alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Masih Berani Bully JOMBLO? Pria ini Bantai 56 Orang Dalam Waktu 8 Jam Karena Diejek
4.33 stars - based on 18 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf6b8a314088df9558b4572/masih-berani-bully-jomblo-pria-ini-bantai-56-orang-dalam-waktu-8-jam-karena-diejek

Masih Berani Bully JOMBLO? Pria ini Bantai 56 Orang Dalam Waktu 8 Jam Karena Diejek

Masih Berani Ngebully JOMBLO? Pria ini Membunuh 56 Orang Dalam Waktu 8 Jam Karena Diejek Tak Kunjung Menikah

Masih Berani Bully JOMBLO? Pria ini Bantai 56 Orang Dalam Waktu 8 Jam Karena Diejek

BERITA UNIK - Tercatat pembunuhan terkeji yang pernah terjadi dalam di Korea Selatan adalah pembunuhan massal yang dilakukan oleh Woo Bum-kon. Pria ini tega menghabiskan 56 nyawa dan melukai 35 orang padahal profesinya adalah polisi. Peristiwa berdarah itu terjadi hanya dalam waktu delapan jam. Dalam sejarah Korea Selatan, insiden tersebut terjadi pada 26 April hingga 27 April 1982.

Sore itu, 26 April 1982 Woo Bum-kon naik pitam gara-gara tindakan pacarnya, Chun Mal-soon. Chun menepuk lalat di dada Woo yang sedang tertidur. Merasa marah, Woo Bum-kon pergi dari rumah dan pergi ke kantor polisi untuk bertugas sekitar pukul 16.00.

Berdasarkan laporan, Woo disebut meminum banyak alkohol dan mabuk berat.
Sekitar pukul 19.30, Woo kembali ke rumah dan menyiksa pacarnya dengan melancarkan pukulan dan tendangan. Ia juga merusak perabotan rumah sebelum pergi ke gudang senjata. Woo membawa senjata api, 144-180 amunisi, dan tujuh granat.

Sekitar pukul 21.30, Woo menembak korban pertamanya. Ia kemudian pergi ke kantor pos setempat dan membunuh tiga operator telepon. Woo juga memutus sambungan telepon agar tidak ada orang yang bisa melakukan panggilan darurat.

Setelah itu, Woo Bum-kon pergi ke sebuah pasar di Desa Togongni. Ia melempar granat dan menembaki setiap orang yang melewati area tersebut. Chun Mal-soon juga mendapat tembakan yang mengenai bagian kakinya saat sedang mencari Woo.

Dari sana, Woo Bum-kon mulai berpindah dari satu desa ke desa lainnya. Woo masuk ke rumah-rumah secara acak. Ia menggunakan statusnya sebagai polisi untuk mengelabui warga lalu kemudian membunuh mereka. Woo masuk ke rumah-rumah secara acak. Ia menggunakan statusnya sebagai polisi untuk mengelabui warga lalu kemudian membunuh mereka.

Pukul 22.30, Woo menyadera seorang remaja berusia 16 tahun dan berpindah tempat ke Ungye-Ri. Di sana Woo menyuruh remaja tersebut membeli minuman dari sebuah toko kelontong. Setelah permintaannya dituruti, Woo menembak remaja itu dan menyerang pemilik toko serta keluarganya dan di desa tersebut, setidaknya WOo membunuh 18 orang.

Ia berpindah ke Pyongchon-Ni dan menembak satu keluarga yang terdiri dari empat orang. Total 24 nyawa melayang di Pyongchon gara-gara tindakan keji Woo Bum-kon. Pihak kepolisian Korea Selatan kesulitan menangkap Woo karena pelaku terus berpindah tempat di bawah kegelapan.

Aksi Woo berakhir di rumah warga. Ia kemudian memilih bunuh diri dengan meledakkan diri menggunakan dua granat yang dipegangnya. Orang-orang yang ada dirumah tersebut pun ikut tewas.

Berdasaarkan laporan, aksi Woo malam itu menewaskan 55 orang secara seketika (menjadi 56 dengan dirinya yang bunuh diri) dan satu lainnya meninggal beberapa hari kemduian setelah mendapatkan perawatan medis. Chun Mal-soon menjelaskan, Woo ternyata mengidap gangguan mental dan tersinggung karena ucapan para tetangga yang mencibirnya karena tak kunjung menikah.

Buntut dari insiden berdarah tersebut, Menteri Dalam Negeri Korea Selatan, Suh Chung Hwa, dan kepala polisi nasional, Ahn Ung Mo, menawarkan untuk mengundurkan diri. Kepala polisi provinsi pun ditangguhkan dan empat polisi lainnya ditangkap. Mereka dituduh mengabaikan tugas, diduga karena gagal mencegah Woo Bum-kon mengambil senjata, amunisi dan granat.

Mereka dituduh mengabaikan tugas, diduga karena gagal mencegah Woo Bum-kon mengambil senjata, amunisi dan granat.


Sumber
Diubah oleh matthysse76
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 9
Wahhh... Kalap tuh...
Kejiwaannya d pertanyakan emoticon-Takut
mantab, makhluk2 kaya Woo Bum-kon harus makin banyak nih emoticon-Big Grin
Astagfirullah
ini mah bukan jomblo bre

Quote:

Quote:


betewe pusing bacanya, dobel dobel emoticon-Ngakak
Alurr ceritanya sdah bagus.. Tp tlong dong diedit.. Bnyak yg diulang2..
Udah mlam baca diulang kayak ketemu nyamuk tp gagal nepuk..
Bisa emosi kyk si won neh..
Orang gila bener2x pembunuh berdarah dingin emoticon-Nohope
Balasan post Kanggoro
Quote:


Sabar gan emoticon-Embarrassment
wah wah wah.... ledekan beroedjoeng maoet emoticon-norose
terlalu baper nih orang
kok dobel2 gitu ya... biar agak bnyak ya emoticon-Leh Uga
Gw kira lanjutan nya ternyata di ulang
Suee dah



Tapi emang agak gmana gtu di hati klo di tanya kapan nikah sambil disertai ketawa
Pengen nembak juga
WTF!! Kalau copas juga lihat-lihat lah.. Di edit kek atau diapain gitu biar gak copas amat..
Banyak yang double tuh.. emoticon-cih

Sampe nih thread HT, gw tabokin nih officer kaskus emoticon-Lempar Bata
ini bukan tersinggung karena jomblo.. emoticon-Cape d... (S)
tapi tersinggung karena dia kumpul kebo ama pacarnya

Quote:


Quote:


dan tetangga ngegunjingin dia mulu (ini polisi tinggal di kampung kyknya bukan kota besar, masih taun 80an juga.. jadi ama warga sekitar ya dipermasalahin karena ngelanggar norma)

udh gedeg mabok.. ya udh jadinya maen bantai aja
Diubah oleh fan.kui
kalo ngatain suka bikin baper orang
Buset dah , mungkin dia merasa jadi karakter trevor di GTA 5. Tapi taun 82 GTA 5 blm ada ya
Ternyata pertanyaan "Kapan nikah?" itu bisa mengundang maut, gan.
wah ternyata dia melakukannya dalam keadaan mabuk berat…
miras memang memberi efek nekat yang merugikan bila penggunannya sedang galau…
semoga pihak polisi bisa membenahi peraturan minum miras saat melakukan tugas, supaya kejadian serupa tidak terulang…
Nh orang kayanya keserupan masa mabok ga sadar" tapi jago bantai orang ga meleset emoticon-Big Grin
emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut
jaman korea selatan masih jadi negara setengah susah semacam malaysia atau thailand atau afrika selatan en brazil saat ini dan mereka masih dibawah rejim militer.

polisi jaman itu mudah disogok dan mudah jadi centeng. militer ya sama aja. 2 tahun sebelumnya negara itu secara resmi bantai ratusan orang di kwangju (gwangju). jadi apa yang dilakukan polisi ini masih jauh lebih dikit meski apa yang dilakukan dia secara perorangan cukup bikin orang ngeri.
Maka dari itu jangan sampai membully gan, karena memang sangat beresiko. Orang yang dibully bisa marah dan membuat anda menjadi sasarannya. Sehingga santai saja, kalau berteman tidak perlu tanya-tanya ini itu.
Halaman 1 dari 9


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di