alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Keputusan Jokowi Lantik Andika Jadi KSAD Dipertanyakan
2.33 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf66e61d9d7705a068b456b/keputusan-jokowi-lantik-andika-jadi-ksad-dipertanyakan

Keputusan Jokowi Lantik Andika Jadi KSAD Dipertanyakan

Keputusan Jokowi Lantik Andika Jadi KSAD Dipertanyakan
CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 15:01 WIB

Keputusan Jokowi Lantik Andika Jadi KSAD Dipertanyakan
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyematkan bintang empat sebagai tanda kenaikan pangkat Andika Perkasa menjadi jenderal sebelum dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat, Jakarta, 22 November 2018. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Imparsial Al Araf mempertanyakan alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Jenderal Andika Perkasa sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI. Ia menggantikan Jenderal Mulyono yang akan pensiun pada Januari 2019. Al Araf mempertanyakan hal ini karena Jokowi memilih sosok yang paling junior.

Al Araf mengatakan pihaknya mencatat 10 nama potensial calon pengganti Mulyono yang terdiri dari jebolan angkatan Akademi Militer (Akmil) tahun 1984, 1985, 1986, dan 1987. Andika diketahui sebagai lulusan angkatan 1987. 

Sepuluh nama yang sempat disodorkan Al Araf dkk ke Komnas HAM untuk ditelaah adalah Letjen Agus Surya Bakti (Sesmenkopolhukam) Akmil angkatan 1984, Letjen Doni Monardo (Sekjen Watannas) Akmil angkatan 1985, Letjen Tatang Sulaiman (Wakasad) Akmil angkatan 1986, dan Letjen Andika Perkasa (Pangkostrad) Akmil angkatan 1987.

Selanjutnya Letjen Anton Mukti Putranto (Dankodiklat TNI AD) Akmil angkatan 1987, Letjen Muhammad Herindra (Irjen TNI) Akmil angkatan 1987, Mayjen Joni Supriyanto (Pangdam Jaya) Akmil angkatan 1986, Mayjen Besar Harto Karyawan (Pangdam Siliwangi) Akmil angkatan 1986, Mayjen Wuryanto (Pangdam Diponegoro) Akmil angkatan 1986, dan Mayjen Arip Rahman (Pangdam Brawijaya) Akmil angkatan 1988.

Lihat juga:  Jokowi Sebut Andika Perkasa Paket Komplet Jadi KSAD

Jika diukur dari konteks regenerasi, kata Al Araf, maka Jokowi seharusnya lebih mempertimbangkan angkatan yang lebih senior untuk dipilih menggantikan Mulyono. Hal ini, kata dia, pun untuk menjaga dinamika di dalam tubuh TNI AD.

"Pengangkatan Andika akan mengganggu dinamika, regenerasi di dalam tubuh TNI AD," kata Al Araf saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (22/11).


Menurut Al Araf, bila Jokowi ingin memilih sosok paling muda seharusnya memilih orang yang memiliki catatan positif. Misalnya terbukti dengan penghargaan yang diperoleh selama perjalanan kariernya, seperti penghargaan Adhi Makayasa.

Adhi Makayasa adalah penghargaan yang diberikan kepada lulusan terbaik setiap matra dari Akademi Militer.

Jika sosok demikian yang dipilih, kata Al Araf, Jokowi terlihat memilih atas dasar alasan yang kuat, yakni karena orang tersebut memiliki catatan positif.

"Kalau pilih angkatan 1987, kenapa enggak memilih mereka yang memiliki bintang Adhi Makayasa. Pak Herindra, ia bintang 3 juga, angkatan '87 sama dengan Pak Andika, tapi dia menyandang Adhi Makayasa. Kenapa enggak memilih dia (Herindra)?," ucap Al Araf.

Atas dasar itu, Al Araf mengatakan tak memungkiri kemudian ada kecurigaan bahwa pilihan KSAD diserahkan kepada Andika ada unsur politisnya. Secara pribadi, Andika pun dikenal sebagai menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono. Hendropriyono juga diketahui merupakan salah satu orang yang secara politik dekat dengan Jokowi.

"Sehingga ini menjadi faktor yang berdimensi politis dalam pergantian KSAD dengan alasan kekerabatan," kata Al Araf.

Lebih jauh, kata Al Araf, pemilihan Andika sebagai KSAD bernuansa kepentingan politik Jokowi menghadapi pemilu 2019. Sebab tanpa didasari alasan yang kuat. Hal ini akan memunculkan pertanyaan pada citra TNI yang sedianya netral dalam pemilu.

"Potensi asumsi-asumsi dugaan publik tentang potensi abuse kepada TNI AD dalam konteks Pemilu 2019 jadi semakin besar. Oleh karenanya menurut saya ini suatu hal yang sangat tidak strategis secara politik," kata dia.

Lihat juga: Andika Perkasa, Laju Pesat Menantu Hendropriyono Jabat KSAD

Senada, aktivis HAM Haris Azhar menilai pemilihan Andika sebagai KSAD mengandung tanda tanya besar. Ia memahami pemilihan adalah hak presiden sesuai yang tercantum dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, namun bukan berarti tidak melekat syarat akuntabilitas terhadap nama peimpin TNI AD tersebut.

Bagi mantan Koordinator Badan Pekerja KontraS tersebut, nama Andika pun tak bersih-bersih amat dari kasus HAM. Haris mengatakan Andika diberatkan posisinya oleh Hendropriyono.

Haris menyatakan saat berkarier di militer, Hendropriyono diduga terkait dengan peristiwa pelanggaran HAM di Talangsari pada 1989. Selain itu, setelah menjadi kepala BIN dia pun diberatkan dengan peristiwa pembunuhan aktivis HAM Munir.

Kaitannya pada dunia politik, Haris mengingatkan bahwa Hendro dikenal mendukung Jokowi sejak, setidaknya, masa pencalonan Gubernur DKI Jakarta pada 2012 silam.

Atas dasar itu, ia mengkhawatirkan Angkatan Darat bakal digiring untuk melindungi kepentingan rezim Jokowi terutama jelang Pemilu 2019.

"Potensi main gebuk akan besar sekali. Kita ingat bagaimana Orde Baru mengandalkan tentara. Hendro adalah lulusan Orba. Jadi, rumus dan jurusnya nanti akan mirip, paling senjatanya aja yang agak berubah," kata Haris melalui keterangan tertulisnya.

Menurut Haris, Jokowi harus bisa menjelaskan ukuran dan akuntabilitas pemilihan nama tersebut. Kenapa Andika dipilih, sementara ada banyak jenderal dalam KSAD yang bagus dan cerdas. 

"Kenapa jokowi harus gugurkan kapasitas mereka hanya karena Hendropriyono? Pantas saja kasus Munir tidak selesai, pantas saja kasus-kasus pelanggaran HAM yang berat tidak tuntas, karena Jokowi memang menikmati bangunan rezim dari orang yang melanggar HAM," kata dia.

Haris pun meminta DPR RI untuk mempertanyakan keputusan Jokowi melantik Andika sebagai KSAD TNI menggantikan Jenderal Mulyono yang memasuki masa persiapan pensiun.

"Janganlah TNI dikorban untuk politik praktis lagi. Bangsa ini tidak akan maju jika masalah akal sehat, keadilan dan kebenaran ditutupi," kata Haris.

Sementara itu, usai melantik Andika Perkasa di Istana Negara, Jokowi menyatakan pemilihan perwira tinggi bintang empat itu sebagai KSAD telah dilakukan dengan berbagai pertimbangan.

"Kami melihat rekam jejak Pak Andika pernah di Kopassus, Pangdam, Kostrad, penerangan (Kadispenad), pernah Komandan Paspampres. Semuanya komplet," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan awalnya empat nama diusulkan hingga dibawa ke meja kerjanya. Nama-nama itu masukan dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Namun, Jokowi enggan menyebutkan tiga nama selain Andika.

Jokowi pun tidak mempersoalkan masa karier Andika di Pangkostrad sebelum dilantik sebagai KSAD. Demikian pula soal usia Andika

"Sekali lagi semuanya kan ada hitung-hitungannya. Terutama pengalaman, rekam jejak, kemudian juga yang berkaitan dengan pendidikan-pendidikan, apa yang telah dijalani, semuanya kita lihat," ujar Jokowi.
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181122143441-32-348416/keputusan-jokowi-lantik-andika-jadi-ksad-dipertanyakan

-------------------------------

Keputusan Jokowi Lantik Andika Jadi KSAD Dipertanyakan

Itu keputusan Panglima Tertinggi TNI, apa yang mau ditanyakan?

emoticon-Big Grin
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Udah diprediksi bakalan ada yang nyinyir emoticon-Leh Uga
dia mau menyatakan perang kek, menyatakan negara kondisi darurat kek juga bisa..
Mertua-nya Pak AM Hendropriyono, pendukung Jokowi.
Diubah oleh 1313m
Pret lu al
Walaupun ane pendukung pakde

Tapi emang pengangkangtan andika atas kedekatan dengan hendropriono

Haknya panglima tertinggi lah

Sama kayak dulu waktu panglima tertinggi milih prabowo sebagai danjen kopasus
Pasti karena prestasinya bukan afiliasinya emoticon-Wink
komandan yg Deket sama prajurit,, banyak prajurit yg mendukung.. emoticon-Traveller
makanya jadi pangti biar bisa lantik kasad yang sesuai maunya
terlalu mudah berburuk sangka....bilang aja iri dengan kemonceran karirnya....emoticon-Request
Sangat mudah tertebak... pertama kali muncul list nama-nama calon pengganti KSAD dan ada nama Andika Perkasa disana, saya langsung yakin 100% pasti doski yang terpilih
pengangkatan Tito juga ribut, ternyata lumayam juga kerjanya
Quote:


Nice... emoticon-Angkat Beer
Haris, Apa urusan anda tanya-tanya putusan jokowi???
Jokowi saja nggak urus-urus pertanyaan anda!!
Suka2 panglima tertinggi dong nunjuk siapa yg jadi bawahannya....
sebutan panglima tertinggi itu rancu, disamaratakan dalam semua kondisi bahkan dalam hal kewenangan administrasi
Mungkin yg mau di tanyakan pak Al,,kenapa bukan saya yg di Lantik,,,
hahahaha ni imparsial malah yang main folitik

lagian sejak kapan TNI mengenal dosa turunan?
selama track record HAMnya andika bersih, ngapain nyenggol2 hendro yang mertua nya??

lucu bingit emoticon-Wkwkwk

mestinya imparsial dan kontras kemarin2 mempertanyakan keputusan KPU donk
kenapa lolosin wowo yang mantan mertuanya (dan dia sendiri)
pelanggar HAM berat

qontolll emoticon-Leh Uga
Quote:
faktor mertua
Quote:


kalo si araf (njir namanya araf emoticon-Leh Uga ) menilai seseorang hanya berdasarkan adhi makayasa, maka si araf salah, lagian kenapa di haruskan ikut pilihan si araf? emang si araf siapa?

kalo masalah senioritas? luh liat noh, kapolri sama panglima tni loncat berapa angkatan mereka emoticon-Embarrassment

tapi tetep agus sb menurut ane terbaik, cuma mmg terlalu frontal krn beliau kan counter teroris condition zero emoticon-Embarrassment
Diubah oleh sudarmadji-oye
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di