alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Pengendalian Perubahan Iklim di Indonesia Termasuk yang Terdepan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfa3d1eddd770c6468b4582/pengendalian-perubahan-iklim-di-indonesia-termasuk-yang-terdepan

Pengendalian Perubahan Iklim di Indonesia Termasuk yang Terdepan

Pengendalian Perubahan Iklim di Indonesia Termasuk yang Terdepan

JPP JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menegaskan bahwa implementasi agenda perubahan iklim di Indonesia tidak tertinggal dibanding negara lain. Berbagai contoh best practices diantaranya dalam penyelesaian status hutan adat, hutan sosial, pengendalian kebakaran hutan, dan restorasi gambut.

Menteri Siti menyampaikan perbandingan, pemanfaatan lahan di Provinsi Kalimantan Timur yang dilakukan dengan baik, dan memperhatikan lingkungan (sustainable), mampu menahan karbon sekitar lebih dari 30 juta ton. Apabila seluruh industri besar di sana sejumlah 2.000 menerapkan hal serupa, maka bisa menahan hingga 300 juta ton.

"Bayangkan apabila seluruh provinsi menerapkan hal yang sama, beberapa bahkan sudah memulai juga. Kita mempunyai mandat harus menyelesaikan kira–kira 2,8 Giga Ton sampai dengan tahun 2030, sekarang sudah 890 juta ton. Berarti kita sebetulnya maju, kita menapak maju, dalam perjalanannya, dan ini harusnya dengan segala modal praktek yang ada, harusnya bisa disampaikan juga ke dunia internasional," tutur Menteri Siti pada “Pertemuan Pleno Delegasi RI pada COP-24/CMP-14/CMA1.3 UNFCCC, Katowice, Polandia, di Jakarta, Kamis (23/11/2018).

Pertemuan Para Negara Pihak UNFCCC ke-24 (the twenty-fourth session of the Conference of the Parties/COP24/CMP14/CMA1.3) akan dilaksanakan di Katowice, Polandia, 2–14 Desember 2018. Melalui side event, ataupun perundingan–perundingan di luar negosiasi, Indonesia dapat menunjukkan apa yang sudah dilakukan dalam pengendalian perubahan iklim. Agenda-agenda di Paviliun Indonesia juga dapat bermanfaat untuk menunjukkan progres yang telah dilakukan oleh seluruh lapisan di Indonesia.

Lebih lanjut, Menteri Siti juga menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil sikap yang lebih agresif lagi, terutama untuk outreach internasional. Karena sudah banyak inisiatif dan inovasi pengendalian perubahan iklim di Indonesia.

"Kita ini sebetulnya dalam implementasi agenda perubahan iklim tidak tertinggal. Jadi sekarang kita bukan hanya aware, yaitu waspada dan memahami perubahan iklim lalu bersikap. Sekarang kita sudah harus advokasi, apa yang perlu dilakukan oleh negara lain. Jadi sekali lagi, kita ajak orang aware, appeal, ask, act, dan advocate," tegasnya.

Terkait hal ini, Menteri Siti menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu sejumlah pejabat United Nation Environment Programme (UNEP) berkesempatan melihat langsung pengelolaan sampah di Kota Surabaya. "Mereka surprised, karena banyak yang sudah dilakukan, misalnya tiket bus menggunakan lima botol plastik, sebelumnya itu hanya ada di Sydney dan Turki, dan sekarang ada di Surabaya. Ada juga hotel di Bali yang sudah dua bulan tidak menggunakan pipet plastik lagi, tetapi pakai pipet kertas, ada yang dari kaca juga. Jadi sebetulnya sudah banyak, dan itu baru contoh kecilnya saja," ujar Menteri Siti.

Indonesia memiliki target untuk memanfaatkan agenda di event-event yang terkait dengan perundingan, maupun side event untuk meningkatkan profil kiprah Indonesia di forum internasional.

Sejak 2015, arah kebijakan Indonesia dalam Pengendalian Perubahan Iklim ini adalah ketahanan iklim (climate resiliance), dan keadilan. Hal tersebut menekankan kekuatan daya adaptasi bangsa yang disebut ketahanan nasional, dan hal itu yang menjadi pegangan. "Jadi, yakinkan bahwa Indonesia tidak terpengaruh apapun yang terjadi di dunia, karena kita mempunyai ketahanan nasional, dan basic mandat dalam konstitusi untuk bangsa Indonesia," pungkas Menteri LHK.

Peserta pertemuan Pleno Delegasi RI terdiri dari Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim Rachmat Witoelar, Dewan Pengarah Pertimbangan Perubahan Iklim Sarwono Kusuma Atmadja, Duta Besar RI untuk Polandia Peter F Gontha, Penasehat Senior Menteri LHK, Pejabat Eselon I KLHK, pejabat dari Kementerian/Lembaga, dan Anggota DELRI lainnya dari Kementerian/Lembaga, LSM/CSO, Pemerintah Daerah, Pihak Swasta, Perguruan Tinggi, kalangan Media, dan pemangku kepentingan lainnya.(lhk)

 


Sumber : https://jpp.go.id/teknologi/lingkung...-yang-terdepan

---

Kumpulan Berita Terkait TEKNOLOGI :

- Pengendalian Perubahan Iklim di Indonesia Termasuk yang Terdepan Pelepasan Kogasgabpad Penanganan Gempa Bumi NTB

- Pengendalian Perubahan Iklim di Indonesia Termasuk yang Terdepan Respons Perubahan Global, Presiden: Anak-Anak Muda Tak Perlu Takut Bersaing

- Pengendalian Perubahan Iklim di Indonesia Termasuk yang Terdepan Presiden Terima Kunjungan Menteri Ekonomi dan Energi Jerman

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di