alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Alasan Kepala Kejari Mataram Panggil Baiq Nuril
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf8fb38d675d415728b4567/alasan-kepala-kejari-mataram-panggil-baiq-nuril

Alasan Kepala Kejari Mataram Panggil Baiq Nuril

Alasan Kepala Kejari Mataram Panggil Baiq Nuril

Koalisi Save Ibu Nuril mendatangi Kantor Staf Presiden untuk menyerahkan petisi kepada Presiden Joko Widodo agar memberikan amnesti kepada Baiq Nuril Maqnun, tenaga honorer SMAN 7 Mataram, yang divonis bersalah dalam kasus penyebaran percakapan asusila Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram. Jakarta, 19 November 2018. TEMPO/Ahmad Faiz



Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, I Ketut Sumedana, menuturkan pemanggilan Baiq Nuril hari ini, Rabu, 21 November 2018 dilakukan untuk membicarakan langkah hukum apa yang akan dilakukan Nuril dan tim kuasa hukumnya selama masa penundaan eksekusi.


Ketut mengatakan pihak Kejaksaan Negeri Mataram sebelumnya sudah memanggil Baiq Nuril setelah putusan pidana oleh pengadilan keluar. "Itu kami hormati untuk dilaksanakan. Kami kirim panggilan untuk yang bersangkutan," kata dia saat dihubungi Tempo pada Rabu, 21 November 2018.

Tak lama, tim kuasa hukum Baiq Nuril melayangkan surat permohonan penundaan eksekusi kepada Kejaksaan Agung. Kejagung pun mengabulkan permohonan tersebut. "Nah tapi karena Bu Nuril sudah kami panggil, jadi ya sudah sekalian saja kami akan bicarakan langkah hukum apa yang mau dia lakukan pasca penundaan eksekusi ini," ujarnya.

Sementara itu, tim kuasa hukum Baiq Nuril menuturkan akan mengajukan PK setelah menerima salinan putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA). Hanya saja, kata salah satu kuasa hukum Baiq Nuril, Aziz Fauzi, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui kapan akan menerima salinan tersebut.

Azis mengatakan bahwa tanpa salinan putusan, eksekusi tak bisa dilaksanakan. Dari Pengadilan Negeri Mataram, ia mendapat informasi bahwa salinan putusan itu belum ada, sehingga kemungkinan MA belum mengirimkannya. "Putusannya masih gaib, jadi tidak bisa dilakukan eksekusi," kata dia.

Menurut Aziz, PK menjadi prioritas tim kuasa hukum untuk membuktikan kliennya tak bersalah. Oleh Mahkamah Agung, Baiq Nuril divonis bersalah dengan hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta atas pelanggaran Undang Undang ITE. Padahal sebelumnya pengadilan tingkat pertama membebaskan Nuril.

Menanggapi pengajuan PK, Ketut kembali mengingatkan agar segera mengajukan PK setelah MA memberikan salinan putusan kasasi. "Ya makanya, kami semua desak. Ketika salinan dari MA ke luar, segera ajukan PK," ujarnya.

Kejaksaan Agung mengumumkan telah menunda eksekusi Baiq Nuril. "Dengan melihat aspirasi yang berkembang di masyarakat terhadap persepsi keadilan, kami akan menunda eksekusi," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri pada Senin, 19 November 2018.

Mukri mengatakan penudaan ini berangkat dari adanya surat permohonan penangguhan eksekusi dari tim pengacara Baiq Nuril. Mukri pun meminta tim pengacara untuk segera mengajukan peninjauan kembali. "Kalau bisa secepatnya supaya kasus ini tidak berlarut-larut dan ada upaya hukum yang final. Peninjauan kembali adalah merupakan hak dari tedakwa," kata dia.

Meski menunda eksekusi, Mukri mengatakan status bersalah belum gugur dari Nuril. Mukri menegaskan Nuril bersalah karena mendistribusikan suatu berita elektronik yang berkaitan dengan kesusilaan.

Kasus Baiq Nuril ini berawal dari pelecehan yang kerap dilakukan atasannya, yakni mantan Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram, Muslim. Melalui telepon, mantan atasan Nuril itu menceritakan pengalamannya berhubungan seksual dengan wanita lain yang bukan istrinya.

Merasa tidak nyaman, Baiq Nuril merekam pembicaraan dengan Muslim. Namun, rekaman itu menyebar. Muslim yang tak terima kemudian melaporkan Nuril dengan tuduhan pelanggaran Pasal 27 ayat (1) UU ITE. Pengadilan Negeri Mataram memutus Nuril tidak terbukti menyebarkan konten yang bermuatan pelanggaran kesusilaan pada 26 Juli 2017. Jaksa Penuntut Umum mengajukan banding hingga tingkat kasasi dan Nuril dinyatakan bersalah.

SUMUR : Alasan Kepala Kejari Mataram Panggil Baiq Nuril



Orang sekarang kok bego nya lantang banget.. Bego kok bangga, pake acara diceritain ke orang segala.. emoticon-Cape d...

Ga usah direkam pun si Muslim dengan sadar buka aib sendiri ke Nuril. Jadi ngapain pake acara panik? Tolol.. emoticon-Cape d...
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
baik nuril.... *SENSOR KASKUS* .......... emoticon-Ngacir
Quote:
aspirasi? emoticon-Embarrassment
setelah heboh n dpt kecaman seIndonesia baru gitu
ini siapa sih hakim agungnya ??? klo sampe nuril dipenjara . besok besok semua pelaku kejahatan yg berhasil terekam kamera ataupun cctv akan melakukan hal yg sama . bisa jadi korban ato saksi malah yg dipenjara . bukan pelakunya . coba KPK periksa ini hakim agung track recordnya . jadi curiga klo kayak gini
Diubah oleh ART7
Quote:


gini bro, secara hukum, pelaporan kriminalitas itu, dilakukan ke siapa?
A. Aparat Penegak Hukum (contoh polisi)
B. Medsos

coba bayangin, ente curhat ama temen ente, kalau ente selingkuh dll, curhatan ente direkam, disebar di medsos, gimana perasaan ente?
ente salah karena selingkuh adalah BENAR.
menurut ente, temen ente itu nyalahin etika nggak?
dimata hukum, kalau ente merasa dia mencemarkan nama ente.

jangan cuman ngelihat satu sisi gan.

ane pribadi, pengennya kasusnya diputus (buat memenuhi unsur hukum) TAPI nggak masuk bui juga.

Jadi pelajaran, jangan asal sebar di medsos, apapun itu
Diubah oleh SikiLTugeL
Quote:


oke gue dapat 1 point . Sebar di medsos memang satu kesalahan . Yg gue tanyain disini pelaku pelecehan dapat hukuman apa ngak ??? Klo ngak dapat berarti hakim agungnya boleh kita curigai dong ???? Yg kedua , dalam kasus ini yg pertama dibuat ngak nyaman kan si nuril , trus si kepsek akhirnya dibuat ngak nyaman gara gara tersebarnya rekaman . Kenapa cuman ketidak nyamanan si kepsek aja yg dikabulkan sama hakim agung ?
Quote:


baru buka kaskus sori br reply.
kalau kasus melakukan, kasusnya beda gan, nggak bisa disatukan sama dakwaan dia. Harus terpisah (dan tentunya ada aduan dulu)
makanya ane juga dukung banget dia ngelaporin mantan kepala sekolahnya. Jadi bisa dapat hukuman juga.


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di