alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
4.5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf7af4c12e257b3288b456a/sebuah-catatan

Sebuah Catatan

Perempuan itu dahulunya periang, namun kini sirna.
Akibat kata-kata setajam paruh elang.

Lelaki itu awalnya selalu tersenyum manis pada siapa saja yang ia temui. Tapi kini, tak lagi. Senyumnya hanya dibalas tatapan sinis, miris.

Gadis itu awalnya ceria, tapi kini hanya ada air mata. Sebab, ia hanya dipandang sebelah mata.

Pria itu rasanya tak ingin merasakan apapun lagi di dunia ini. Semuanya menyakitkan. Tertawa disalahkan, menangis pun dibilang lemah.

Anak itu bukan seorang pendiam, ia terlahir sebagai seseorang yang tak akan tahan jika disuruh diam barang sedetikpun. Tapi kini, ia menjadi seseorang yang enggan mengeluarkan suaranya. Ia bahkan membenci suaranya sendiri.

Gadis itu juga sebenarnya penyuka makanan, hanya saja kini semua makanan ia muntahkan sebelum tertelan. Hanya karena semua orang mempermasalahkan berat badan.

Lelaki itu bukan orang anti sosial, hanya saja ia memilih mengurung diri di rumah sebab dicaci akibat cara jalan yang katanya gemulai.

Remaja itu tidak bodoh. Ia menyayat tangannya hanya karena ia ingin meluapkan emosi.
"Kenapa harus gitu sih? Cerita kan bisa." Kawan, tak semua orang ingin mendengarkan, paling ia hanya dapat cacian.
"Tak ingat tuhan memangnya?" Memang kamu manusia paling mulia?
"Ga guna banget sih," mungkin bagimu itu hal tak berguna. Tapi baginya? Itu adalah pengalihan dari rasa sakit yang dideritanya.


Ibu itu bukan orang jahat, tak berniat menggugurkan anaknya, hanya saja dibilang murahan membuat ia berpikir diluar nalar. Harus menyalahkan pihak wanita jika itu sudah terjadi?
Kemana kalian saat ia mengadu ada yang mendekati dan ingin menyakiti?
Jika tak mau mengerti, jangan suka menghakimi.

Depresi itu wajar adanya, datang dari hati yang gelisah, jiwa-jiwa yang belum usai bercerita, juga raga yang ada namun tak bernyawa.

Mereka semua sudah mati! Nyawanya entah kemana, pergi bersama cibiran kalian.

Bisa tolong baca ini dengan baik?
Jangan suka memberi kritikan yang membuat orang tertekan.
Kalian tak membuat ia bahagia, tapi berani-beraninya membuat ia bersedih.
Dasar pengecut.
Jika tak bisa membuat ia membaik, jangan buat ia terpuruk.


-
Untuk yang merasakan, kalian tak sendiri.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Sebuah postingan..
×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di