alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
YHP: Puisi Tidak Bisa Lepas Dari Kehidupan Bermasyarakat
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf748be582b2e0a1a8b4568/yhp-puisi-tidak-bisa-lepas-dari-kehidupan-bermasyarakat

YHP: Puisi Tidak Bisa Lepas Dari Kehidupan Bermasyarakat

YHP: Puisi Tidak Bisa Lepas Dari Kehidupan Bermasyarakat

PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA - Semangat Yayasan Hari Puisi mencoba mengembalikan bahwa sesungguhnya bangsa ini adalah bangsa yang saling menghargai, bangsa yang berbahasa santun, baik dengan berbagai metaforanya dan peran puisi dalam kehidupan. Sehingga tidak perlulah ada kata-kata kebun binatang untuk ngomelin orang, apalagi ada isi toilet dikeluarin.

Demikian kata Ketua Yayasan Hari Puisi, Maman S Mahayana saat menggelar press konference menjelang Puncak Perayaan HPI 2018 di Ruang Pusat Dokumen Satra (PDS), Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusa, Rabu (14/11/2018).

Baca Juga:


 "Aneh itu lho, karena bangsa kita tidak mengenal itu. Ada metafora. Kalau mau mengatakan orang tidak tahu adat atau ada orang yang culas cukup dengan pagar makan tanaman, orang yang sombong tapi tidak ada isinya, air beriak tanda tak dalam, dan seterusnya," kata Maman di hadapan awak media.

Menurut Maman, semangat hari puisi mencoba mengembalikan itu semua. Dan itu konteks sekarang menjadi penting karena bertebaran dimana-mana hoaks-hoaks, ujaran kebencian, orang kemudian marah dengan kata-kata yang kasar. "Apa tidak ada kata yang lebih halus sehingga orang lain tidak merasa tersinggung," ujarnya menyoal.

Selama lima tahun, tutur Maman, enam tahun ke sini, alhamdulillah, usaha untuk mencoba mengangkat kembali puisi di dalam kehidupan keindonesia ini sudah mulai kelihatan. Yang tampak jelas itu adalah Gerakan Penulis Puisi dari berbagai daerah.

"Muncullah kemudian para penyair. Ada juga kesadaran untuk mencoba menyusun sejarah puisi di daerahnya. Seperti yang dilakukan oleh Kendari. Baru kemarin membuat buku Sejarah Puisi Sulawesi Tenggara," katanya.

"Dari situ kelihatan betul bahwa puisi memang tidak bisa lepas dari kehidupan bermasyarakat. Dan kemudian kelihatan juga di situ bagaimana tali temali antara puisi, drama, dan seterusnya dengan keseluruhan bermasyarakat di sana," imbuhnya.

Berita terakhir, lanjut Maman, yang menurut dia cukup "spektakuler", ialah tawaran dari Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika), Yayasan Hari Puisi akan dilibatkan untuk menyelenggarakan peluncuran seri perangko penyair. "Jadi nanti Kominfo akan menerbitkan perangko seri penyair, dan kami dilibatkan untuk mencoba membuat dasar pemikirannya dan lain sebagainya. Ini baru rancangan awal, tapi saya kira dahsyat sekali itu gagasan," katanya.

"Kelihatan penyair memang punya jasa. Kalau tidak ada bahasa melayu, habis kita. Dan yang menjadikan bahasa Melayu itu tegak, kuat dan berwibawa, Raja Ali Haji, Penyair dia," kata Maman lagi.

Simak: Bangsa Indonesia Sesungguhnya Adalah Bangsa Penyair 

Ketika misalnya, dia mencontohkan, dikatakan bahwa salah satu ciri sastra modern harus mencantumkan nama, tidak anonim, maka yang anonim yang lama-lama itu, dianggap sastra tradisional. "Tidak juga! Hamzah Fansuri, penyair pertama yang menyebutkan dirinya: Hamzah Fansuri seorang fakir. Itu ditulis dalam karyanya seperti syair perahu. Modern. Itu dipuji habis oleh para peneliti Belanda. Puisinya itu memang dahsyat," tegasnya.

Kelihatan juga, sambung Mamang, dulu memang kita punya jaringan yang luas dengan parsi (Persia), Timur Tengah, dengan Sultan-Sultan di Nusantara. Itu dimungkinkan oleh para penyair.

"Nah, sekarang pertanyaannya mengapa peran puisi, peran penyair, peran sastrawan itu tergusur? Inilah yang coba kita kembalikan lagi. Ada sesuatu yang tidak beres di dalam kehidupan bangsa ini. Salah satunya adalah mencoba agar bangsa ini tidak tuna sejarah. Itulah semangat yang melandasi kami merasa perlu mendirikan yayasan yang bergerak di bidang puisi," harapnya.

Editor: Didik Hariyanto
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Quote:


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di