alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Swasembada Pangan Ala Orba Diungkap, Petani Tidak Sejahtera dan Tidak Bebas Tanam Pad
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf6a0381a9975c0078b4567/swasembada-pangan-ala-orba-diungkap-petani-tidak-sejahtera-dan-tidak-bebas-tanam-pad

Swasembada Pangan Ala Orba Diungkap, Petani Tidak Sejahtera dan Tidak Bebas Tanam Pad

Jakarta (SIB) -Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Titiek Soeharto mengungkit zaman Orde Baru dalam kampanyenya. Dia mengatakan, jika Prabowo menang Pilpres akan dilanjutkan program-program Orde Baru karena dianggap berhasil menciptakan swasembada pangan.

Anggota DPR RI yang punya pengalaman hidup di era tersebut, Nusyirwan Soejono, menjelaskan, memang di era Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto, RI berhasil mencapai swasembada pangan. Namun ada catatan yang perlu menjadi perhatian bersama.

"Bagi yang sempat mengalami zaman Orde Baru dengan sistem pemerintah yang otoriter, mungkin saja bisa Swasembada pangan. Tetapi apakah petani-nya sejahtera?" kata dia kepada wartawan, Rabu (21/11).

Catatan tersebut dilontarkan Nusyrwan merujuk catatan bahwa di era Orde Baru, RI mulai menerapkan liberalisasi dimana investor asing bisa masuk ke sejumlah sektor industri termasuk pangan. "Jenis padi yang ditanam ditentukan. Pupuk juga ditentukan. Tidak bebas menanam berbagai jenis padi," beber dia.

Nusyrwan mengatakan, liberalisasi tak hanya melingkupi sektor pertanian. Bahkan sektor strategis yang saat itu menyumbang 80% pendapatan negara, yakni sektor minyak dan gas (Migas) dan pertambangan juga dibuka bagi investor asing ditandai dengan masuknya Freeport.

Justru, sambung dia, di era pemerintahan saat ini, RI berhasil merebut 51% saham freeport sebagai tanda RI kembali berdaulat di buminya sendiri. "Yang semuanya itu saat ini oleh Pemerintah dipimpin Presiden Jokowi berupaya dikembalikan untuk memberikan manfaat bagi negara dan rakyat Indonesia. Petral dibubarkan dan Freeport kepemilikan mayoritas 51%," tandas dia.

Sekedar catatan saja, melansir catatan USAID/Indonesia September 1972, Rabu (21/11), dalam periode 1967 hingga 1971 saja, pemerintah Indonesia sudah membuka pintu untuk 428 investor asing dengan total nilai investasi mencapai US$ 1,6 miliar, di luar sektor minyak bumi.

Soeharto dan Soekarno memang berbeda. Secara politik, Soekarno bertentangan dengan negara-negara di kubu blok barat, Amerika Serikat dan sekutunya. Presiden pertama Indonesia itu cenderung memihak blok timur (Rusia dan China).

Sementara Soeharto lebih cenderung memihak blok barat. Terbukti saat dia memutuskan Indonesia kembali bergabung dengan International Monetary Fund (IMF) pada 1967. Sebelumnya pada 1965 Soekarno memutuskan agar Indonesia keluar dari keanggotaan IMF karena permasalahan politik dengan blok barat.

Keberpihakan Soeharto juga semakin terlihat ketika periode liberalisasi berlangsung yakni sejak 1983-1997. Pemerintah Orde Baru melakukan liberalisasi pada sektor industri, pertanian dan pangan.

Dengan memanfaatkan upah buruh yang murah, pemerintah Orde Baru mencoba untuk menarik investor asing. Investor asing juga masuk ke sektor pertanian dengan memproduksi pupuk kimia dan pestisida. (detikFinance/d)

sumber http://hariansib.co/view/Dalam-Neger...anam-Padi.html


Swasembada Pangan Era Soeharto Disebut Salah Kaprah
CNN Indonesia | Selasa, 20/11/2018 16:58 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Eva Kusuma Sundari, Juru Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut program swasembada pangan era Soeharto salah kaprah. Sebab, program swasembada pangan presiden kedua tersebut dinilai lebih banyak mudarat ketimbang manfaat.

Hal itu diungkapkannya sebagai respons dari rencana Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang ingin membawa semangat swasembada pangan zaman Soeharto.

Apalagi, Eva menyebut program swasembada pangan era itu dibawah tekanan rezim otoriter Orde Baru yang represif. "Ada plusnya. Tapi, banyak minusnya karena dilakukan dibawah todongan senjata. Swasembada beras tapi tidak sustainable (berkelanjutan)," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (20/11).

Lihat juga: Gerindra: Prabowo Ingin Bawa Semangat Swasembada Pangan Orba

Menurut dia, swasembada pangan ketika itu diartikan secara sempit dan bersulih menjadi program 'beras-isasi.' Padahal, swasembaga pangan tak melulu soal beras dan banyak bahan pangan lain yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

"Kan masih ada bahan pangan non beras lain, seperti jagung, ubi, dan lainnya tak masuk (program itu)," imbuh dia.

Eva menyatakan program itu lantas berdampak pada ketahanan pangan non-beras di Indonesia yang semakin memburuk karena masyarakat dipaksa untuk menanam beras.

Selain itu, ia juga memyebut kebijakan itu didanai dari utang luar negeri yang cukup besar, sehingga Pemerintah Indonesia masih harus menanggungnya sampai saat ini.

"Dalam swasembada yang menyebabkan ketahanan pangan non beras jadi ambruk karena semua lahan dan penduduk di-beraskan, sementara itu dibiayai utang yang kita yang menanggungnya berkepanjangan," katanya.

Lihat juga: Prabowo-Sandi Pertimbangkan Hadir di Reuni 212

"Baru 1984, pemerintahan Soeharto mampu menghasilkan swasembada. Menurut data, memasuki tahun 1990-an, Indonesia terpaksa kembali mengimpor beras dari negara lain. Bahkan, pada 1995, ketergantungan terhadap impor beras melambung hingga mencapai angka sekitar 3 juta ton," jelasnya.

Eva mengatakan Presiden Jokowi justru telah membuat program swasembada pangan yang berkeadilan. Sebab, para petani Indonesia saat ini tak kehilangan otonomi atas lahannya untuk menanam komoditas pangan selain beras.

"Kita bikin swasembada pangan yang berkeadilan. Petani tidak kehilangan kebebasan atau otonomi mengelola sawahnya," terang dia.

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181120154328-32-347910/swasembada-pangan-era-soeharto-disebut-salah-kaprah
Diubah oleh ikardus
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Nanti para petani diwajibkan menanam rumput..
Khusus makanan kuda...
Dulu jaman eyang koplak penduduk msh sedikit yg pny perumahan msh sedikit. Lahan2 pertanian msh luas. Wartawan di brendel klw ngga memuat berita bagus tentang pemerintahan. Jaman milenial berbeda lahan pertanian semakin hbs. Perumahan semakin banyak penduduk jg semakin byk apalagi ada partai yg doyan cetak anak byk beristri byk tambah padat penduduk indonesia.
orde baru itu awal mula pupuk kimia masuk, untuk mengejar swasembada pangan.. tp dampaknya sampai sekarang ini, lahan rusak dan akhirnya produksi menurun.. dulu 1ha bisa 12ton, skrg paling cuma separuhnya. emoticon-Traveller
Diubah oleh balbandot
Quote:


yakin banget saham freport 51% sudah dimiliki Indonesia
padahal belum dibayar sama inalum sampai saat ini emoticon-Ngakak
emoticon-Ngakak

import minim mudarat ya? karena orang kitak2 kebagian jatah

emoticon-Ngakak
Propaganda ala orba
teringat beli minyak tanah cuma bawa duit 500 mayan bisa terisi 1jerijen emoticon-Belo
di jaman Suharto gubernur bisa hilang tanpa bekas.

Kalau gw menulis ini dijamin Suharto gw juga pasti hilang

Presiden indonesia terburuk, menurut gw.

Quote:


1ha 12 ton??? emoticon-Leh Uga
Balasan post balbandot
Quote:


pengalaman ane selama kuliah pertanian

tanah kurang bagus 3-5 ton/ha
tanah bagus 6-8 ton/ha
tanah paling bagus 9-10/ha

kalo sampe 12 ton/ha berrti tanahnya bener2 bagus unsur haranya emoticon-Matabelo

lahan sekarang banyak yg jenuh dg pupuk kimia, sedangkan petani agak malas menambahkan pupuk organik kelahan

yg palis jelek itu tanah yg terlalu banyak diberi tetes tebu
Diubah oleh rumputteki99
zaman orba informasi dibatasi.
emoticon-Cool
Inget rapuhnya ekonomi orba, dollar bisa 5x lipat kenaikannya


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di