alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Polemik Perda Syariah di tengah hangatnya tahun politik
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf68966ded770814c8b4586/polemik-perda-syariah-di-tengah-hangatnya-tahun-politik

Polemik Perda Syariah di tengah hangatnya tahun politik

Polemik Perda Syariah di tengah hangatnya tahun politik
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie menyampaikan orasi saat deklarasi Perempuan Tangguh Pilih Jokowi (Pertiwi) di Jakarta, Sabtu (17/11/2018).
Polemik peraturan daerah (perda) berbasis Syariah terus menjadi perbincangan publik. Saling silang perda syariah pun bergulir ke kepolisian dan dikaitkan dengan spekulasi dukung-mendukung calon presiden di tengah hangatnya tahun politik ini.

Pada Kamis (22/11/2018), Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie memenuhi panggilan kepolisian di Polda Metro Jaya. "Kami memenuhi panggilan untuk menjelaskan persoalannya," kata Grace melalui Antaranews.

Grace mengatakan panggilan penyidik Polda Metro Jaya itu karena laporan dari Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia pimpinan pengacara Eggi Sudjana. Grace menegaskan siap mengikuti proses hukum yang berlaku untuk memberikan keterangan yang jelas terkait tuduhan.

Eggi melaporkan Grace karena dugaan ujaran kebencian terhadap agama dan ujaran bohong. Laporan itu berdasarkan pidato Grace dalam acara ulang tahun partainya di Tangerang, Minggu (11/11/2018).

Grace mengatakan partainya akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi. PSI tidak akan pernah mendukung perda-perda Injil atau perda-perda syariah.

Eggi merupakan anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga. Sedangkan Grace dan PSI merupakan penyokong Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 nanti.

Pidato Grace pun menjadi "santapan" bagi kubu Prabowo. Gerindra dan PKS menyatakan PSI disebut tak paham filsafat Pancasila-UUD 1945.

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno pun mengatakan Koalisi Indonesia Adil Makmur mendukung penerapan peraturan daerah yang berlandaskan agama seperti perda syariah di Provinsi Aceh. Sandiaga mendukung sebagai bagian dari kearifan yang tidak perlu diganggu gugat lagi.

Di kubu Jokowi-Ma'ruf, pernyataan tentang perda Syariah itu tak seragam. Ma'ruf Amin tak mempermasalahkan adanya perda syariah dan perda Injil di daerah tertentu. Perda syariah dibentuk oleh daerah masing-masing, jika daerah menghendakinya.

Dukungan Perda Syariah juga muncul dari NasDem dan PPP. Kedua partai ini menganggap setiap perda dibuat untuk kebutuhan daerah termasuk perda berbasis agama.

Pernyataan berbeda datang dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Perda Syariah hanya ada di Aceh dan berlaku lantaran Aceh memiliki sejarah tersendiri.

"Buat kami memang tidak ada namanya Perda Syariah, yang ada peraturan daerah kabupaten mana, peraturan daerah kota mana, peraturan daerah provinsi mana, yang ada ya seperti itu. Semua harus diturunkan dari hukum konstitusi kita," kata Hasto melalui Detikcom.

Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut menyinggung perbedaan pendapat antarpartai di koalisinya soal Perda Syariah. Menurutnya, semua partai pendukung Jokowi-Ma'ruf memiliki komitmen yang sama dalam bernegara.

Sementara Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja Erick Thohir menilai pandangan PSI merupakan sikap partai, bukan koalisi.

Menurut Erick, penolakan itu sah-sah saja dilakukan PSI yang berkomitmen memerangi intoleransi, meski hal itu tak serta merta mencerminkan sikap koalisi.

"Ketika PSI, Ibu Grace Natalie (Ketua Umum PSI) membicarakan mengenai intoleransi, itu hak partai, tapi kami di TKN yang penting memperjuangkan calon presiden," ucap Erick dikutip CNNIndonesia.

Erick mengatakan koalisi pemenangan Jokowi-Ma'ruf tidak pernah membatasi masing-masing partai pendukung untuk memiliki pandangan individu partai. Di samping itu, hal yang diperjuangkan pun tak mesti sama dengan antar partai pendukung dalam koalisi.

Kriminalisasi pidato dan potensi diskriminasi perda

Pelaporan pidato Grace Natalie ke kepolisian mendapat banyak sorotan. Banyak yang menganggapnya sebagai kriminalisasi. Direktur Eksekutif Maarif Institute Muhd Abdullah Darraz mengatakan, pelaporan Eggi ke kepolisian sebagai bentuk ketidaksiapan dalam perbedaan pendapat.

Darraz mengatakan upaya pelaporan yang dilakukan oleh Eggi merupakan langkah yang tidak tepat. Hal itu, kata dia, memperlihatkan ketidaksiapan melakukan diskursus publik tekait isu tersebut.

"Seharusnya dalam persoalan penolakan ditanggapi dengan diskusi dan adu argumen, tidak lantas dibawa ke ranah hukum," kata Darraz melalui CNNIndonesia.

Perda-perda bernuansa keagamaan, kata dia, merupakan wujud salah kaprah terhadap sila pertama Pancasila. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa harus ditafsirkan dengan perspektif kebangsaan yang luas, yang bisa memayungi semua anak bangsa dan tidak digiring pada penafsiran keagamaan tertentu secara eksklusif.

Hal senada diungkapkan Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Robert Endi Jaweng. Dalam pengamatannya, perda-perda bernuansa atau bermuatan ajaran agama tertentu banyak yang meminggirkan kaum minoritas.

"Penggunaan istilah syariah sekarang jadi tendensius dan sensitif, jadi memang harus pintar-pintar mengemas bahasa. Kalau saya menyebutnya perda yang kental nuansa atau muatan ajaran agama tertentu," ujar Robert Endi Jaweng dikutip BBC Indonesia.

Dia mencontohkan lahirnya Perda tentang Pembangunan Tata Nilai Kehidupan Kemasyarakatan yang Berlandaskan pada Ajaran Agama Islam dan Norma-norma Sosial Masyarakat Kota Tasikmalaya.

Peraturan itu lahir pada 2012 dan diprotes karena mendiskriminasi perempuan. Menurutnya, perda-perda semacam itu tak diperlukan karena cara berpakaian seseorang termasuk ranah privat seseorang.
Polemik Perda Syariah di tengah hangatnya tahun politik


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-tahun-politik

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Polemik Perda Syariah di tengah hangatnya tahun politik Rupiah perkasa bersama Rupee dan Renminbi

- Polemik Perda Syariah di tengah hangatnya tahun politik Sebagian besar sektor menghijau, IHSG ditutup menguat

- Polemik Perda Syariah di tengah hangatnya tahun politik Andika Perkasa di tengah tuduhan nepotisme dan kasus Theys Eluay

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di