alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Meiliana Napi Penodaan Agama Berharap Bebas Lewat Kasasi
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf946cd582b2e753c8b4578/meiliana-napi-penodaan-agama-berharap-bebas-lewat-kasasi

Meiliana Napi Penodaan Agama Berharap Bebas Lewat Kasasi

Meiliana Napi Penodaan Agama Berharap Bebas Lewat Kasasi

Jakarta, CNN Indonesia -- Narapidana kasus dugaan penodaan agama Islam di Tanjungbalai, Sumatera Utara, Meiliana mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Ranto Sibarani, kuasa hukum Meiliana mengatakan pihaknya telah mengajukan memori kasasi pada Rabu 21 November 2018. Dia berharap hakim kasasi nantinya dapat membebaskan Meiliana dari semua tuntutan hukum.

"Kami berharap hakim menerima permohonan kasasi dengan membatalkan putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi dengan menyatakan klien kami tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penodaan agama," kata Ranto kepada wartawan, Sabtu (24/11).


Poin dalam memori kasasi yang mereka ajukan di antaranya bahwa hakim mempertimbangkan keterangan saksi-saksi yang tidak bisa dibuktikan, tapi menyangkal keterangan Meiliana yang membantah tidak pernah mengatakan apa yang dituduhkan.


Ranto mengklaim tidak ada bukti Meiliana mengucapkan apa yang dituduhkan, kecuali surat pernyataan yang dibuat orang lain.

"Bukti toa dan ampli yang diajukan oleh jaksa malah menjelaskan itu perkara terkait volume, tidak bisa disamakan dengan melarang azan apalagi penodaan agama," urainya.

Selain itu, lanjutnya, jaksa dan penyidik terkesan menunggu keluar fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, baru menetapkan Meiliana tersangka dan menahan Meliana, sementara fatwa tersebut malah tidak berani dimasukkan sebagai barang bukti, karena prosedur mengeluarkannya tidak lazim.

"Majelis hakim dalam pertimbangannya menyebutkan fatwa MUI tersebut, namun dalam hierarki perundang-undangan kita bahwa fatwa bukan sebagai dasar penegakan hukum, apalagi hukum pidana," paparnya.


Ranto kemudian optimistis MA akan jeli melihat persoalan yang ada sehingga Meiliana dapat dibebaskan dari seluruh hukuman.

Seperti diketahui, Pengadilan Tinggi (PT) Medan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Medan terhadap terdakwa Meiliana. Ia tetap dijatuhi hukuman selama 1 tahun 6 bulan setelah terbukti melakukan penodaan agama Islam karena memprotes suara azan pada 29 Juli 2016 silam.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), kasus yang menjerat Meiliana bermula ketika ia mempertanyakan suara azan dari Masjid Al-Maksum di Jalan Karya, Lingkungan 1, Kelurahan Tanjungbalai Kota, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Tanjung Balai-Sumatera Utara pada Juli 2016 lalu.

Letak masjid berdekatan dengan rumah Meiliana. Meiliana lantas mendatangi saksi Kasini di kedai milik saksi. Meiliana mengucapkan kalimat bernada menista.

"Lu lu ya, itu masjid lu emang bising pekak lo, hari-hari bising tak bikin tenang," ujar Meiliana.


Selain Kasini, ujaran itu pula terdengar oleh saksi, Haris Tua Marpaung dan beberapa saksi lainnya. Ucapan Meiliana ini berbuntut panjang. Akibatnya terjadi kerusuhan di Tanjungbalai. Sejumlah vihara dan klenteng dibakar dan diamuk warga Tanjungbalai. Insiden ini pun sempat menjadi sorotan luas.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumuatera Utara No. 001/KF/MUI-SU/I/2017 menegaskan ucapan Meiliana atas suara yang berasal dari Masjid Al-Maksum merupakan perendahan dan penistaan terhadap Agama Islam.

Persidangan tersangka Meiliana digelar di Pengadilan Negeri Medan berdasarkan Fatwa Mahkamah Agung RI No. 87/KMA/SK/V/2018 Tanggal 7 Mei 2018 perihal Penunjukan Pengadilan Negeri (PN) Medan untuk memeriksa dan memutus perkara pidana atas nama Meiliana.

cengeng

Jalanin aja knapa sih? emoticon-Bingung
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
jangan mimpi. selama masih ada kumpulan org overdose

Ana kadang bertanya tanya sendiri apa yang salah dengan pemerintahan saat ini, kenapa bisa kasus penodaan agama sangat menjamur di bawah pemerintahan ini, rasa rasanya di jaman sby, mega dan gusdur ga ada tuh terdengar kasus penodaan agama
Nggak bisa ya Akhi

karena ada Religion of Piece
Jgn harep lu...


Selama smua aparat nya agama islam mah
Yang bakar vihara cuma dihukum 1 bulan
yang menista agama dihukum 1.5tahun
Quote:


Dulu adem ayem aja ya bre, sekarang bisa gini. Damai2 napa biar enak2 pada.
Hukum negara yg hopeless, jangan terlalu ngarep, even pakistan dengan orang2 barbarnya masih bisa bebasin emoticon-Traveller


Quote:


rezim lembek mbak ana...emoticon-Traveller
Astajim apa ibu ini membakar bendera tohid sekaligus mengatakan muhammad sesat emoticon-Kagets
Quote:


rejim sekarang menempatkan hukum dibawah kepentingan politik kekuasaan..jadi gak ajan ketemu esensi keadilan..yang ada gebuk yang tidak sesuai dan biarkan bebas walaupun salah karena di pihaknya
gk dikasi grasi sama pak jokowi nih? emoticon-Ngakak
Quote:


Anjing lu kagak usah nyalahin jokowi emoticon-fuck3 ahok babi emoticon-fuck


Quote:


eh ngentood lu ngapain anjing-anjingin gue?
kalo gue mau bilang rezim lemah lu mau apa emangnya tod?!
kok nge gas lu bocoran kondom emoticon-fuck emoticon-fuck
Quote:


Pendukung kayak lo yg bikin jelek nama jokowi anjing lu emoticon-fuck3 emoticon-fuck


Quote:


pendukung jokowi? emoticon-Ngakak
gila sendiri aja dong njing...
Ga usah ngajak-ngajak...
Gue ga bakalan pilih si kodok...
emoticon-Najis
Kasasi 📢


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di