alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Kisah Bung Tomo: Garang di Medan Perang, Manis pada Istri Tersayang
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be6c39ca09a39bc0c8b458f/kisah-bung-tomo-garang-di-medan-perang-manis-pada-istri-tersayang

Kisah Bung Tomo: Garang di Medan Perang, Manis pada Istri Tersayang

Kisah Bung Tomo: Garang di Medan Perang, Manis pada Istri Tersayang

Hari ini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Hari yang dilatarbelakangi adanya pertempuran Surabaya ini, identik dengan sosok Bung Tomo. Berkatnya, rakyat Surabaya bersatu padu melawan Belanda. Perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato juga turut diprakarsainya.

Di luar kisah heroik yang selalu kamu dengarkan di sekolah, siapa yang tahu keseharian Bung Tomo di keluarganya? Meskipun garang di medan perang, ia manis pada istri tersayang lho! Ingin tahu kisah Bung Tomo dan istrinya, Sulistina?

Kisah Bung Tomo: Garang di Medan Perang, Manis pada Istri Tersayang
Sulistina adalah perempuan asal Malang, Jawa Timur. Saat aktif di PMI, ia masih duduk di bangku SMA. Tergerak membantu kemerdekaan Indonesia, ia pergi ke Surabaya dengan pasukan. Sampai Surabaya, ia melihat sejumlah pemuda dengan ikat kepala berupa kain merah dan putih lengkap dengan granat, pistol, dan bambu runcing.

Salah satu pemuda yang Sulistina lihat adalah Bung Tomo. Meski ia belum kenal dengan Bung Tomo, pria tersebut justru sudah memendam hati pada gadis berusia 18 tahun itu. Namun karena tidak mempedulikan keberadaan Bung Tomo, ia sempat dibilang sombong. Ia baru peduli dengan Bung Tomo setelah pria tersebut menghimbau ia dan kawannya agar mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kisah Bung Tomo: Garang di Medan Perang, Manis pada Istri Tersayang
Pasca himbauan tersebut, Sulistina tidak bertemu Bung Tomo lagi. Ia larut dalam kesibukan membantu korban perang. Ia bahkan kembali ke Malang setelah dimunculkannya perintah untuk mengungsi. 

Suatu hari, Sulistina diundang ke acara ulang tahun. Di antara tamu yang seluruhnya laki-laki, ada Bung Tomo di sana. Seakan berjodoh, Bung Tomo kerap memperhatikan Sulistina. Hal ini diketahui Sulistina dari temannya. Perasaan Sulistina berubah malu dan aneh. Ia juga mulai turut memperhatikan Bung Tomo sehingga kerap bertemu setelahnya.

Kisah Bung Tomo: Garang di Medan Perang, Manis pada Istri Tersayang
Meski sering bertemu, tak berarti keduanya resmi berpacaran. Suatu saat di pengungsian, Sulistina mendatangi rumah pengungsian Bung Tomo. Saat sedang santai dengan kawan-kawan, Bung Tomo mendatanginya seusia salat Maghrib. Tangan Sulistina dipegang dan ditanyainya, "Kamu sudah ada yang punya enggak?".

Sang pujaan hati hanya menjawab santai jika ia sudah ada yang punya. Tak dinyana, yang dimaksud Sulistina adalah ia milik ayahnya. Perasaan geram Bung Tomo seketika berubah menjadi gemas.

Kisah Bung Tomo: Garang di Medan Perang, Manis pada Istri Tersayang
Setelah menikah, sifat romantis Bung Tomo tampak begitu nyata. Istrinya saja punya banyak panggilan sayang di setiap surat yang dikirim kala berjauhan. Mulai dari "Tiengke", "Tieng adikku sayang", "Tieng bojoku sing denok debleng", "Dik Tinaku sing ayu dewe", sampai "Tieng istri pujaanku".

Tak cuma itu, sikap lembut dan romantis Bung Tomo ditunjukkan dengan membukakan pintu mobil, menyalakan lilin ketika hendak tidur, membelikan buku kamasutra, dan membuat puisi tentang kerinduannya pada sang istri saat bertugas di medang peperangan. Saat sudah punya anak, mereka menyempatkan diri nonton bioskop berdua kala buah hati terlelap.

Kisah Bung Tomo: Garang di Medan Perang, Manis pada Istri Tersayang
Bung Tomo terbilang pahlawan sekaligus kepala keluarga yang setia. Meskipun sering berpindah-pindah karena bertempur, wanita yang ia pikirkan hanya Sulistina. Tidak sedikit pun ia berniat menjalin kasih dengan sosok lainnya. Ini terbukti dengan adanya foto Sulistina di dompet pria kelahiran Surabaya ini.

Bung Tomo meninggal saat ibadah haji di Mekkah pada 7 Oktober 1981. Sulistina membuka dompet suaminya dan menemukan fotonya tengah tersenyum. Di baliknya tertulis, "iki bojoku" (ini istriku). Selain itu, ada foto lain bertuliskan "Tien istri Tomo". Kini, keduanya telah tiada dan makam mereka saling berdampingan di daerah Ngagel, Surabaya.

Itu dia kisah Bung Tomo yang garang di medan perang tapi manis pada istri tersayang. Bagaimana dengan pendapat kamu, generasi millennials? Apakah Beliau bakal jadi panutanmu?


Sumber : https://www.idntimes.com/life/relati...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Kisah Bung Tomo: Garang di Medan Perang, Manis pada Istri Tersayang Ternyata Ini Alasan Jokowi Berpakaian ala Bung Tomo 

- Kisah Bung Tomo: Garang di Medan Perang, Manis pada Istri Tersayang 5 Hal Kecil yang Bisa Dilakukan untuk Menjadi Pahlawan Indonesia

- Kisah Bung Tomo: Garang di Medan Perang, Manis pada Istri Tersayang FOTO: Begini Penampilan Jokowi Pakai Baju Pejuang di Hari Pahlawan



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di