alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfaa626a09a39543b8b4567/angka-aksara

Angka Aksara

Mana yang kamu suka? Angka atau aksara? Aku suka aksara, dan aku yakin kamu lebih suka angka. Iya, kamu suka angka. Angka-angka yang berderet rapi diantara gambar-gambar diatas kertas, merekalah yang kamu suka. Yang selalu kamu pikirin, tulisin, lalu kamu liatin gak bosen-bosen sampai lupa waktu, yang selalu kamu coba bagi, kali, tambah, kurang, apalah aku ngga ngerti soal angka. Barangkali phobia.
Berarti tandanya kita berbeda, kamu si penyuka angka, sedangkan aku si penyuka aksara. Tapi ngga apa-apa kalau beda. Bukannya manusia bisa berkembangbiak kalau berbeda? Ah itu lain soal. Tapi anggaplah kasusnya sama kayak kita.

Balik lagi soal angka, kamu tau? Kadang aku cemburu. Aku ingin jadi angka aja, biar aku dipikirin kamu, biar aku di cipta oleh tulisan kamu, biar aku menari riang diatas kertas, biar aku diperhatiin kamu, biar aku di hapus kalau salah.... Eh gak jadi deh, aku cukup jadi aku aja. Akunya kamu, boleh?

Hey, aku punya rahasia! Sini aku bisikin “aku suka punya rahasia yang cuma aku dan kamu aja yang tau, hehe” kamu pun mengernyitkan dahi lalu menatapku heran. kau tau? aku suka saat kamu menatapku, aku suka mata kamu. Gimana bisa sih seorang pria punya mata yang sangat cantik seperti kepunyaanmu? Aku iri, jadi ingin memiliki, memiliki kamu! Yah kalo itu sedikit serakah, aku cukup memiliki kesempatan untuk menatap matamu, selama 5 detik, setiap menit, setiap hari, seumur hidup. Itu cukup. Buatku, gatau deh buatmu.

Aku ingin jadi pemuisi, menulis sajak-sajak manis buat orang yang aku suka. Kamu tau siapa yang aku suka? Udah pasti itu kamu! Kamu bakal jadi tokoh utama di tiap-tiap puisi cinta yang aku tulis, Tapi kamu bilang, kamu alergi sama hal yang berbau romantis, itu bikin kamu geli dan merinding. Mungkin kamu kira puisi cinta itu satu spesies sama ulat bulu. Ah, kamu memang begitu. Kaku!

*

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Berkenalan dengan orang seperti kamu saja bikin aku girang, tau kenapa? Aku seperti menemukan belahan jiwa, kita sama! Itu yang ada dipikiran aku. Baru sepekan kita dekat, aku sudah berkhayal tentang aku dan kamu yang sedang duduk di sebuah ruangan tunggu sambil bercerita hal-hal yang menarik.

Kita berbincang lepas tentang lumba-lumba yang punya kecenderungan menjadi gay. Atau tentang jenis-jenis alien? Sirians, gray, reptilian, draconian, anunnaki? Mungkin kita bisa juga berbincang tentang illuminati serta tentang keluarga Rothschild. Atau tentang harta karun pulau Oak? Tentang legenda Transylvania? Tentang fenomena Intuisi? Atau Enigma? Xenologi? Filsafat? Psikologi? Apapun asal jangan tentang matematika atau tentang hal-hal yang terlalu banyak memuat unsur angka.

Semua perbincangan tentang segala hal yang bukan tentang kita juga menarik untuk dibahas bila itu dengan kamu.
Tapi, ada perbincangan yang paling ku suka. Yaitu ketika kamu membicarakan apa yang kamu suka sambil menatapku, seakan kamu sedang membagi hidupmu denganku. Aku suka. Apapun tentangmu, aku suka.

kamu bercerita tentang mimpimu yang ingin punya bengkel bubut dan sebuah truk! sebuah mimpi yang entahlah buatku menarik saja, aku langsung menerawang masadepan kita. kita akan mengobrol sambil berteriak-teriak karena bisingnya bengkel bubutmu menyamarkan dengar. Dan kamu akan mengantar jemput anak kita dengan sebuah truk. Wah, betapa keren nya masa depan kita bukan?

Kamu bilang, kamu rindu ibu. Ingin masak masakan almarhum ibumu, teringat nasi hangat dengan ikan asin sambal dan lalapan khas sunda. Kamu memintaku memasak masakan ala ibu, Tapi kamu ingin lalap daun randamidang, yang aku baru pertama kali dengar, bibi penjual sayur di pasar pun tidak tau randamidang itu apa. aku harus cari kemana? lalu, soal pintamu, bagaimana aku bisa mewujudkan? menanak nasi saja, saking hebatnya, bisa berubah jadi nasi tim. Ah skill berumahtangga itu harusnya aku pelajari sedari dini.

Dan pada akhirnya aku gagal menunaikan pintamu karena daun randamidang yang memang langka di pasar, oh ayolah harus kucari dimana kamu wahai daun lalapan?. Tapi sebagai gantinya aku masakan seblak untukmu yang ku buat dengan penuh cinta dan micin. "ayo kita piknik di taman sambil makan seblak" kataku. Kamu hanya berdecak dan mengatakan kalau aku aneh, mana ada yang pergi piknik di taman jam tujuh malam saat gerimis, sambil makan seblak pula.

Kamu bilang realistis saja jadi orang, mau makan seblak aja kenapa harus di taman. Lalu akhirnya kamu mengajaku ke tempat kawanmu, pupung? ipung? siapa ya, aku lupa. Pertamakalinya kamu mengajaku ke tempat kawan, lalu memperkenalkanku sebagai gadismu. Gadismu? ah andai kamu tau pada saat itu, aku menahan diri untuk tidak mempermalukan diriku dengan mimisan atau pingsan. Kawanmu baik dan ramah, mengajaku mengobrol tentang ini dan itu, sedangkan kamu malah asik sendiri memainkan kotak bekal berisi seblak. "Hey, kamu kok gak makan seblaknya? malah dimainin gitu?", kamu jawab lagi observasi kalau-kalau seblak itu isinya terkontaminasi -_-
tapi pada akhirnya kamu membuka kotak bekalnya, lalu menanyakan dimana sendoknya? ah sial aku lupa, padahal sengaja aku beli sendok bermotif minion biar terkesan lucu saat membeli bahan untuk beberapa bahan seblak di swalayan. akhirnya kamu meminjam sendok kawanmu bekas mengaduk kopi. "Gimana rasanya?" tanyaku "rasa seblak" jawabmu datar, astagaaaa kamu itu ya T_T

**
Diubah oleh kekereyeup


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di