alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sains & Teknologi /
Mungkinkah Vertikal Drainase ala Gubernur Anies Bisa Mengatasi Banjir?
4.36 stars - based on 14 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf904d99e7404266d8b4573/mungkinkah-vertikal-drainase-ala-gubernur-anies-bisa-mengatasi-banjir

Mungkinkah Vertikal Drainase ala Gubernur Anies Bisa Mengatasi Banjir?

Hai GanSis semua!! Oia saya baru tahu setelah 4 hari ini Ngaskus, ternyata sapaan Agan dan Sista bisa diasikin jadi GanSis. Sapaan akrab untuk Kaskuser.

Wagelaseh, setelah 19 tahun ada. Saya baru bikin akun Kaskus sekarang ini. Karena kemarin itu tertarik ada Kaskus Kreator. Whaoo, ternyata bikin thread di Kaskus views nya bisa sampai ribuan. Kece!!

Oke, sudah dulu curcolnya. Entar kena bata.

Sekarang saya mau bahas vertikal drainase. Ehmm... Itu loh, sistem drainase yang tidak lagi mengalirkan air ke laut melainkan memasukan air kebawah tanah.

Kalau kata Gubernur Anies, Bila air hujan masuk ke tanah, Insyaallah tidak ada Banjir. Mungkinkah vertikal drainase efektif mengatasi banjir?

Quote:


Nah, pertanyaan ini yang ramai dibahas dimana-mana. Termasuk saya juga dibikin penasaran, ini sistem atau teknologi macam apa ya. Gak pernah dengar, sumpah.

Cari info di internet. Oh, ternyata sudah banyak yang bahas. Namun bukannya menemukan informasi vertikal drainase secara utuh, melainkan banyak yang membahasnya dari sudut politiknya aja. Setidaknya begitulah penelusuran pribadi saya, semoga saya yang salah.

Rasanya orang-orang lebih suka bahas dari sudut politiknya aja ya akhir-akhir ini. Kenapa gak fokus pada pokok permasalahannya? Bukannya bahas gubernurnya.

Saya bicara begini bukan berarti pendukung gubernur Anies. Di pilgub DKI kemarin juga saya gak coblos beliau. Wong saya kan warganya Bapak Ketum PSSI. Masuk Pak Edy.

Seriusan, saya gak mau bahas politik disini. Thread ini saja saja letakkan di sub forum sains dan teknologi. Jadi marilah fokus bahas vertikal drainase dari sisi teknologi.

Apa itu Vertikal Drainase?

Beruntungnya masih ada website yang bahas vertikal drainase tanpa embel-embel politik. Itupun sepertinya website Universitas. Jujur saja saya agak kesulitan untuk memahaminya. Hehe..

Tapi sulit bukan berarti gak bisa loh ya. Saya coba jelaskan secara sederhananya saja. Vertikal Drainase adalah sistem drainase yang memasukkan air kedalam tanah, bukan hanya mengalirkan secara horizontal melalu gorong-gorong kemudian sungai.

Sejak kapan vertikal drainase digunakan?

Saya pikir awalnya vertikal drainase ini teknologi baru. Karena dilihat-lihat kok banyak orang geger sama vertikal drainase ini. Ternyata ini teknologi lama.

Pada tahun 1925, Daniel E. Moran memperkenalkan pemakaian drainase dari kolom-kolom pasir untuk stabilitas tanah pada kedalaman yang besar dan selanjutnya keberhasilan drainase tipe ini dipakai disebelah barat benua Amerika (Amerika Serikat) dan pada tahun 1944 disebelah timur negara tersebut. Tipe drainase selanjutnya dikenal dengan drainase vertikal.

Pada tahun 1936, diperkenalkan sistem vertikal drain dengan bahan sintesis oleh Kjellman di Swedia. Setelah dites di beberapa tempat pada tahun 1937 dengan bahan calboard wick mendapat sambutan yang hangat dari para ilmuwan.

Sejak saat itu Vertikal Drainase ini digunakan dengan berbagai jenis bahan. Guna mempercepat laju turunnya air. Mengikuti perkembangan teknologi, mulai dari bahan konvensional seperti pasir dan krikil sampai menggunakan bahan sintesis.

Quote:


Prinsip vertikal drainase

Karena resapan air pada tanah lempung rendah. Maka tujuan vertikal drainase ialah memotong dan memperpendek lintasan air pada aliran horizontal.

Maka jarak antara drainasi merupakan hal yang terpenting. Drainasi tersebut biasanya diberi jarak dengan pola bujur sangkar atau segitiga. Jarak antara drainasi tersebut harus lebih kecil daripada tebal lapisan lempung dan tidak ada gunanya menggunakan drainasi vertikal dalam lapisan lempung yang relatif tipis. Lebih jelasnya lihat digambar berikut.

Quote:


Sederhananya gini aja deh. Vertikal Drainase ini seperti perosotan air. Gansis tahu perosotan?

Quote:


Itu air yang ada di perosotan terlihat mengalir deras tanpa ada hambatan. Mengapa begitu? Karena kontur perosotan terbuat dari bahan yang tidak bisa menyerap air. Lalu bagaimana kalau di sepanjang lintasan perosotan ada aliran kebawah? Maka air tidak semuanya turun dan menumpuk di hilir.

Kurang lebih begitulah kerja vertikal drainase sesuai pemahaman saya yang gak seberapa ini.

Vertikal Drainase di Jakarta

Dulu dijaman Jakarta masih bernama Batavia, kota ini masih 'nyaman' menggunakan horizontal drainase.

Gagasan drainase horizontal Jakarta dimulai ketika rencana Prof  H. Van Breen dijalankan di abad 19 dengan dibangunnya Kanal Banjir Barat. Di balik tujuan untuk menggeser aliran sungai ke luar kota Batavia, telah disadari adanya potensi banjir akibat alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan teh di daerah Bogor dan Puncak.

Namun setelah berganti zaman ke zaman. Daerah resapan air di Jakarta semakin berkurang. Dimana-mana sudah banyak aspal, beton dan bangunan. Air hujan hanya lewat, tidak teresap dengan baik ke tanah, sementara pengambilan air tanah dilakukan secara besar-besaran. Dan terjadinya penurunan permukaan tanah.

Saya menjumpai satu artikel dari rujak.org (26 Juli 2013) sejak itu Jakarta dikatakan sudah membutuhkan vertikal drainase untuk mengatasi banjir.

Bisa dikatakan vertikal drainase bukan hal baru di Jakarta. Sudah diupayakan sejak lama, namun ternyata menemukan banyak kendala.

Vertikal Drainase boleh, tapi...

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan menyebut rencana drainase vertikal oleh calon gubernur nomor pemilihan tiga DKI Jakarta, Anies Baswedan, sudah lama dilakukan. Menurut Teguh, drainase vertikal merupakan pembuatan sumur resapan.

Quote:


Setiap gedung di Jakarta kabarnya juga diwajibkan membuat sumur resapan. Namun faktanya dilapangan. Kontur tanah di Jakarta tidak sama semua. Terkadang menemukan tanah merah dan tanah lempung yang tidak bisa menyerap air dengan baik.

Quote:


Sanggupkah vertikal drainase mengatasi banjir?

Kalau kata Gubernur sebelumnya yakni Ahok, normalisasi sungai tetap dibutuhkan.

Quote:


Berarti kalau kita mau simpulkan dan beropini, Vertikal Drainase itu bagus. Namun belum cukup. Artinya gak cukup vertikal drainase doang. Hal-hal lainnya juga perlu dimaksimalkan.

Mulai normalisasi sungai, perbanyak area terbuka hijau sampai edukasi masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan.

Apakabar vertikal drainase sekarang?

Nah ini yang kita tunggu. Apa vertikal drainase sudah direalisasikan? Menurut kabar yang saya dapati. Vertikal Drainase sudah dibuat di Jakarta. Bahkan sudah di uji coba.

Quote:

Namun sayangnya, tampaknya bentuk dari vertikal drainase yang disebutkan itu masih dirahasiakan lokasinya.

Quote:


Kalau gak ada halangan, katanya akhir November ini proses pembuatan vertikal drainase ini sudah jadi. Kita tunggu dan doain aja GanSis.

Quote:

Secara pribadi saya hanya bisa doain saja. Tokh saya juga gak pernah lihat Jakarta secara langsung. Dan saya pikir semuanya butuh kerja keras.

Terserah apapun itu, setidaknya saya sudah sedikit tidak penasaran sama vertikal drainase. Satu kesimpulan yang saya dapat, teknologi semacam vertikal drainase ini hanya bagian kecil dari usaha mengatasi eh mengurangi banjir. Dan semuanya akan percuma saja kalau perilaku kita semua masih gitu-gitu aja. Suka nyampah sembarangan, nebangi pohon-pohon dan bikin bangunan tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan.

Sekian dari saya sebuah thread yang rada panjang dan bikin mata pegel untuk membaca. Jangan lupa cendolnya. Bata juga gakpapa asal sekalian semen dan pasirnya untuk bangun rumah, eh kayu dan atapnya juga. Bye..

Ditulis oleh Rianda Prayoga

Sumber:
Unand.ac.id
Detik.com
Kompas.com
Wartakota (1,2)

Quote:
y
Diubah oleh riandyoga
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 10
setau gue vertikal drainase itu buat konsolidasi tanah, bukan buat ngatasin banjir.
Quote:


Maka itu saya tambahkan tanda tanya (?) dijudul
Quote:


Lebih logis yg reklamasi, giant sea wall, normalisasi kali daripada vertikal drainase. emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:


Iya, dithread juga dijelasin. Vertikal drainase hanya bagian kecil dari banyak cara mengatasi banjir
bisa aja deh
coba dulu bisa apa gak
hmmm "mungkinkah" ya kaya judul lagu gan.
Kesadaran warga kota/pendatangnya msh susah si sampah secuil aja suka di selip sono sini
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 08
ini bukan solusi konkrit, rata2 banjir besar di Jakarta itu karna banjir kiriman dr Bogor. Ujannya di bogor yg banjir dimari di jakarta emoticon-Leh Uga
Quote:

mantra kah
Balasan post edsixteen
Quote:


mantra pejwan emoticon-Ngakak
Quote:


ya masih dipejwan emoticon-Leh Uga
lah wong tanah jakarta kan udah below water table kan ya, mau ngalir kemana lagi airnya??

lebih percaya ahok gw, secara dia geologist, lah ini mah ngawur, sejak desain jaman batavia kan emang cocoknya horizontal drainage
kalo vertical drainage nya mending di hulunya bagian bogor
Diubah oleh kzyrasaurus
Nyerap air di tanah tapi banjir anggaran di proyek emoticon-Cape d...
tidak ada salahnya di coba bre emoticon-Bukan IGO
Ya semoga sj bisa gan, kasian jakarta banjir mulu, masa ibu kota kok banjir mulu
vertikal drain pake Prefabricated Vertical Drain??, bukannya untuk pemadatan tanah, untuk tanah yang muka air tanahnya cukup tinggi??, anies makin ngaco ajemoticon-Leh Uga
emoticon-Wow

ane nyimak dulu gan emoticon-Wowcantik
Diubah oleh dheriara
Nasbung and nastak on the way
emoticon-Leh Uga
haha
padahal yg dimaksud "vertical drainase" itu cuma sumur resapan.. Ini mah udah diwajibin sejak pergub green building 2012.
Mau siapapun gubernurnya harus tegas sama regulasi green building ini.

normalisasi sungai dgn beton2in sungai juga sebenernya kurang ekologis.. karena beton itu membuat air tidak efektif meresap langsung ke tanah.

Kalau di singapura ada perombakan gede di bishan park, dimana saluran drainase yg dulu cuma betonan, dirombak jadi sungai yg lebih alami. Diilangin betonnya. Terus sekarang ada hewan2, otter, burung, jadi lebih ekologis. Ente nemu ikan besar2 di sana. CUMA biayanya sangat mahal..
Ini video timelapsenya
Halaman 1 dari 10


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di