alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Susi Ingin Lebih Banyak Ahli Kelautan dan Perikanan Daripada Ahli Pertanian
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf747d2dad77094408b4571/susi-ingin-lebih-banyak-ahli-kelautan-dan-perikanan-daripada-ahli-pertanian

Susi Ingin Lebih Banyak Ahli Kelautan dan Perikanan Daripada Ahli Pertanian

Susi Ingin Lebih Banyak Ahli Kelautan dan Perikanan Daripada Ahli Pertanian

PILIHANRAKYAT.ID, JEMBRANA - Sejak ditunjuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengaku yang menjadi salah satu prioritasnya ialah ingin membangun instansi pendidikan sebagai tempat anak bangsa menimba ilmu, khususnya di bidang kelautan dan perikanan. Alhasil, dalam kunjungan kerjanya di Jembrana, Bali, Susi meninjau progress pembangunan lanjutan Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Jembrana, Rabu (10/10/2018) lalu.

"Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat Jembrana ini untuk mempunyai ahli-ahli kelautan dan perikanan. Saya pikir sudah saatnya mendukung visinya Presiden, menjadikan laut masa depan bangsa," tutur Menteri Susi.

Simak: 



Menurut dia, setelah menjaga laut dengan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, mengelola sampah dengan baik dan tidak membuangnya ke laut, dan menjalankan bisnis perikanan yang sehat, bangsa Indonesia juga perlu untuk membangun manusia-manusia kelautan dan perikanan yang terampil dan berdaya saing tinggi.

Generasi ini, lanjutnya, dibutuhkan sebagai pioneer yang akan mengelola kekayaan laut Indonesia ke depannya. "Saya berkeinginan nantinya lebih banyak ahli kelautan dan perikanan daripada ahli pertanian. Itu cita-cita saya karena laut kita lebih luas daripada daratan kita," ujarnya.

Saat ini, kata dia, sektor-sektor konvensional semakin tergerus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Sektor perbankan misalnya, dalam beberapa waktu ke depan diprediksi akan terus mengurangi karyawannya yang fungsinya sudah banyak digantikan teknologi. "Jadi mau dikemanakan anak-anak muda kita? Mau diapakan surplus demografi kita?Ya ke laut. Mengelola laut, mengelola hasilnya," kata Susi.

Menteri Susi pun mengimbau masyarakat Indonesia utamanya generasi muda untuk ikut ambil bagian langsung mengelola lautan Indonesia. Ia meminta agar tak ada lagi yang segan untuk menjadi pelaku utama perikanan. Menurutnya, dengan menguasai Iptek, sektor kelautan dan perikanan akan lebih menguntungkan dibandingkan sektor-sektor popular lainnya.

Baca Juga:


Untuk itu, dalam kesempatan tersebut Menteri Susi juga menyerahkan beasiswa pendidikan bagi 36 taruna Poltek KP Jembrana anak pelaku utama perikanan, masing-masing sebesar Rp6  juta. "Namun, ini hanya bisa tercapai jika kita kelola dan pertahankan hingga anak cucu kita, kalau kita juga disiplin menjaga, kalau tidak juga percuma," tandasnya.

Editor: Didik Hariyanto
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Karena nenek moyang kita seorang pelaut emoticon-Malu
banyakin KRI + marinir buat jg

kalo sarjana pertanian banyak yg lari jd pegawai bank emoticon-Malu
Quote:


baru gue mau posting kayak gini . Sekallian aja fakultas pertanian yg buang buang anggaran itu ditutup . Yg menghasilkan peneliti sama petani modern aja dipertahankan . Masak hampir semua jd bankir . Kenapa ngak kuliah di fak ekonomi aja .
Mangstab, hidup poltek kp.
Diubah oleh devikhan96
"Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat Jembrana ini untuk mempunyai ahli-ahli kelautan dan perikanan. Saya pikir sudah saatnya mendukung visinya Presiden, menjadikan laut masa depan bangsa," tutur Menteri Susi.
Quote:

Maunya kerja di AC sama depan komputer, emoticon-Big Grin
soalnya enak, gak bolak balik kayak kerja di luar ruangan, dan panas2an. emoticon-Big Grin
Balasan post ART7
Quote:


ane sarjana pertanian, tp balik kesawah emoticon-Ngakak
temen ane 65% kerja di bank
20% kerja di perusahan dibidang pertanian
10% buka usaha sendiri di nonpertanian
5% doang yg turun sawah

emoticon-Ngakak
Quote:


wkwkkwkkwk . Makanya saraan gue bagi yg mau kerja dalam ruangan ber AC kuliah ekonomi aja . Lebih masuk akal kok
Quote:

Kayaknya kalo di negera maju, gak boleh deh, nyari pekerjaan yg gak sesuai dengan bidangnya bakalan bisa tembus emoticon-Big Grin
Contoh ya kayak gini pertanian, kerjanya di bank emoticon-Big Grin
Quote:
Diubah oleh 54m5u4d183
ITB tahun pertama TPB, abis itu rebutan milih jurusan

tapi kalo dari awal mau masuk jurusan oseanografi, bakal auto-masuk
Ahli pertanian banyak tuh di perbankan sama divisi marketing swasta
Banyak yg gagal trjun lgsung di segmen pertanian sih ya...

Sampe ada yg ngehina singkatan IPB skg jadi Intitut Perbankan Bogor..
sarjana pertanian udah jadi pegawai bank bu susiemoticon-Sorry
Padahal mintanya fakultas palm oil tuh sang rajaemoticon-Leh Uga
mending jadi kang ojol bu.. lebih halal.. lebih berkah.. daripada ahli kelautan dan perikanan..
Quote:


mungkin perlu program promosi dari kementerian + institutnya buat promosi jurusan inih (+ ntar lulus tersedia lowongan apa dan kira2 gajinya berapa), soalnya gw sendiri yang orang jakarta kaga tau jurusan perikanan ini kerjanya apaan (meskipun perlu diakui bahwa gw rada gaptek sih emoticon-Embarrassment). anggapan yang beredar luas di masyarakat ya kalau mau gaji tinggi = ke bank, kalau mau kerjaan terjamin = daftar pns. jadi mungkin konsentrasi besar orang nyari kerjaan ya ke situ.

kalau diiming2in lulus pasti dapet kerjaan/banyak yang membutuhkan sih bisa jadi gimmick menarik (kalau ditulisin laut lebih luas dari daratan sih bisa jadi iklan menarik, tapi tergantung kerjaan kek apa dan gajinya berapa) / realita emoticon-siul
Quote:


Diluar juga bisa bro
Terutama kalo emang nyari pekerja banyak, dijamin entry masuk dipermudah
Makanya ada yang bilang orang kuliah cuma nyari "ijazah"
Apalagi sekarang sarjana buanyak
Jadinya rada ekstrim (min. S1)

Kalo gak salah gudang garam pernah rekrut salesman minimal S1, ane lupa berapa taun lalu
Pada dasarnya S1 itu cuma "bukti" kalo emang ini orang punya otak/bisa rajin
Udah bukan sebagai "bukti" kalo ini orang spesialis di bidangnya


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di