alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Kemenko Maritim Kawal Implementasi Kurikulum Kemaritiman
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be6d6ce60e24be42f8b4570/kemenko-maritim-kawal-implementasi-kurikulum-kemaritiman

Kemenko Maritim Kawal Implementasi Kurikulum Kemaritiman

Kemenko Maritim Kawal Implementasi Kurikulum Kemaritiman

JPP, SURABAYA  – Semangat Nawacita untuk melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penambahan kurikulum pendidikan nasional demi memperkuat jati diri bangsa maritim diwujudkan melalui implementasi  kurikulum kemaritiman. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman  bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengembangkan kurikulum kemaritiman sejak tahun 2017 dan saat ini telah memasuki uji coba implementasi kurikulum kemaritiman (pilot project) di sekolah-sekolah.

Asisten Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kemaritiman TB. Haeru Rahayu mengatakan bahwa Kemenko Kemaritim terus mengawal implementasi kurikulum kemaritiman melalui monitoring dan evaluasi secara berkala bersama para mitra kerja. “Dalam kurikulum kemaritiman tidak hanya menanamkan kembali budaya maritim, melainkan juga mengajarkan tanggap bencana sejak dini. Hal ini penting, sangat penting malah, mengingat posisi geografis Indonesia yang berada dalam pertemuan sirkum pasifik dan sirkum mediterania, akibatnya negara kita dikaruniai kesuburan dan kekayaan sumber daya alam sekaligus rentan bencana alam.” jelas TB. Haeru dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Sabtu (10/11/2018).

Menurut TB. Haeru,kearifan lokal tanggap bencana telah diajarkan secara tradisi turun temurun, hal ini menjadi akar dalam muatan tanggap bencana yang ada dalam kurikulum kemaritiman. “Kita mengemasnya dalam konsep kekinian, sesuai pola belajar zaman sekarang. Karena sekarang kita sudah masuk ke era digital yah. Kalau secara teknis pengembangan kurikulumnya mungkin teman-teman di Kemendikbud lebih paham", imbuhnya.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menginisiasi dan terus mengawal pilot project kurikulum kemaritiman. Hingga tahun 2018, kurikulum kemaritiman telah diterapkan di 48 Sekolah Percontohan (12 PAUD, 12 SD, 12 SMP, 12 SMA/SMK) di 12 provinsi di seluruh Indonesia.

Pada tanggal 2 November 2018 lalu, Tim Monitoring Kemenko Kemaritiman melakukan kunjungan langsung ke sejumlah sekolah di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Pada kegiatan tersebut, Tim Monitoring dibagi dua tim yang mengunjungi TK Hang Tuah 7 Surabaya, SD Hang Tuah 10 Sidoarjo, SMP Hang Tuah 5 Sidoarjo, SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo, dan Rumah Bahari SMA Hang Tuah 1 Surabaya.

Dalam pantauan Tim di TK Hang Tuah 7 Surabaya, sekolah ini teridentifikasi cukup menggembirakan dalam implementasi kurikulum muatan kemaritiman, yang antara lain terwujud dalam ruang kelas bahari, taman bermain berornamen bahari, serta hasil karya siswa dan orang tua berupa miniatur kapal maupun biota laut. Hal demikian menegaskan penerapan pendidikan kemaritiman dimulai sejak usia dini.

Demikian halnya di SD Hang Tuah 10 Sidoarjo, Tim antara lain mencatat perkembangan serta inovasi implementasi kurikulum kemaritiman dalam bentuk penyajian ruang kelas yang berdekorasi bahari dan ruang multimedia dengan konten kemaritiman. 

Sementara di SMP Hang Tuah 5 Sidoarjo, sebagaimana dicatat oleh Tim, wawasan kebaharian bahkan sudah masuk dalam visi sekolah. Tidak hanya itu. Kebaharian sudah menjadi mata pelajaran dalam kelompok muatan lokal dan mata pelajaran tersebut diintegrasikan dalam beberapa mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Prakarya, dan Matematika. Lebih juga mengesankan, 12 ruang kelas diberi nama yang berelasi langsung dengan kemaritiman, seperti kelas VII A Shark, IX A Dewa Ruci, dan VIII C Raja Ampat.

Untuk SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo, Tim mendapatkan fakta mengenai buku-buku mata pelajaran dengan muatan kemaritiman yang diimplementasikan di sekolah tersebut. SMA ini juga memiliki Laboratorium Bahari sebagai instrumen penelitian para siswa. Sedangkan di SMA Hang Tuah 1 Surabaya, terdapat fakta bahwa sekolah ini memiliki laboratorium khusus yang diberi nama Rumah Bahari. Di samping itu, sekolah tersebut juga mempunyai ruang pamer yang memajang benda-benda hasil karya siswa dan guru Yayasan Hang Tuah.

Secara keseluruhan, berdasarkan identifikasi Tim Monitoring, lima sekolah yang dikunjungi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, telah secara bertahap menerapkan kurikulum bermuatan kemaritiman, Meskipun, kualitas penerapan antar sekolah teridentifikasi belum merata. Akan tetapi, pencapaian lima sekolah tersebut dapat menggambarkan betapa implementasi kurikulum muatan kemaritiman sepanjang 2018 telah memiliki kemajuan berarti, patut diapresiasi, namun juga harus terus ditingkatkan.(mar)


Sumber : https://jpp.go.id/teknologi/pendidik...um-kemaritiman

---

Kumpulan Berita Terkait TEKNOLOGI :

- Kemenko Maritim Kawal Implementasi Kurikulum Kemaritiman Kemensos Mengerahkan Tagana untuk Evakuasi Insiden Lion Air

- Kemenko Maritim Kawal Implementasi Kurikulum Kemaritiman Pemerintah Menguatkan Riset Penanggulangan Bencana

- Kemenko Maritim Kawal Implementasi Kurikulum Kemaritiman Indonesia Berkomitmen Benahi Ekosistem Rumput Laut dan Hutan



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di