alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Baru Lahir, Bayi Dipukuli Sampai Mati, Dibuang ke Tong Sampah
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfa11fc98e31bba7f8b4568/baru-lahir-bayi-dipukuli-sampai-mati-dibuang-ke-tong-sampah

Baru Lahir, Bayi Dipukuli Sampai Mati, Dibuang ke Tong Sampah




Baru Lahir, Bayi Dipukuli Sampai Mati, Dibuang ke Tong Sampah
Mayat bayi saat diautopsi di RSUD Djasamen Saragih, Pematang Siantar. (medansatu.com/ist)

Ya Allah kejinya! Baru dilahirkan, kepala, leher dan dada bayi ini dipukuli hingga tewas. Lalu mayatnya dibuang ke tong sampah…

Mayat bayi perempuan di tong sampah menggegerkan warga Asrama Mahoni, Jalan Volley, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut).

Informasi yang dihimpun, Selasa (20/11/2018) menyebutkan, mayat bayi malang itu ditemukan pada Senin (19/11/2018) oleh seorang pemulung. Jasadnya dibungkus kantong plastik.

Temuan mayat bayi tersebut lalu dilaporkan warga ke Ketua RT setempat dan diteruskan ke Polsek Siantar Barat. “Sudah kita evakuasi ke RSUD Djasamen Saragih untuk diautopsi,” kata Kapolsek Siantar Barat, Iptu Armada Simbolon.

Hasil autopsi yang dilakukan tim dokter rumah sakit. Kepala Forensik RSUD Djasmen Saragih, dr Reinhard JD Hutahean kepada wartawan mengatakan, bayi tersebut diduga kuat dibunuh beberapa saat setelah dilahirkan.

“99 persen ada dugaan dibunuh. Pada tubuhnya masih ditemukan tali pusar. Bayi perempuan ini sudah cukup umur, dengan usia janin dalam kandungan itu 9 bulan dan sudah pernah bernapas (setelah dilahirkan),” terangnya.

Namun dr Reinhard belum bisa memastikan berapa lama bayi tersebut hidup setelah dilahirkan. Ia mengatakan, berdasarkan hasil visum, bayi perempuan itu mengalami tanda-tanda penganiayaan dengan benda tumpul, sebelum meninggal dunia.

“Tanda-tanda kekerasan ditemukan ada pada daerah kepala, leher dan dada. Kemudian tidak dijumpai tanda-tanda perawatan dan kasih sayang. Tidak ditemukan cacat berat pada tubuhnya,” tambahnya.

Kanit Jatanras Polres Siantar, Iptu Yuken Saragih saat ditemui di ruangannya mengatakan masih meminta CCTV kepada pemilik rumah yang berdekatan dengan tong sampah.

“Saat ini penyidik masih meminta rekaman CCTV di sekitar dan anggota juga sudah melacak ke beberapa kos-kosan karena diduga bayi ini hasil hubungan gelap,” tandasnya. (*/medansatu.com/m24j)

Crooooottt


Ayam penyet satu bang ! emoticon-Malu
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
oh sumatera utara kenapa dengan klean ini..

emoticon-Turut Berduka
Ada-ada jaman sekarang

Orang dikasih anak malah di bunuh
mana taunya kelen,
ini medan bung, bukan kaleng-kaleng emoticon-Cool
Sakit jiwa lg,bnyk bgt yg sakit jiwa
kejam nian, klo emang gk dikehendaki mending diserahkan ke org lain yg pgn punya anak emoticon-Turut Berduka
ga ada otak
ga pernah baca buku disney apa ?
kalau memang punya otak tak perlu di dipukul..
titipkan dirumah sebelah saja..
hmmm hwaduh swdeeest buangedd
Diubah oleh zhengmingshu
Mau bikinnya doang, kalo gak mau produknya ya pake kondom lah
pasti nama pelakunya

MICHAEL PASARIBU
ALOYSIUS MANUEL
MATHEUS SIMATUPANG

emoticon-Ultah
Spawn Kill !!
Beginilah klo manusia punya kelamin ngk punya otak

emoticon-Mad
Diubah oleh diamondchest
ngeri kali bang
astoge emoticon-Berduka (S)
lah? buat boru ngangkang bayi perempuan gak guna,mereka lebih milih bayi laki laki karena?
karena kebih berguna, bisa jadi tukang palak, parkir, anggota ormas, begal, copet, dan profesi umum lainnya dimordor
What the fucking fuck! emoticon-Marah
Setidaknya tidak perlu merasakan kejamnya dunia
Daripada dibunuh atau tak dijaga dg baik mending kasih gue atau orang lain yg mau menjaga dg baik. Kok tega banget ga punya hati
buat yg nyiksa bayi moga jadi kerak neraka...

emoticon-Belgia
Heartless bastard emoticon-dor
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di