alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jalan Sunyi Jokowi Rebut Kembali Uang Negara dari Supersemar
5 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfa2de31cbfaa9e358b4568/jalan-sunyi-jokowi-rebut-kembali-uang-negara-dari-supersemar

Jalan Sunyi Jokowi Rebut Kembali Uang Negara dari Supersemar

Jalan Sunyi Jokowi Rebut Kembali Uang Negara dari Supersemar

Jakarta - Negara memberikan kuasa kepada Presiden RI untuk merebut kembali uang yang diselewengkan Yayasan Supersemar. Setelah 11 tahun bertarung di pengadilan, perlahan uang negara yang diselewengkan ke perusahaan keluarga Cendana itu kembali.

Kasus bermula saat Presiden Soeharto mendirikan Yayasan Supersemar pada 16 Mei 1974. Tujuannya untuk membantu pendidikan Indonesia.

Dua tahun berselang, Presiden Soeharto mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 15/1976 yang menentukan 50 persen dari 5 persen sisa bersih laba bank negara disetor ke Yayasan Supersemar. Bermodal PP ini, Yayasan Supersemar mendapatkan uang sebesar USD 420 juta dan Rp 185 miliar.


Dalam perjalanannya, dana yang terkumpul bukannya untuk beasiswa, pembangunan gedung sekolah, kampus dkk, tapi malah diselewengkan ke bisnis keluarga Cendana dkk. Di antaranya yaitu:

1. PT Bank Duta USD 125 juta.
2. PT Bank Duta juga kembali diberi dana USD 19 juta.
3. PT Bank Duta kembali mendapat kucuran dana USD 275 juta.
4. Sempati Air sebesar Rp 13 miliar kurun 1989 hingga 1997.
5. Diberikan kepada PT Kiani Lestari sebesar Rp 150 miliar pada 13 November 1995.
6. Diberikan kepada PT Kalhold Utama, Essam Timber dan PT Tanjung Redep Hutan Tanaman Industri sebesar Rp 12 miliar pada 1982 hingga 1993.
7. Diberikan kepada kelompok usaha Kosgoro sebesar Rp 10 miliar pada 28 Desember 1993.

Baca juga: Kejagung Janji Bidik Patgulipat Dana Yayasan Soeharto Lainnya


Sepanjang Soeharto menjabat, laporan keuangan Yayasan Supersemar tak tersentuh. Pasca lengser pada 1998, uang yang terkumpul itu mulai dibidik sebagai bagian amanat reformasi. 

Hingga pada 2007, Negara menggugat Yayasan Supersemar untuk mengembalikan dana yang diselewengkan. Gayung bersambut. Pada 27 Maret 2008, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) mengabulkan gugatan Kejagung dan menghukum Yayasan Supersemar membayar ganti rugi kepada RI.

Vonis itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta pada 19 Februari 2009. Setahun setelahnya, hakim agung Harifin Tumpa dengan anggota Rehngena Purba dan Dirwoto menguatkan vonis itu. Sayang, ada salah ketik di amar sehingga tak bisa dieksekusi. Seharusnya tertulis Rp 185 miliar, tetapi tertulis Rp 185.918.904. 

Baca juga: Dihukum MA, Begini Patgulipat Rp 4,4 Triliun Ala Presiden Soeharto


Jaksa Agung mengajukan PK atas kesalahan ketik itu. Pada Agustus 2015, MA memperbaiki salah ketik itu, menjadi:

"Menghukum Tergugat II (Yayasan Supersemar) untuk membayar kepada Penggugat (Republik Indonesia) sejumlah 75 persen x US $ 420.002.910,64 = US $ 315.002.183,00 dan 75 persen x Rp 185.918.048.904,75 = Rp139.438.536.678,56," putus ketua majelis Suwardi dengan anggota Mahdi Soroinda Nasution dan Sultoni Mohdally.

Namun cerita belum berakir. Yayasan Supersemar mengajukan perlawanan eksekusi pada 2016.

Pada 29 Juni 2016, PN Jaksel mengabulkan perlawanan eksekusi Yayasan Supersemar. PN Jaksel menyatakan Yayasan Supersemar sudah menyalurkan dana pendidikan ke yang berhak.

Tapi pada 19 Oktober 2017, MA menolak perlawan eksekusi Yayasan Supersemar itu. Menurut MA, perlawanan eksekusi Yayasan Supersemar nebis in idem.

"Sehingga putusan perkara a quo nebis ini idem," ujar majelis dengan suara bulat.

Baca juga: Kata Tommy Kini KKN Makin Parah? Yuk Lihat Yayasan Supersemar


Mengantongi putusan itu, Jaksa Agung mengajukan permohonan eksekusi. Perlahan, uang negara yang diselewengkan yayasan bisa diambil kembali.

"Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung RI, telah berhasil melaksanakan pemulihan keuangan Negara dari beberapa rekening deposito/giro/rekening milik Yayasan Supersemar/Yayasan Beasiswa Supersemar di bank dengan total keseluruhan sebesar Rp 241.870.290.793,62 yang saat ini berada di rekening Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan rekening RPL 175 PN," kata Kapuspenkum Kejagung, M Rum pada Maret 2018.

Langkah sunyi Jokowi tak sampai di situ. Diam-diam, lewat Jaksa Agung, ia terus menuntaskan kasus itu. Salah satunya meminta eksekusi tanah dan Gedung Granadi.

"Sudah lama (disita)," kata pejabat Humas PN Jaksel Achmad Guntur saat dihubungi Senin (19/11) lalu.

Selain gedung Granadi, yang terletak di Jl HR Rasuna Said, sejumlah aset lainnya disita terkait kasus Yayasan Supersemar, di antaranya tanah di Megamendung, Kampung Citalingkup, Bogor, seluas 8.120 meter persegi.

"Ada tanah di Megamendung dan rekening sama uangnya," sambung Guntur.

Baca juga: Dr Oce: Soeharto, Presiden RI Paling Lemah Perangi Korupsi


Lalu apa kata keluarga Cendana soal penyitaan aset Yayasan Supersemar? Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menduga penyitaan gedung Granadi di Kuningan, Jaksel, berkaitan dengan dirinya yang vokal terhadap pemerintah. 

"Granadi itu ya, setiap kali saya bicara vokal ke pemerintah, selalu ada yang angkat mengenai penyitaan Granadi. Padahal ini cerita yang sudah beberapa bulan yang lalu," ujar Titiek di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).(asp/rvk)

https://m.detik.com/news/berita/d-43...081.1543121923

Direbut ganemoticon-Big Grin
2019 = neo orba vs anti orbaemoticon-Big Grin

Sementara pak hansip siap ngawal pro orbaemoticon-army
Jalan Sunyi Jokowi Rebut Kembali Uang Negara dari Supersemar

Quote:

wah punyanya si om wowo
Diubah oleh albetbengal
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
makanya bowo curhat, sumber dananya terhalang emoticon-Big Grin
enak juga, bunga tidak dihitung.
Dan masih ada orang bodoh ingin balik ke ORBAemoticon-Leh Uga
Pantes kubu sebelah kelabakan, sumber duit dan sisa duit makin surut.

Oalah nasbung.. nasbung.. pekok amat dibodohi pakai kedok agama buat mendirikan neo orba. emoticon-Ngakak

Ya maklum juga sih, kebanyakan nasbung kan generasi Z pekok yang baru lahir waktu orba mau lengser. emoticon-Wakaka
Quote:
semoga berhasil..
Quote:


Jalan Sunyi Jokowi Rebut Kembali Uang Negara dari Supersemar

Orba loe udah ketinggalan jaman, sekarang lagi jamannya Korut nih
Quote:


Quote:


https://m.cnnindonesia.com/internasi...ng-kabar-hoaks
Diubah oleh albetbengal
Itu duit dollar tahun 70an sdh dikonversi ke kurs sekarang?bisa triliunan assetnya diambil ... emoticon-Bingung (S)
Kalo emang niat utk Negara mah hajar aja gak usah bawa bawa masa lalu duit udh dapet jgn lupa ke kas negara ya pakde emoticon-Malu
Prabowo mana berani rebut aset mantan mertua hueheueheue cuih
Quote:


Hormat bukan berarti nyembah2...

Lu gw rasa gk sempet jaman orba.

Ketika dulu orang harus nyembah2 cendana kalau mau makan
Quote:


Jalan Sunyi Jokowi Rebut Kembali Uang Negara dari Supersemar

Karena itu udah ngak sepantasnya si Owi niru Pak Harto mending niru Kim Jong Un aja sesuai saran si wig palsu

emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka

Quote:


https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hak_...di_Korea_Utara

Karena itu udah kagak relevan ngidolain Orba mending Korut aja kayak saran si Wig palsu

emoticon-Salaman
Diubah oleh db84x3
Quote:


Didikan mereka gitu, makanya haram hormat bendera
Makanya kelurga besar mantan presiden sampah benci sekali sm kokowi wkwkwkwwk
Ini yg disebut sebut duit dimakan 7 turunan gak habis2 itu... emoticon-Bingung
jaman si mbah serba murah
rezim sekarang serba mahal

2019 ganti presiden


















kata nasbung
emoticon-Leh Uga
wiiiiiiiihhhh pantes titik dukung wowo
kirain mau ajukan rujuk
eh twrnyata emoticon-Malu

Maju terus

Apapun caranya membersihkan negara, ane dukung pak presiden...

emoticon-I Love Indonesia:
Orba = Orde Basi

makanannya kamprettt doyan yg makanan basi
Balasan post okeoce
Quote:


Titid ... Eh titik maksudnya gan?
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di