alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / B-Log Personal /
Wanita dan Senja (Kebersyukuran Suatu Senja)
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfac304e05227e62e8b4567/wanita-dan-senja-kebersyukuran-suatu-senja

Wanita dan Senja (Kebersyukuran Suatu Senja)

Wanita dan Senja (Kebersyukuran Suatu Senja)
Salam agan-aganwati penikmat kaskus yang budiman. Disini ane mau coba sharing pengalaman aja sih, bukan hal besar cuman menurut ane gak ada salahnya buat dibagi.
Share to Care.

Quote:


Suatu Jumat yang terlambat untuk disebut siang dan terlalu dini untuk menjadi senja ketika matahari benar-benar sedang menunjukkan keperkasaannya, dari Yogya ku arahkan mobil pinjaman menuju distrik kecil diantara Yogya dan Solo, begitulah Klaten dan ya, aku pulang. Hatchback putih yang kala itu tampak menjadi abu-abu karena seminggu di Yogya ku parkir di bawah pohon mangga yang nampaknya sedang sakit terlihat dari banyaknya getah yang ia tumpahkan. Sebagai anak yang masih bisa disebut muda, akupun risih dengan keadaan si mobil saat itu. Kusam, lelah, seakan merintih dan kurang menawan untuk menumpangi makhluk seindah perempuan (seandainya).
Memang sangat jarang aku pakai kendaraan roda empat ini, membosankan memang. Dan sekitar 7 kilometer sebelum sampai rumah, ku belokkan setir menuju tempat pencucian. Ya bukan gimana, hanya rasa malu ketika pulang mengembalikan kendaraan pinjaman orang tua dalam keadaan hina emoticon-Big Grin.

Skip skip, singkat cerita ane merasa salah tempat ketika kemudian seorang wanita muda di pencucian tersebut menyuruhku unruk menaikkan sendiri kendaraan ke tempat pencucian gan. Sedikit gambaran bahwa ane tinggal di suatu desa di dalam kabupaten, mana mungkin ada self service car wash di daerah macam ini pikirku.
Takmau ambil pusing dan karena yang penting segera bersih aja kan kendaraan itu, akhirnya kunaikkan sendiri. Sang perempuan memberi aba-aba yang ane perhatikan dari balik setir.
Ketika si perempuan mulai mengeluarkan beberapa karpet dari dalam mobil dan mencucinya dahulu, ane asik menunggu sambil baca buku pinjaman dari sahabat ane "the subtle art of not giving a f*ck", dan tentu saja mulut ini gak bisa diam begitu saja, ane santap tahu sumedang yang ane beli di pinggir jalan sekitar Kalasan.

Beberapa menit kemudian munculah seorang pria muda yang kemudian ane ketahui ternyata papa muda keluar dari dalam ruangan menggunakan alat bantu jalan dan nampak terpincang-pincang, terlihat salah satu kakinya dibalut perban sewarna dengan kulitnya. Ane sedikit melirik dan berfikir sepertinya orang ini baru saja terkena musibah, sambil meneruskan mengunyah tahu paling lezat seantero Jawa. Tanpa keluar sedikitpun kata-kata keluhan ia keluarkan vacum cleaner dan mulai membersihkan bagian dalam mobil. Si perempuan muda (yang kemudian ku tebak dan sepertinya tebakanku benar dia adalah sang istri) selesai mencuci karpet-karpet mobil dan mulai menjemurnya. Kala itu ada 3 sepeda motor dan 1 mobil yang sedang dalam proses percantikan hahaha. emoticon-Genit  Setelah selesai urusannya dengan vacum cleaner, kemudian pria itu kembali terpincang-pincang berganti alat dan mulai menyemprotkan air ke 3 motor secara bergantian dan terakhir giliran mobil ane dibukin basah.
Sang istri pun tak mau kalah gan, bak mesin yang telah tersetting dengan keteraturan program komputer ia mulai melumuri semua kendaraan dengan sabun yang penuh busa. Sebagai laki-laki normal ane lirik juga tuh mbak-mbak yang menurut ane makin seksi aja mainan sabun hahaha gak gak, maksudnya ane mulai kagum dan kayak di sinetron-sinetron seakan ada suara di atas kepala ane berbicara "sungguh kerjasama sepasang insan yang menakjubkan, lebih romantis dari sepasang kekasih yang saling membelai ujung bibir untuk membersihkan 'kapres' sisa makanan yang sengaja dibuat belepotan, duh jijik asu hahaha"emoticon-Busa

Maksud ane adalah saling mengerti dengan tidak saling bicara namun paham apa yang harus dilakukan, paham tugas masing-masing. Dan yang pasti satu tujuan, memuaskan pelanggan hahaha dengan membersihkan kendaraan mereka tentu. emoticon-Big Grin Dan menurut ane memang seperti kehidupan yang sempurna, ketika sepasang kekasih tak perlu saling atur, tak perlu saling suruh, namun tau posisi dan tugas masing-masing dengan tujuan yang sama. Bisa level relationship nya expert, bukan kaleng-kaleng. emoticon-Cool Kemudian masih sambil fokus ke buku yang ane baca walaupun lupa juga waktu itu chapter apa hahaha, ane denger suara anak kecil yang sepertinya masih bayi merengek dari dalam ruangan. Memang sih sore itu terik matahari memancarkan keperkasaannya meskipun telah senja, jadi hawa panas memang masih sangat menyengat sore itu yang manusia seumuran ane aja kepanasan, apalagi anak bayi.

Sejam sebelumnya, ane rasanya memang kepengen marah dan protes sama tempat pencucian itu karena rasanya kurang profesional aja pelayanannya mulai dari yang ane harus menaikkan sendiri mobil ke tempat pencucian, untung gak disuruh naikkin mbaknya hahaha mbaknya naik mobil maksudnya gan... emoticon-Big Grin
Namun rasa pengin marah itu tertutup oleh kuatnya perasaan bodo amat yang penting mobil ane bersih, gak malu sama orang tua pas pulang ke rumah gitu hahaha atau sebenernya pengaruh juga sih dari bacaan yang emang lagi ane baca saat itu yang intinya kadang memang kita musti bodo amat sama keadaan sekitar meskipun juga dengan bodo amat itu berarti kita juga memikirkan fenomena yang terjadi.
Dan fenomena yang ane ambil sore itu adalah, bahwa seorang pasangan terutama si perempuannya (karena emang ane paling tertarik kalo suruh bahas masalah wanita emoticon-Big Grinemoticon-Wowcantik ) kalo emang udah bisa ngerti satu sama lain, keadaan apapun pasti bisa berjalan seharmonis deruan ombak tepi pantai gan. Suatu keteraturan yang menurut ane emang didambakan banyak pasangan, tentu saja yang logika rasionalnya jalan sih hahahaha.
Bahwa cinta memang bukan hanya berasal dari kata-kata, namun keteraturan yang terjadi di dalamnya adalah kunci dari indahnya makna cinta itu sendiri.
So, menurut ane kalo masih ada pasangan yang saling berbunga karena kata-kata, belum tentu bunga itu akan selalu segar ketika salah satu dari mereka mulai cidera.

Dari kisah sampah ane ini gan, bisa diambil kesimpulan bahwa suatu kejadian dalam hidup jangan hanya dilihat dari satu sisi sempit aja. Misal ane menilai kejadian waktu itu dari sudut pandang dan posisi ane sebagai pelanggan, sudah pasti ane bakalan marah.
Tapi saat itu (kebetulan ajasih) otak ane menilai kejadian di dalam kejadian, kemudian dua kata indah yang kemudian muncul di benak ane, yaitu "Terimakasih Tuhan"

Kalo ada agan-aganwati yang punya kisah hampir mirip secara esensi boleh share di mari juga yeee. Dan karena ane baru tolong jangan dihujat pake batu bata gan hahaha just sharing aja. emoticon-Angkat Beer
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di