alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Inalum Telah Kantongi Dua Izin Antitrust untuk Miliki Freeport
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf8b862d44f9f512b8b4568/inalum-telah-kantongi-dua-izin-antitrust-untuk-miliki--freeport

Inalum Telah Kantongi Dua Izin Antitrust untuk Miliki Freeport

Jakarta: PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum telah mendapatkan dua izin dari lembaga antitrust untuk memiliki 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Namun masih ada dua negara lagi yang harus dipenuhi.

Dokumen izin antitrust harus didapatkan sebagai salah satu prasyarat yang mesti diselesaikan dalam proses divestasi saham PT Freeport Indonesia.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan dalam proses divestasi pihaknya mesti mengejar izin antitrust dari Indonesia, Filipina, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Budi mengatakan Inalum membantu Freeport untuk mengejar izin antitrust yang belum diselesaikan. Sementara untuk Indonesia, kata dia, izin antitrust bisa didapatkan sesudah transaksi divestasi. Sementara empat negara lainnya mesti didapatkan sebelum transaksi.


"Jadi empat yang mesti kita kejar sebelum transaksi. Dua sudah keluar dari Jepang dan Korea Selatan. Yang belum keluar dari Filipina dan Tiongkok," kata Budi, ditemui di Energy Building, Jakarta, Kamis, 22 November 2018.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini mengatakan izin antitrust yang paling lama biasanya diberikan oleh otoritas Tiongkok. Namun, kata Budi, dirinya telah bertemu oleh State Administration for Market Regulation Tiongkok dan meminta agar bisa dibantu untuk diterbitkan lebih cepat.

"Mereka memberikan sinyal positif. Tiongkok dan Filipina targetnya Desember selesai," jelas dia.

Budi sebelumnya mengatakan sebagai perusahaan internasional yang beroperasi dan berinvestasi di puluhan negara di dunia, mengharuskan Freeport untuk mematuhi persyaratan di masing-masing negara tersebut.

"Jadi kalau ini perusahaan besar mau lakukan transaksi harus izin atau persetujuan mereka. Misalnya Tiongkok enggak mau kalau terjadi transaksi merger entitas barunya terlalu dominan untuk ekspor barang ke Tiongkok. Jadi mereka ingin lihat ini jadi dominan apa enggak," tutur Budi.

Hal senada juga disampaikan oleh CEO Freeport McMoRan sebagai induk usaha PTFI, Richard Adkerson. Dia mengatakan setiap terjadi transaksi merger yang besar, harus mendapatkan persetujuan dari seluruh organisasi antitrust di dunia. Namun demikian hal tersebut bukan sebuah halangan dalam proses divestasi.

"Itu hanya hal prosedural, tapi itu akan memakan waktu. Tapi itu bukan risiko untuk transaksi," pungkas Adkerson.

sumber http://ekonomi.metrotvnews.com/energ...iliki-freeport
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
ber tele tele

emoticon-Marah
alon alon asal kelon eh kelakon emoticon-Cool
yang penting syarat2 dan ketentuan di lengkapin
biar gag jd masalah dikemudian hari


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di