alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Citizen Journalism /
Perbandingan Prabowo dan Jokowi, Dimulai dari Kesaksian Yusril Ihza Mahendra
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be6b8f7d44f9fe4068b4568/perbandingan-prabowo-dan-jokowi-dimulai-dari-kesaksian-yusril-ihza-mahendra

Perbandingan Prabowo dan Jokowi, Dimulai dari Kesaksian Yusril Ihza Mahendra

Perbandingan Prabowo dan Jokowi, Dimulai dari Kesaksian Yusril Ihza Mahendra
Sejumlah alasan Yusril Ihza Mahendra bersedia menerima ajakan untuk menjadi penasihat hukum pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mulai terkuak. Diakuinya, salah satunya karena dirinya kecewa dengan sikap Prabowo-Sandi.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengungkap ada masalah komunikasi dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Bagi Yusril, Prabowo sulit dihubungi, bahkan oleh Habib Rizieq sekalipun.

Bila elit sekelas Yusril Ihza Mahendra dan Imam Besar FPI HRS yang setia mendukung Prabowo saja tidak pernah direspon dan tidak bisa menemui Prabowo, apalagi rakyat biasa jika dia terpilih menjadi presiden.

Dengan kondisi itu, Yusril menilai pasangan Prabowo-Sandi hanya mau menikmati dukungan saja, tanpa ada imbal balik kepada partai pengusungnya. Prabowo-Sandi, kata Yusril, tak punya jawaban pasti soal win-win yang diinginkan semuanya.

Sebelumnya, kejutan politik muncul dari Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra. Pasalnya, dia akhirnya menerima pinangan untuk menjadi penasihat hukum pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Secara politik, diterimanya tawaran tersebut menunjukkan sikap yang tegas dari Yusril untuk pindah kubu. Sekaligus menegaskan bahwa koalisi Prabowo-Sandi seperti bangunan yang dibuat dari pasir.

Sebagai rakyat biasa pun, kita bisa menilai kontrasnya sikap Prabowo dengan Jokowi. Prabowo dan Jokowi memiliki watak yang sangat jauh berbeda.

Bila Prabowo itu arogan dan oportunis, berbeda dengan Jokowi yang melayani, santun dan dekat dengan semua orang tanpa melihat latar belakang dan mencari keuntungan pribadi.

Kemudian, jika Prabowo terlihat dipaksakan untuk menjadi pemimpin sebelum waktunya. Sedangkan, Jokowi sudah berpengalaman dan terlatih dengan berangkat dari bawah, mulai dari Walikota, Gubernur, hingga Presiden.

Oleh karena itu, kita tentu berharap tak ingin Indonesia dipimpin orang yang berbadan besar tetapi tidak berisi dan belum berpengalaman, yaitu Prabowo.

Lebih baik dipimpin oleh orang yang kurus, ndeso, namun memiliki pengalaman segudang dengan kinerja yang sangat baik. Itulah Jokowi.
yusril iza mahendra memberikan gambaran yang sangat tepat atas dua capres ini.


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di