alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Waspada KPK gadungan bergentayangan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfb2adcdc06bd440a8b4588/waspada-kpk-gadungan-bergentayangan

Waspada KPK gadungan bergentayangan

Waspada KPK gadungan bergentayangan
Foto ilustrasi pekerja membersihkan gedung KPK di Jakarta, Rabu (21/11/2018).
Penipu yang mengatasnamakan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat beraksi di mana saja, dari Sabang sampai Merauke. Petugas gadungan itu pun melakukan aksinya melalui beragam cara dengan mengancam langsung dengan seragam mirip KPK sampai ancaman melalui telepon.

Maraknya orang yang mengaku petugas KPK dan diduga melakukan penipuan itu terlihat dari laporan Direktorat Pengaduan Masyarakat KPK. Selama tiga hari saja (19-22 November 2018), direktorat telah menerima 22 pengaduan karena adanya orang yang diduga melakukan penipuan, permintaan uang dan mengaku seolah-olah dari KPK.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan ada 11 kasus KPK gadungan yang diproses oleh Polri. Dari 11 kasus tersebut, sebanyak 24 orang itu ditangkap selama tahun 2018.

"Secara umum pelaku mengaku sebagai anggota KPK atau bisa mengurus kasus yang sedang berjalan di KPK dengan meminta imbalan sejumlah uang. Beberapa di antaranya merupakan anggota LSM dengan nama mirip KPK atau Tipikor. Salah satu pelaku ada yang mendatangi kantor partai di Madiun dan meminta uang," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah dikutip Detikcom.

Febri menjelaskan, modus penipuan yang digunakan yakni seolah-olah ada transaksi perbankan dan pencucian uang. Pelaku kemudian menanyakan identitas korban secara lengkap, nama, alamat, dan nomor KTP.

KPK gadungan tersebut lalu menyampaikan bahwa ada uang masuk ke rekening korban yang diduga terkait dengan pencucian uang. KPK gadungan menawarkan bantuan untuk melaporkan ke Polda Metro Jaya. Febri menegaskan tidak benar pegawai KPK tidak akan menelepon orang yang diduga berkasus.

Ferbi mengatakan, pelaku penipuan menggunakan nomor telepon KPK gadungan yang hampir mirip dengan nomor telepon pengaduan KPK yang asli, diawali dengan 021-2552, 021-2555, 021-2559.

Contoh lainnya, adalah proposal berjudul "Badan Penegak Hukum Negara dan Masyarakat Komite Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi KPK-Jabar Setda Bekasi Raya" yang beredar di Bekasi Jawa Barat" pada Oktober lalu.

Dalam sampul proposal itu dimuat huruf yang mirip dengan logo KPK disertai tulisan Provinsi Jawa Barat dan Komite Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di bawahnya. Surat itu melampirkan rekening bank dan daftar kebutuhan biaya.

"Kami ingatkan bahwa dokumen yang menggunakan seolah-olah logo KPK tersebut dengan tulisan KPK-Setda Bekasi Raya itu bukan dari KPK," kata Febri melalui Kompas.com.

KPK meminta seluruh pihak untuk mewaspadai jika mendapati permintaan biaya tertentu oleh pihak yang menyalahgunakan nama instansi KPK. Febri juga mengimbau seluruh pihak segera melapor ke polisi apabila mengalami pemerasan atau penipuan terkait proposal itu.

Febri menegaskan semua pihak agar tidak menyalahgunakan nama instansi penegak hukum termasuk KPK untuk melakukan penipuan. Dia mengimbau apabila ada pengaduan untuk menghubungi nomor telepon resmi yakni 021-2557 8300 dan 021-2557 8389.

Pengaduan dapat pula melalui pesan pendek 08558575 575, 0811959575 atau faksimili 021-52892456 serta surat elektronik [URL="mailtoemoticon-Stick Out Tongueengaduan@kpk.go.id"]pengaduan@kpk.go.id[/URL]. Adapun situs resmi layanan pengaduan KPK adalah https://www.kpk.go.id/id/layanan-pub...uan-masyarakat
KPK daerah
Penipuan berkedok petugas KPK seringkali terjadi di daerah. Padahal KPK selama ini tidak mempunyai perwakilan di daerah. Tak hanya penipuan berkedok petugas KPK, kenyataannya kasus korupsi pun sangat rawan di daerah. Untuk itu, usulan adanya perwakilan di daerah terus muncul.

Ketua Tim Riset Pola Korupsi Daerah Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), Vishnu Juwono, mengusulkan dibentuknya perwakilan KPK di daerah yang rawan terjadinya korupsi.

"KPK hendaknya secara bertahap melakukan ekspansinya di daerah-daerah yang rawan korupsi dengan pembentukkan kantor perwakilan di daerah," kata Vishnu melalui Antaranews.

Menurut dia, kantor perwakilan KPK dibentuk di daerah yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah, di antaranya di Pulau Sumatera atau Pulau Kalimantan.

Vishnu menyatakan, pejabat daerah yang terkena operasi tangkap tangan juga semakin banyak untuk itu perlu segera dibentuk KPK di daerah.

Ia mengatakan, ada pola korupsi yang dilakukan di pemerintah daerah yaitu berkaitan dengan perizinan, pelemahan fungsi pengawasan DPRD, manipulasi pengadaan barang dan jasa, jual beli jabatan, dan penyelewengan penggunaan dana desa.

Korupsi yang terjadi di daerah, katanya, masih menggunakan cara-cara tradisional seperti manipulasi izin, jabatan, dan pengadaan barang dan jasa. Maka tidak heran operasi tangkap tangan KPK selalu terjadi.

Kantor perwakilan KPK di daerah sebenarnya tinggal menunggu waktu. Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif mengharapkan rencana pembangunan sembilan kantor perwakilan di luar Jakarta terwujud akhir tahun ini.

Laode mengatakan rencana pembangunan kantor perwakilan di sembilan daerah itu adalah salah satu upaya KPK dalam meningkatkan kinerja penindakan dan pencegahan korupsi di daerah.

Kantor perwakilan itu akan berada di beberapa provinsi atau wilayah di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan Jawa. Kantor perwakilan di daerah akan membimbing masyarakat dalam mencegah korupsi agar bisa mengawasi dan mencegah praktik korupsi bersama-sama.
Waspada KPK gadungan bergentayangan


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...bergentayangan

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Waspada KPK gadungan bergentayangan Anda tega menyantap sup sirip hiu terbantai?

- Waspada KPK gadungan bergentayangan Prabowo tak masalahkan Yerusalem

- Waspada KPK gadungan bergentayangan Hari Guru Nasional di tengah tantangan industri 4.0

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
setelah Polisi gadungan sekarang KPK gadungan

lama lama Kaskus gadungan ntar emoticon-Big Grin


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di