alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Hingga November 2018, Pemerintah Tangani 134 Kasus Penangkapan Ikan Ilegal
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf8ee899e7404b6258b457b/hingga-november-2018-pemerintah-tangani-134-kasus-penangkapan-ikan-ilegal

Hingga November 2018, Pemerintah Tangani 134 Kasus Penangkapan Ikan Ilegal

Hingga November 2018, Pemerintah Tangani 134 Kasus Penangkapan Ikan Ilegal

JPP, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang juga menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas Pemberantas Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) menyampaikan sejumlah hasil kinerja Satgas 115 sejak pertengahan tahun 2017 hingga November 2018.

Ia menyebut, Satgas 115 telah menangani 134 kasus illegal fishing (penangkapan ikan secara ilegal), di mana 41 kasus telah mendapatkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. 

"Di mana dari hasil capaian kita sudah sangat baik. Dengan membuktikan penangkapan kapal ikan asing ini, maka makin hari makin meningkat kinerjanya. Kita berharap tidak bertambah lagi (kapal illegal fishing), malah tidak ada lagi yang harus kita tangkap. Tapi rupanya begitu musim angin baik, musim ikan datang, masih ada yang mencoba beberapa kali," ungkap Menteri Susi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/11/2018). 

Selain itu, Satgas 115 juga menangkap setidaknya 633 kapal pelaku illegal fishing (Januari 2017–Oktober 2018), baik yang berbendera asing maupun berbendera Indonesia dengan komposisi 366 kapal ikan berbendera Indonesia dan 267 kapal ikan berbendera asing.

"Sebanyak 488 kapal pelaku illegal fishing telah ditenggelamkan berdasarkan penetapan atau putusan pengadilan," tutur Menteri Susi. 

Kemudian Satgas 115 juga melakukan operasi pembersihan rumpon ilegal dan menemukan 60 rumpon ilegal di Laut Seram. Di mana indikasi data satelit terakhir, total rumpon di perairan Indonesia ini sudah luar biasa banyak mencapai lebih dari 10 ribu.

“Ini merupakan persoalan besar. Dengan rumpon ini, mereka mengumpulkan ikan-ikan untuk berkeliaran di wilayah ujung dari EEZ kita, sehingga mereka mencuri dekat dari perairan kita. Ini persoalan besar. Merusak ekologi, mengurangi menepinya ikan-ikan di batas perairan kita. Walaupun betul sekarang ikan sudah banyak. Tapi alangkah lebih bagus lagi kalau kita bisa mengangkat rumpon yang dipasang oleh asing," tambahnya. 

Satgas 115 juga telah berhasil menangkap kapal STS-50 yang merupakan buronan internasional karena melakukan kejahatan perikanan di berbagai negara.

Satgas 115 telah membentuk working group yang terdiri dari beberapa negara untuk menindaklanjuti temuan-temuan dari investigasi kapal FV. STS-50. Working group ini diinisiasi melalui Regional Investigative and Analytical Case Meeting (RIACM) yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 4–5 Juli 2018.  

"Kemudian kapal STS-50 juga telah selesai. Saat ini kita sedang menunggu permohonan untuk dikabulkan oleh Kementerian Keuangan. Di mana kapal STS 50 ini akan kita gunakan sebagai alat kampanye anti IUUF keliling di seluruh pelabuhan-pelabuhan Indonesia," ungkap Menteri Susi. 

Satgas 115 juga telah menemukan modus operandi illegal fishing seperti penggunaan flag of convenience oleh beneficiary owner yang berada dalam negara lain, false claim bendera melalui pemalsuan dokumen certificate of registry, perekrutan ABK dari negara lain tanpa dokumen perizinan yang lengkap, hingga fraud landing (tidak mendeklarasikan/melaporkan jenis dan jumlah ikan dengan benar).

Sementara dalam hal kerja sama dan advokasi internasional, Satgas 115 juga telah mengkampanyekan pengakuan kejahatan perikanan lintas negara yang terorganisir di berbagai forum internasional, seperti The 3rd International Symposium on Fisheries Crime di Wina, Austria; The United Nations Ocean Conference di New York, Amerika Serikat; The United Nations Forum on Business and Human Rights di Jenewa, Swiss; peluncuran International Day for the Fight Against IUU Fishing di markas besar FAO di Roma, Italia; dan pertemuan High-Level Panel for A Sustainable Ocean Economy di Oslo, Norwegia.

Selain itum Satgas 115 juga bekerja sama dengan INTERPOL dan negara-negara lain secara bilateral dan multilateral untuk meningkatkan kemampuan pendeteksian dan penanganan kasus, seperti  kasus FV. Viking, FV. Hua Li 8, dan STS-50. 

Satgas 115 merupakan salah satu contoh penegakan hukum satu atap yang memudahkan kelancaran koordinasi antarlembaga pemerintah, terutama lembaga penegak hukum. Pola penegakan hukum satu atap ini memudahkan penerapan multi-rezim hukum.

Ke depan, diharapkan Satgas 115 dapat mempertahankan capaian yang telah ada dan menuntaskan pekerjaan yang belum selesai sesuai dengan arahan Presiden dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. (kkp)


Sumber : https://jpp.go.id/ekonomi/kelautan/3...an-ikan-ilegal

---

Kumpulan Berita Terkait EKONOMI :

- Hingga November 2018, Pemerintah Tangani 134 Kasus Penangkapan Ikan Ilegal The 5th GHSA, Indonesia Mengawal Terciptanya Keamanan Kesehatan Dunia

- Hingga November 2018, Pemerintah Tangani 134 Kasus Penangkapan Ikan Ilegal Bagian MilenIal Dunia, Generasi Muda Harus Terus Implementasikan Nilai Sumpah Pemuda

- Hingga November 2018, Pemerintah Tangani 134 Kasus Penangkapan Ikan Ilegal Menpora: Borobudur Marathon Bisa Jadi Rujukan Terbaik Dunia

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di