alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pemuda Muhammadiyah Kembalikan Rp 2 M, Polisi Tetap Lanjut Penyidikan
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfaab66d675d4ba138b4567/pemuda-muhammadiyah-kembalikan-rp-2-m-polisi-tetap-lanjut-penyidikan

Pemuda Muhammadiyah Kembalikan Rp 2 M, Polisi Tetap Lanjut Penyidikan

Jakarta - PP Pemuda Muhammadiyah mengembalikan uang Rp 2 miliar dana apel dan kemah pemuda Islam 2017 ke Kemenpora. Polisi mengatakan pengembalian uang tak membuat penyidikan perkara selesai.

"Nggak (membuat penyidikan perkara selesai). Jadi pengembalian uang itu kalau sekarang dikembalikan, wujud apa? Karena uang itu di tahun 2017 kan sudah dipertanggungjawabkan kepada Kemenpora," kata Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendarwan saat dihubungi, Sabtu (24/11/2018).

Bhakti mengatakan uang yang dikembalikan itu tidak masuk di mekanisme kerugian negara karena bukan putusan tuntutan ganti rugi (TGR) dari BPK. Dia mengatakan pengembalian uang justru jadi disinyalir ada masalah yang terjadi.

Baca juga: Polisi Pastikan Tak 'Tebang Pilih' soal Ungkap Kasus Dana Kemah

"Kalau sekarang dikembalikan tanpa ada putusan TGR dari BPK itu seperti apa? Berarti uang itu uang siluman, tidak masuk di mekanisme kerugian negara. Justru itu malam memperkuat kami memang ada masalah," ucap dia.

Meski begitu, Bhakti mengatakan pihak kepolisian bukan mencari fakta formil. Pihak kepolisian saat ini tengah menyidik dugaan penyalahgunaan anggaran dana kemah itu.

"Kami mencari fakta materiil, bukan fakta formil. Bukan masalah kontraknya. Ini ada perbuatannya," ujarnya.

Baca juga: Pemuda Muhammadiyah Akui Kembalikan Rp 2 M, Ini Alasannya

Sebelumnya, Ketua Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani, mengatakan uang Rp 2 miliar itu sudah dikembalikan ke Kemenpora. Pihaknya mengembalikan uang itu atas dasar harga diri karena Pemuda Muhammadiyah punya spirit antikorupsi. Alasan lainnya yakni terjadinya perbedaan program kegiatan. Semula PP Pemuda Muhammadiyah mengajukan usulan kegiatan pengajian akbar, tapi belakangan diubah Kemenpora menjadi kegiatan apel dan kemah pemuda Islam pada 2017 di Prambanan, DIY.

Terkait hal ini, Bhakti mengatakan semestinya uang dari Kemenpora dikembalikan jika menemukan ada perbedaan kesepakatan.

"Gini simpelnya aja, kalau misalnya mereka dari awal tahu di kontraknya tidak sesuai dengan yang mereka ajukan, kalau memang spiritnya antikorupsi, dikembalikan saja uang itu semenjak 2017. Jadi kalau mereka dari awal tahu ada masalah di kontrak, harusnya ditolak. Kenapa saat itu digunakan? Sekarang naik ke penyidikan, 'wah kami dianggap korupsi'. Oh nggak," ujar Bhakti.

Baca juga: Polisi Panggil Lagi Fanani soal Dana Kemah Pemuda Awal Desember

Dalam kasus ini, polisi sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak Kemenpora untuk mengumpulkan barang bukti kasus tersebut berupa daftar isian pelaksanaan anggaran dan proposal pengajuan kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia. Polisi juga telah meminta klarifikasi kepada sejumlah pihak Kemenpora.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan menyatakan memiliki bukti kuat soal dugaan penyimpangan dana kemah dan apel pemuda yang diselenggarakan Kemenpora pada 2017. Bukti dan keterangan saksi itu pulalah yang menjadi dasar polisi meningkatkan penanganan kasus tersebut ke tingkat penyidikan.

Adi mengatakan penyidik telah mendapatkan dokumen dan bukti-bukti berkaitan dengan kasus itu. Pihaknya juga berencana memanggil saksi lain untuk menguatkan soal dugaan penyimpangan dana apel dan kemah pemuda. Polisi juga tengah mengajukan surat Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) ke BPK untuk bisa diketahui jumlah kerugian negara.

Baca juga: Kemenpora Cek Internal soal Dugaan Penyimpangan Dana Kemah

"Ya saat ini kita hanya mendapatkan dokumen-dokumen itu, bukti-bukti dan keterangan para saksi, terkait dengan apa ditanyakan itu, nanti akan jelas ketika kita menggali keterangan-keterangan saksi yang lain," ujar Adi kepada detikcom saat ditanya soal bukti terkait kasus, Sabtu (24/11).

Sementara itu, Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Trisno Raharjo mengatakan Pemuda Muhammadiyah tak pernah meminta mengadakan kegiatan, tapi hal itu diinisiasi Kemenpora. Trisno mengatakan tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan Kemenpora. Jangan sampai, sambung Trisno, persoalan itu seolah-olah ditujukan kepada Pemuda Muhammadiyah saja.

"Kemenpora bertanggung jawab penuh dalam masalah ini dan silakan itu menjadi ranah yang dilakukan penyidik, jangan kemudian kedua organisasi, terutama PP Muhammadiyah, itu diangkat-angkat pihak yang dianggap tidak bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan itu. Kemenpora harus muncul dan kemudian mengambil tanggung jawab atas kegiatan ini," kata Trisno di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (23/11).

https://news.detik.com/berita/431602...jut-penyidikan

-----------------------------------------------------------------------

macem setnov aja...
pas ketangkep lsg mulangin duit
emoticon-Wakaka
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Sementara itu, Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Trisno Raharjo mengatakan Pemuda Muhammadiyah tak pernah meminta mengadakan kegiatan, tapi hal itu diinisiasi Kemenpora. Trisno mengatakan tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan Kemenpora. Jangan sampai, sambung Trisno, persoalan itu seolah-olah ditujukan kepada Pemuda Muhammadiyah saja.
usut tuntas....model dprd sumut aje emang balikin uang....masalah selesai.emoticon-Najis
Sebelumnya, Ketua Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani, mengatakan uang Rp 2 miliar itu sudah dikembalikan ke Kemenpora. Pihaknya mengembalikan uang itu atas dasar harga diri karena Pemuda Muhammadiyah punya spirit antikorupsi.


Klo antikorupsi kok dulu gak langsung dikembalikan???
Kok baru sekarang????
Balasan post 54m5u4d183
Quote:


kalo sekedar diajak & sekedar ngikut gpp gak bikin laporan.
ada penanggung jawabnya disitu.

kalo diajak, lalu disuruh kelola sendiri, dikasih duit 2M.
trus bikin laporan palsu / mark up pula
kan parah

dimata menpora, dahniel ini pengkhianat, gak amanah, gak bisa dipercaya
dimata negara : dahniel ini koruptor. mark up laporan

emoticon-Cape d...

udah tau itu duit kementrian.
emang mentri bisa,
tulis laporan ke BPK,
asal ditulis : 2M,
keterangan : dikasih ke Pemuda muhamadiyah utk acara ?
begitu dicek detailnya, palsu
emoticon-Hammer2


gojek aja suruh belanja ke indomart, ngasih struk.
lalu kita disuruh cek barangnya dulu.
cek di aplikasinya
sesuai gak ongkos & biayanya
kalo udah baru di confirm

itu gojek lho.

emoticon-Traveller
Diubah oleh yesknow

Kalau menurut ana pihak yang paling bertanggung jawab itu disini ya menpora, karena faktanya kemenpora lah yang menginisiasi program ini
Dan bicara kemenpora tidak bisa lepas dari imam nahrowi sebagai menpora
sudahlah, jalani saja kalo ada yang dianggap bersalah itu kan pribadi pribadi bukan seluruh organisasi.... ga usah bawa2 yang lain
Quote:


Yang buat acara siapa ? Kemenpora atau PP Muhammadiyah ?
Balasan post 54m5u4d183
Quote:


mau siapapun yg bikin acara,
kalo terima duit ya mesti ada pertanggungjawaban.
preman terima duit aja ada laporannya.
emang rampok ? gak perlu pertanggungjawaban ?
Diubah oleh yesknow
Quote:


Yang buat acara siapa ? Kemenpora atau PP Muhammadiyah ?
Balasan post 54m5u4d183
Quote:


Gobloknya....!!! Pertanggung jawaban ya yang dapat anggaran tong....!!!!

Ga usah bawa2 organisasi deh, disitu kan ada penanggung jawab, ya tanggung jawab sajalah ga usah seret yang lain...

Kalo Gubernur punya hajat di korup sama pihak ketiga apa iya Gubernur yang tanggung jawab....!!!!! Tolol
Quote:


Anggaran dari mana ?
Balasan post yesknow
Quote:


Udahlah dia berusaha buat opini bahwa yang akan dipersalahkan seluruh Muhammadiyah, sekaligus ingin mengatakan kalo ada anak yang pake uang jajannya beli narkoba yang salah bapaknya kasih uang jajan
Balasan post 54m5u4d183
Quote:


klo begitu, ga usah dikembalikan uangnya. kan sudah habis dipakai kegiatan apel dan kemah. pertanggung jawabannya juga apel dan kemah kan? bukan pengajian akbar kan? klo sudah cocok, ga usah takut salah, uang ga usah dibalikin.

kecuali klo proposal nya apel & kemah, duit cair trus dipake pengajian akbar. trus laporan pertanggung jawabannya kegiatan apel & kemah. nah, wajar aja ada yang aneh. fiktif berarti.

Balasan post 54m5u4d183
Quote:


Terus ngapain di balikin tuh duit 2M kalo memang itu duitnya Dahnil yang dipake buat acara
Quote:


Emang isi proposalnya seperti apa ?
Quote:


Ya jadi anggarannya dari mana ?
Balasan post 54m5u4d183
Quote:


Terus ngapain di kembalikan itu uangnya tong...... emoticon-Big Grin

Ini negara hukum biar lembaga hukum yang selesaikan , jalani saja prosesnya, kalo benar kenapa takut apalagi kembalikan uang
Balasan post sabil.haq
Quote:


Quote:


Ternyata terjawab kenafa dia ndak mau di quote bree
Ngoahaha
emoticon-Wakaka
Quote:


Uang dari mana yang dikembalikan ?
Balasan post 54m5u4d183
Kali ini dia emosional bray, lupa buat amankan komentarnya, artinya dia kejang2 sama berita ini... Entahlah dia ini siapa, kalo ane sih tetap maling harus dihukum siapapun dia
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di