alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Susi Terus Menagih Komitmen Negara-Negara Melestarikan Laut
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf740d214088d673d8b4567/susi-terus-menagih-komitmen-negara-negara-melestarikan-laut

Susi Terus Menagih Komitmen Negara-Negara Melestarikan Laut

Susi Terus Menagih Komitmen Negara-Negara Melestarikan Laut

PILIHANRAKYAT.ID, NEW YORK - Hari kedua di New York, Amerika Serikat, Selasa (25/9) dalam agenda kunjungan kerja, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa petinggi negara, di antaranya Sekretaris Kabinet Mauritius, Menteri Luar Negeri Islandia, dan Menteri Luar Negeri Sri Lanka. Dalam pertemuan itu, Susi menagih komitmen masing-masing negara dalam pelestarian laut melalui keikutsertaan dalam gelaran Our Ocean Conference (OOC) 2018 yang akan diselenggarakan di Bali, Indonesia pada 29-30 Oktober mendatang.

Indonesia telah didapuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan OOC ke-5 yang mengusung tema Our Ocean, Our Legacy (Laut Kita, Warisan Kita). Dengan tema ini, tindakan pelestarian kesehatan laut menjadi fokus utama dengan melibatkan berbagai negara di dunia, LSM/NGO, sektor swasta, dan public figure. Oleh karena itu, Indonesia telah mengundang 20 kepala negara, 20 pejabat, dan 190 menteri dari seluruh dunia.

Setidaknya ada enam bidang aksi yang akan diusung dalam penyelenggaraan OOC tahun ini, di antaranya Perikanan Berkelanjutan; Kawasan Lindung Laut; Pencemaran Laut; Perubahan Iklim; Ekonomi Biru Berkelanjutan (Sustainable Blue Economy); dan Keamanan Maritim.

Baca Juga:




“Kami menantikan partisipasi aktif Mauritius di OOC 2018, terutama dalam mendorong hadirnya kepala negara atau kepala pemerintahan serta para pemangku kepentingan untuk mengumumkan komitmen pelestarian kesehatan dan produktivitas lautan. Kami akan sangat senang jika Presiden Mauritius juga dapat hadir,” tutur Menteri Susi kepada Sekretaris Kabinet Mauritius, Nayen Koomar Ballah.

Usai bertemu Sekretaris Kabinet Mauritius, Menteri Susi juga bertemu Menteri Luar Negeri Islandia, Gudlaugur Thór Thórdarson. Menteri Susi juga menagih kehadiran Gudlaugur dalam gelaran OOC 2018.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia dan Menteri Perikanan dan Pertanian Islandia telah menandatangani Letter of Intent (LoI) tentang Kerja Sama Kelautan dan Perikanan pada 11 April 2008 di Reykjavik, Islandia. Pada kesepakatan 10 tahun lalu itu, Indonesia dan Islandia berencana untuk menjajaki kerja sama peningkatan kapasitas di sektor kelautan dan perikanan, penelitian perikanan, dan sistem manajemen perikanan terpadu. Namun, hingga saat ini kesepakatan tersebut belum dilaksanakan dan Menteri Susi menilai perlu dilakukan revitalisasi.

Islandia juga menjadi negara paling aktif selama diskusi penting menentukan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), yang kemudian diadopsi secara internasional dalam Konvensi PBB 1982 tentang Hukum Laut. Islandia juga sangat mendukung konsep kejahatan perikanan lintas negara terorganisir (transnational organized fisheries crime) yang sering disuarakan Indonesia di berbagai forum internasional.

“Indonesia mengambil sikap tegas terhadap kegiatan IUU fishing, yang bertanggung jawab atas kerusakan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kami telah menenggelamkan 488 kapal penangkap ikan ilegal yang beroperasi di perairan kami, dan mencabut 291 izin penangkapan ikan yang dimiliki oleh para pelaku IUU fishing. Kami juga melarang secara ketat kapal-kapal penangkap ikan asing yang beroperasi di Indonesia, untuk memberikan lebih banyak kesempatan bagi para nelayan Indonesia untuk menikmati sumber daya laut kami yang beragam,” cerita Menteri Susi.

Meskipun menetapkan pelarangan penangkapan ikan oleh asing di wilayah Indonesia,  Menteri Susi tetap mengajak Islandia untuk berinvestasi dalam sektor produksi, pengolahan, dan semacamnya.

Terakhir, Menteri Susi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Tilak Janak Marapana. Sama dengan kepada dua petinggi negara sebelumnya, Menteri Susi juga mengundang Marapana untuk hadir dalam OOC 2018, dan Marapana memastikan akan hadir. “Sebagai ketua kelompok regional Asia di UN GA, kami berharap Sri Lanka dapat mendorong negara-negara di Asia untuk memenuhi komitmen mereka dan menghadiri OOC 2018 di Bali,” ungkapnya kepada Marapana.

Kemitraan Indonesia dan Sri Lanka memang sudah terjalin baik. Pada 8 Maret 2017 lalu misalnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia dan Kementerian Perikanan dan Pengembangan Sumberdaya Perairan Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka  telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kerja Sama Kelautan dan Perikanan. Pada kesempatan itu juga ditandatangani Joint Communiqué tentang Kerja Sama Internasional Sukarela untuk Memerangi Perikanan Ilegal, Tidak Diatur, dan Tidak Dilaporkan (Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing/IUUF), serta promosi Pemerintahan Perikanan Berkelanjutan.

Menurut Menteri Susi, Indonesia dan Sri Lanka memiliki banyak potensi kerja sama di antaranya melalui pemberantasan IUUF dan kejahatan perikanan, peningkatan usaha perikanan skala kecil, penerapan perikanan budidaya berkelanjutan, pembentukan kawasan perlindungan laut, dan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim terhadap perdagangan dan investasi kelautan dan perikanan.

Terbukti dengan neraca perdagangan produk perikanan Indonesia ke Sri Lanka yang tercatat surplus sebesar USD7,3 juta pada tahun 2017 lalu. Sekitar 64 persen lautan di dunia ini adalah laut lepas (Pew Charitable Trusts, 2016), dan ¾ populasi perikanan laut dalam berada dalam kondisi yang buruk (New York University / NYU, 2017). Hal ini terjadi karena praktik transshipment (bongkar muat) di laut telah melemahkan keamanan maritim dengan memfasilitasi kegiatan IUUF dan kejahatan lainnya.

Oleh karena itu, Menteri Susi yakin kegiatan transhipment di laut lepas harus dilarang. Ukuran Port State tidak akan diimplementasikan secara optimal jika transshipment di laut lepas masih ditoleransi dan tidak diawasi. Komunitas global harus melindungi lautan karena lautan yang sehat bukan hanya untuk satu negara saja, tetapi untuk semua negara di dunia.

Editor: Didik Hariyanto
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
yg gak mau tepati janji sebaiknya ditenggelamkan saja bu ........ emoticon-Ngacir
bagi yg ga mau mending tenggelamkan aja deh buemoticon-Big Grin
Quote:
Balasan post kasbos
Quote:




di mulai dari ai mukidi dulu yaak emoticon-Leh Uga


Salah satu mentri yg greget di era pak Jokowi .. salute buat ibu Susi semoga menjadi suri tauladan yg lain emoticon-Recommended Selleremoticon-Recommended Selleremoticon-Recommended Seller
Kabinet Mauritius, Menteri Luar Negeri Islandia, dan Menteri Luar Negeri Sri Lanka. Dalam pertemuan itu, Susi menagih komitmen masing-masing negara dalam pelestarian laut melalui keikutsertaan dalam gelaran Our Ocean Conference (OOC) 2018 yang akan diselenggarakan di Bali, Indonesia pada 29-30 Oktober mendatang.

kesimpulannya banyak yg cuma baca judulnya doang gak baca isinya
×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di