alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Budaya /
Belajar Filosofi Hidup dari 4 Tokoh Wayang Punakawan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf8f01d92523387048b4571/belajar-filosofi-hidup-dari-4-tokoh-wayang-punakawan

Belajar Filosofi Hidup dari 4 Tokoh Wayang Punakawan

Belajar Filosofi Hidup dari 4 Tokoh Wayang Punakawan

Belajar Filosofi Hidup dari 4 Tokoh Wayang Punakawan – Dalam seni pewayangan ada banyak sekali kisah yang disajikan. Seni wayang adalah adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di pulau Jawa dan Bali. Pertunjukan ini juga populer di beberapa daerah seperti sumatera dan Semenanjung Malaya. Para penikmat seni pertunjukkan wayang pasti tidak asing dengan kisah-kisah yang diambil dari karya sastra kuno, mulai dari Ramayanan sampai Mahabarata. Bukan hanya itu, setiap pagelaran wayang juga pasti terdapat pesan yang hendak disampaikan oleh seorang dalang.begitu juga dengan 4 tokoh pewayangan yang dikemas menjadi punakawan.
Punakawan berasal dari kata pana yang artinya paham, dan kawan yang artinya teman. Tokoh Punakawan tidak ada di cerita naskah Ramayana maupun Mahabarata. Punakawan merupakan tokoh pewayangan yang diciptakan oleh seorang pujangga Jawa. Tokoh Punakawan pertama kali muncul dalam karya sastra Ghatotkacasraya karangan Empu Panuluh pada zaman Kerajaan Kediri. Konon, dalam pewayangan tersebut Sunan Kalijaga telah menggunakannya untuk sarana dakwah, agar manusia senantiasa Eling marang Gusti Allah.
Empat tokoh punakawan terdiri dari Semar dan ketiga anaknya yaitu Gareng, Petruk, dan Bagong. Para Punakawan ditampilkan sebagai kelompok penceria dengan humor-humor khasnya untuk mencairkan suasana. Selain itu Punakawan juga memiliki karakter masing-masing yang tentunya patut untuk diselami lebih dalam. Kita semua bisa mengenal dan belajar filosofi hidup dari 4 tokoh wayang Punakawan ini.
Semar
4 tokoh wayang Punakawan yang pertama adalah Semar. Semar berasal dari kata Samara (bergegas atau samar-samar). Semar merupakan pusat dari Punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan Punakawan itu sendiri. Semar disegani oleh kawan maupun lawan Semar sehingga menjadikan dirinya sebagai rujukan para ksatria untuk meminta nasihat dan menjadi tokoh yang dihormati. Ia memiliki karakter selalu rendah hati, tidak sombong, jujur, dan selalu mengasihi sesama umat manusia. Menjadikannya sebagai contoh karakter yang baik. Penuh kelebihan tetapi tidak lupa diri meskipun memiliki banya kelebihan. Semar memilii filosofi jari telunjuk seolah menuding, melambangkan karsa atau keinginan yang kuat untuk menciptakan sesuatu. Mata yang menyipit juga melambangkan ketelitian dan keseriusan dalam menciptakan. Senyuman yang seperti menangis melambangkan baha dia tokoh yang tidak memihak kepada siapapun, dia mengasihi segala sesamanya.
Gareng
Nala Gareng berasal dari kata nala hairan (memperoleh kebaikan). Gareng adalah anak Semar yang berarti pujaan atau didapatkan dengan memuja. Tokoh wayang Punakawan satu ini seorang yang tak pandai bicara. Apa yang dikatakannya kadang-kadang serba salah. Tetapi Nalagareng sangat lucu dan menggelikan. Salah satu tokoh wayang Punakawan ini merupakan tokoh yang tidak memiliki bagian tubuh yang lengkap. Nalagareng mengalami cacat kaki, tangan dan mata. Karakter ini menyimbolkan manusia harus berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Tangan yang cacat menggambarkan manusia bisa berusaha tetapi Tuhan yang menentukan hasil akhirnya. Mata yang cacat menunjukkan manusia harus memahami realitas kehidupannya.
Nala gareng dengan tangan yang cacat, kaki yang pincang, dan mata yang juling melambangkan cipta bahwa menciptakan sesuatu dan tidak sempurna, manusia tidak boleh menyerah dalah hidup, bagaimana pun kita sudah berusaha dan apapun hasilnya, pasrahkan pada sang Pencipta.
Petruk
Petruk berasal dari kata fat ruk (tinggalkanlah). Petruk adalah tokoh wayang Punakawan yang selanjutnya. Petruk adalah anak kedua Semar. Tokoh petruk digambarkan dengan bentuk panjang yang menyimbolkan pemikiran yang matang. Dalam menjalani hidup manusia harus berpikiran panjang, tidak grusa-grusu atau terburu-buru dalam mengambil suatu keputusan serta sabar. Petru memiliki karakter nakal tapi cerdas, serta bermuka manis dengan senyuman yang menarik hati, pandai bicara, dan juga sangat lucu. Ia suka menyindir ketidak benaran dengan celetukan-celetukannya. Dalam filosofinya, tokoh petruk lembangkan wujud dari rasa. Dari kegagalan menciptakan Gareng, lahirlah petruk dengan tangan dan kaki yang panjang, tubuh tinggi langsing, hidung mancung, menunjukkan dalam akhir suatu perjuangan pastilah ada hasil yang memuaskan. Terlihat begitu indah dengan penciptaan rasa.
Bagong
4 tokoh wayang Punakawan yang terakhir bernama Bagong. Bagong berasal dari kata al ba gho ya (perkara buruk). Bagong merupakan anak bungsu Semar atau tokoh wayang punakawan yang ke 4. Bagong adalah tokoh yang tercipta dari bayangan Semar. Namun seperti anak semar yang lain, Bagong juga suka bercanda bahkan saat menghadapi persoalan yang teramat serius. Dia memiliki sifat lancang dan suka berlagak bodoh. Karakter yang disimbolkan bagong adalah manusia harus bersikap sederhana, sabar, dan tidak terlalu kagum pada kehidupan di dunia.
Wujud Bagong adalah perwujudan dari karya. Dialah yang dianggap sebagai manusia yang sesungguhnya. Inilah yang sebenarnya menjadi kekurangan. Jadi manusia yang sejati adalah yang memiliki kelebihan dan kekurangan.
Itulah 4 tokoh wayang Punakawan yang memiliki filosofi dalam kita menjalankan hidup. Banyak sekali pembelajaran yang kita ambil sebenarnya pada 4 tokoh tersebut. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kehidupan anda yang lebih cemerlang.
 
 
Baca juga artikel menarik lainnya:
10 Macam Alat Musik Gamelan Jawa dan Fungsinya
Mengenal 9 Macam Motif Batik Nusantara yang Sangat Populer
4 Manfaat Belajar Musik Gamelan Jawa
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di