alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Forex Broker /
Analisa Trading 22112018
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf6d82660e24b8d198b456a/analisa-trading-22112018

Analisa Trading 22112018

Analisa Trading 22112018


Pada hari Kamis, Indeks Dolar berada di kisaran 96.70, sedikit merosot dari level tertinggi pekan ini (96.89), yang tersentuh pada perdagangan hari Selasa lalu. Tidak hanya terhadap mata uang utama, Dolar AS juga melemah signifikan terhadap mata uang komoditas seperti Dolar Australia, New Zealand, dan Kanada. Pelemahan Dolar AS sebagian besar dipicu oleh meningkatnya Risk Appetite setelah pasar saham berhasil rebound. Sebagai informasi, Dolar AS memang sempat menguat tajam belakangan ini karena pengaruh aksi jual di Wall Street dan saham-saham Asia.

Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments, mengatakan bahwa meskipun bursa saham mengalami rebound, Risk Appetite pasar secara keseluruhan masih sangat rentan. Terlebih lagi, telah ada beberapa false rebound dalam dua minggu terakhir. Menurut Schamotta, berbagai rilis data ekonomi baru-baru ini menunjukkan semakin menyempitnya kesenjangan kinerja AS dengan negara maju lain di awal musim dingin tahun ini. Laporan data ekonomi tersebut juga memberikan bukti terkuat bahwa dampak positif pemotongan pajak oleh Trump sebagian besar hanya bersifat sementara.

Biro Statistik Jepang Kamis pagi tadi melaporkan bahwa dalam basis year-on-year, Inflasi Konsumen Inti (Core CPI)--yang tidak memperhitungkan volatilitas harga makanan segar--naik 1.0 persen sesuai ekspektasi. Namun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, maka Core CPI Jepang untuk bulan Oktober terbilang stagnan. Menurut analis Takeshi Minami dari Norinchukin Research Institute, data tersebut menunjukkan bahwa akan butuh waktu lama bagi inflasi Jepang untuk mencapai target BoJ 2 persen. Oleh sebab itu, Bank of Japan (BoJ) diperkirakan belum bisa mengakhiri program stimulus mereka dalam waktu dekat.

Data berdampak medium di atas direspon dengan penguatan tipis oleh Yen, terbukti dengan turunnya USD/JPY sebanyak 0.05 persen ke 113.005 dalam time frame harian. Selain itu, tekanan pada pasangan mata uang tersebut juga dipengaruhi oleh Dolar AS yang sedang melemah karena meningkatnya minat risiko.

Dolar Australia telah turun cukup tajam sejak awal tahun 2018. Pada Oktober lalu, penurunannya bahkan mencapai level terendah di lebih dari dua tahun. Walaupun AUD/USD mulai menguat di bulan November ini, JP Morgan mengekspektasikan bahwa penguatan tersebut tak akan bertahan lama. Dolar Australia melonjak ke atas 0.72 di bulan November ini. Penguatan tersebut terjadi berkat solidnya data ketenagakerjaan Australia, harapan akan solusi perdagangan AS-China, ekspektasi melemahnya kenaikan suku bunga AS tahun depan, serta aksi short-covering oleh para investor.

Kabar terbaru Brexit kembali melonjakkan Poundsterling. Kamis. Bloomberg melaporkan bahwa teks rancangan kesepakatan Brexit yang gol kali ini berisi pernyataan bahwa UE dan Inggris akan berkomitmen untuk tetap menjalin kerja sama serius dalam sektor bea cukai, dan akan membangun sebuah wilayah pabean tunggal (single customs territory). Uni Eropa juga akan mengakui independensi kebijakan perdagangan Inggris, serta memperpanjang masa transisi pasca Brexit hingga satu atau dua tahun lagi. Kabar ini diasumsi positif oleh para trader Poundsterling. GBP/USD naik pesat 0.75 persen ke 1.2872.

Untuk trading instrumen yang kami pilih hari ini 22/11/2018 adalah sebagai berikut;

AUDUSD
Analisa Trading 22112018

EURUSD
Analisa Trading 22112018

GBPUSD
Analisa Trading 22112018

USDCAD
Analisa Trading 22112018

USDJPY
Analisa Trading 22112018

Terima kasih,
Salam opit.

Peringatan risiko: CFD Trading, merupakan produk leverage, mengandung risiko tinggi dan dapat mengakibatkan hilangnya semua investasi Anda. Sebaiknya jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap untuk kehilangan. Sebelum memutuskan untuk melakukan trading, harap memastikan terlebih dahulu bahwa Anda memahami semua risiko yang terkandung dengan trading CFD OTC dan pertimbangkan tingkat pengalaman Anda. Silahkan mencari saran independen jika diperlukan. Kinerja CFD pada masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk memperkirakan hasil masa depan.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di