alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Uang Muka Sudah Dibagi-bagi, Pembangunan Pasar Modern Malah Mangkrak
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf6dd13925233e0788b4567/uang-muka-sudah-dibagi-bagi-pembangunan-pasar-modern-malah-mangkrak

Uang Muka Sudah Dibagi-bagi, Pembangunan Pasar Modern Malah Mangkrak

Uang Muka Sudah Dibagi-bagi, Pembangunan Pasar Modern Malah Mangkrak

Kontributor Batam, Hadi Maulana Kompas.com - 22/11/2018, 22:16 WIB

Uang Muka Sudah Dibagi-bagi, Pembangunan Pasar Modern Malah Mangkrak

NATUNA, KOMPAS.com - Pembangunan pasar modern di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), yang dikerjakan tahun 2014 lalu hingga saat ini mengkrak alias tidak terselesaikan. Hal ini terjadi karena uang muka proyek sebesar 15 persen atau senilai Rp 4,8 miliar yang diterima, langsung dibagi-bagi termasuk kepada kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) saat itu. Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga mengatakan, pembangunan pasar modern dari anggaran Pemkab Natuna dianggarkan secara multiyears selama dua tahun, yakni 2014 dan 2015.

"Proyek ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp 36 miliar yang dibagi menjadi Rp 10 miliar pada tahun anggaran 2014 dan Rp 26 miliar di tahun 2015," jelas Erlangga. Senada juga diungkapkan Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri Kombes Pol Rustam Mansur. Dia mengatakan, pasar modern ini berada di jalan Muhammad Benteng, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. "Tahun anggaran pertama saja, pembangunan ini sudah bermasalah. Uang mukanya malah dibagi-bagikan, bahkan kepala Dinas PU saat itu juga menyetujui dan kebagian uang mukanya," kata Rustam.

Proyek pembangunan pasar ini melalui proses lelang yang diikuti oleh dua perusahaan dari Jakarta. Pada perjalanannya, lelang dimenangkan oleh PT Mangkubuana Utama Jaya. Namun, oleh perusahaan yang dipimpin Muhammad Assagaf sebaga direktur utama, pembangunan pasar tersebut diserahkan lagi kepada perusahaan subkontraktor, yakni PT Najib.

"Parahnya di pertengahan jalan, proyek ini malah bermasalah, dan kemudian diserahkan lagi ke pihak perseorangan," jelas Rustam. Kontraktor mengklaim pembangunan sudah mencapai 48 persen sehingga Pemkab Natuna menggelontorkan anggaran 48 persen dari seluruh total pagu anggaran. Akan tetapi faktanya, proyek tersebut belum dikerjakan seperti yang dilaporkan 48 persen. Rustam mengatakan, polisi menetapkan 9 orang tersangka, yakni Kepala Dinas TU Kabupaten Natuna Sudarmadi, Direktur Utama PT Mangkubuana Utama Jaya Muhammad Assagaf serta pelaku lain berinisial MBI, LH, JHB, DAP, DS dan NST.

Untuk kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus ini senilai Rp 4 miliar dengan modus kegiatan tersebut dilakukan mark-up atau penggelembungan. "Kesembilan tersangka ini kami jerat pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU RI No 21 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi," tutup Rustam.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Uang Muka Sudah Dibagi-bagi, Pembangunan Pasar Modern Malah Mangkrak", https://regional.kompas.com/read/201...malah-mangkrak.
Penulis : Kontributor Batam, Hadi Maulana
Editor : Farid Assifa



tikus-tikus yg ngak habis dibasmiemoticon-Marah




Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
gua gasuka suatu hal itu dibagi2, karwna kalau dibagi2 terus maka jumlah awal sebuah hal akan terus berkjranf dengan drastis.

Msndingan dikali kali aja, kalau suatu hal dikali terus maka jumlahnya akab se.makinvbanyak

Kaluah ga percata coba aja dah
kejujuran dan tanggung jawab pekerjaan SDM kita masih lemah dan kurang soal pengelolaan dana..

maunya nambah dikit, selip dikit, bagi dikit, tuker dikit, coret dikit, kali dikit..

sedikit nilai proyek pakenya persentase..

nilai 10M persentase 1%nya bisa 100jt
Diubah oleh anarchy0001
Quote:


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di