: Astra dan GO-JEK)

Di laporan tersebut terungkap GO-JEK memiliki modal disetor sudah mencapai Rp446 miliar dan telah 12 kali melakukan putaran pendanaan.

Saat ini komposisi pemilik saham di Go-JEK diantaranya terdiri atas Gamvest PTE Ltd (8,82%), KKR GO Investment (7,14%), Sequoia Capital India Investment (6,88%), WP Investment (6,57%), Golden Signal Limited (5,49%), London Residential (5,39%), Nadiem Makarim (4,81%), NTS Gemma Inc (4,48%), Sixteen Dragonfruit SA RL (4,38%), PT Astra Internasional (4,03%), GJK Holdings (3,17%), PT Global Digital Niaga (2,94%), Anderson Innvestment (2,94%), Google Asia Pacific (2,51%), dan OSV Moto Holdings (2,51%).

Di pertengahan November ini The Strait Times menurunkan artikel “Indonesia's Telkom in talks to buy stake in Go-Jek”. (Baca: Calon Decacorn)

Kabar beredar menyatakan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) akan ikut menyuntikkan modal ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Kabarnya, Telkom akan mengguyur GO-JEK tidak kurang dari US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,35 triliun.

Isu investasi ini muncul di tengah upaya ride-hailing itu menjajaki pendanaan baru senilai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 29,6 triliun. Tambahan pendanaan ini untuk menopang rencana ekspansi keempat negara, yakni Vietnam, Thailand, Filipina, dan Singapura.


Sumber : https://www.indotelko.com/kanal?c=rm...-nadiem-go-jek
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Kalo mau diterusin, cek lagi kepemilikan perusahaan2 pemilik saham Gojek sampe ketemu beneficial ownernya (pemilik yg perorangan, bukan perusahaan). Bukan nggak mungkin ada Nadiem juga somewhere. Tren jaman sekarang horang kayah macam harus punya shell company.
untuk ukuran individu.. jumlah sahamnya msh gede banget itu.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
Aplikasi karya anak bangsa.
sudah bisa difastikan akan kabur setelah gonjang ganjing terjadiemoticon-Imlek
Pandu Patria Sjahrir




keluarganya luhut pandjaitan tuh..

Balasan post politickntricks
Quote:


Nah ini
Balasan post politickntricks
pikir positif aja gan... keluarga nya kayanya keluarga unggulan deh.. baca aja biographynya masing2
Quote:


Emangnya kenapa bray ?
saiya malah kagag ada saham sepersen pun disana
Sudah untung banyak, sisa cabutnya aja wkwkwkkw

Yg dapat ampasnya nanti investor ritel.

Diubah oleh MIXMAXMUX
dari awal udah tajir + pinter makanya jadi begini , keluarganya dari awal juga udah mantep
Balasan post masmomon
Quote:


beli dong gan
Data nya kurang valid , suntikan dana dari google , Temasek dan beberapa perusahaan on line di china ga dilaporkan di sini, valuasi gojek sendiri sudah di atas 50 trilyun jadi sisa kepemilikan Nadiem dan investor indonesia sendiri sebenarnya sudah dibawah 1 %
terlalu besar hanya utk bisnis antar doang emoticon-Big Grin
telkom nanem 7 trilium utk sebuah project yg belum pasti?
gile bener emoticon-Big Grin
telkom juga ikutan berarti telkom juga bakal jadi provider yg mendunia..emoticon-Takut
Balasan post Quadpixel
Quote:



Biar data yang bicara gan
Sisa saham Nadim di GO-JEK gak sampai 5%?

Sisa saham Nadim di GO-JEK gak sampai 5%?
Untuk perusahaan tertutup sebenarnya banyaknya saham tdk terlalu relevan dgn benefit yg didapat. Apalagi semacam gojek yg hampir pasti ada perjanjian diantara para pemegang saham yg diluar aturan hukum perseroan terbatas umumnya.
Quote:


Emang dpt profit dr bisnis antar doang? emoticon-Ngakak
Sampe skrg pun gojek ga dpt profit
Mereka msh ngumpulin data
2-5 tahun lagi mereka baru bisa ngumpulin profit, dan profitnya bakalan fantastis
Kalau di hitung bukan dari orang bisnis sih nih perusahaan rugi terus..

Soalnya nombokin insentif buat driver yang jumlahnya udh ratusan ribu mugkin jutaan..

Sehari mau bakar berapa milyar duit..

Tapi gimana hitungan mereka sih gak ngerti deh..
Balasan post sebatang.rokok
Quote:


bakalan pantastis, akan besar, saham harganya bakalan mahal, bla bla itu biasanya omongan orang2 yg ada di dalam usaha skema ponzi emoticon-Embarrassment

project nya di vietnam aja masing kecil bet, full otonomi lagi, sdgkan di negara lain seperti malay, singapoh, thailan, philipin, di tolak

7 triliun utk project yg gak jelas, ngepet aja bangkrut, terlalu berani emoticon-Big Grin

misal jualan data? emang semudah itu bisa jual data pelanggan? pesbuk aja hampir jatuh gara2 masalah data enih, itu krn di colong, apalagi kalo gara2nya "sengaja dijual" emoticon-Big Grin
Diubah oleh sudarmadji-oye
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di