alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
SBY Anggap PDIP-Gerindra Diuntungkan Capres, Begini Hasil Survei
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be6972394786899278b457c/sby-anggap-pdip-gerindra-diuntungkan-capres-begini-hasil-survei

SBY Anggap PDIP-Gerindra Diuntungkan Capres, Begini Hasil Survei

SBY Anggap PDIP-Gerindra Diuntungkan Capres, Begini Hasil Survei
Jakarta - Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menganggap PDIP dan Gerindra diuntungkan di Pemilu 2019 karena kedua capres yang berlaga adalah kader mereka. SBY mengutip hasil survei yang memperlihatkan PDIP dan Gerindra unggul.

"Survei membuktikan saat ini membuktikan bahwa partai politik yang punya capres sangat diuntungkan. Contohnya PDIP dengan Pak Jokowisebagai capres kader partai itu dan Gerindra dengan Pak Prabowo sebagai capres kader Gerindra," kata SBY dalam pembekalan caleg Demokrat di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).

Baca juga: SBY: Suara PDIP dan Gerindra Naik karena Jokowi-Prabowo Jadi Capres

Partai Demokrat berada di kubu pengusung Prabowo Subianto untuk Pilpres 2019. Namun Partai Demokrat tak mendapat tempat untuk posisi cawapres.

Baca juga: SBY Singgung Suara PDIP-Gerindra Naik karena Capres, Apa Maksudnya?



Sejauh ini dalam survei yang dipublikasikan, Partai Demokrat masih masuk zona aman alias lolos parliamentary threshold. Hanya saja memang di posisi pertama dan kedua ditempati PDIP dan Gerindra.

Berikut hasil 3 survei terbaru terkait partai politik:

Survei Alvara Research Center

Periode: 8-22 Oktober 2018
Responden: 1.781 orang di 33 provinsi
Metode: wawancara tatap muka dengan multistage random sampling
Margin of error: 2,37%

Hasil:

PDIP: 29,9%
Gerindra: 18,4%
Golkar: 9,5%
PKB: 7,2%
Demokrat: 6,3%
NasDem: 3,4%
PPP: 2,9%
PKS: 2,2%
PAN: 1,6%
Perindo: 1,3%
Hanura: 0,6%
PBB: 0,3%
PKPI: 0,1%
PSI: 0,1%
Berkarya: 0,1%
Garuda: -

Belum memutuskan: 16,3%

Survei LSI Denny JA

Periode: 4-14 Oktober 2018
Responden: 6.000 orang di 10 provinsi
Metode: penelitian kualitatif dengan metode analisis media, diskusi kelompok terarah, dan wawancara mendalam
Margin of error: 4,1%

Hasil:

I. Jawa Barat
Gerindra: 20,2%
PDIP: 17,8%
Golkar: 11,3%
PKS: 6,0%
PPP: 4,7%

PKB: 3,7%
Demokrat: 2,7%
Perindo: 2,3%
PAN: 1,5%

Garuda: 0,7%
NasDem: 0,7%
Berkarya: 0,3%
PBB: 0,2%
PKPI: 0,2%
PSI: 0,2%
Hanura: 0,0%

II. Jawa Timur
PKB: 21,7%
PDIP: 21,0%
Golkar: 5,2%
Gerindra: 4,6%
Demokrat: 3,6%

Perindo: 1,7%
PPP: 1,7%
PAN: 1,4%

NasDem: 0,8%
PKS: 0,7%
PBB: 0,3%
PSI: 0,3%
Hanura: 0,2%
Berkarya: 0%
Garuda: 0%
PKPI: 0%

III. Jawa Tengah
PDIP: 46,0%
Gerindra: 6,2%
PKB: 4,8%
Golkar: 4,2%
PPP: 3,5%

PKS: 1,3%
PAN: 1,2%

Demokrat: 0,7%
NasDem: 0,3%
Perindo: 0,3%
PSI: 0,2%
Berkarya: 0,0%
Garuda: 0%
Hanura: 0%
PBB: 0%
PKPI: 0%

IV. Sumatera Utara
PDIP: 28,0%
Gerindra: 16,5%
Golkar: 6,7%
Demokrat: 4,8%
PKS: 3,5%

PAN: 3,3%
NasDem: 2,2%
PPP: 1,8%
PKB: 1,2%

Hanura: 0,3%
PBB: 0,3%
Perindo: 0,3%
Berkarya: 0%
Garuda: 0%
PKPI: 0%
PSI: 0%

V. Banten
Gerindra: 26,3%
PDIP: 19,3%
Golkar: 7,0%
Demokrat: 4,8%
PPP: 3,5%

PKS: 2,3%
PKB: 2,3%
PAN: 1,8%
NasDem: 1,5%
Perindo: 1,2%

PSI: 0,7%
Hanura: 0,5%
Berkarya: 0,2%
Garuda: 0,2%
PKPI: 0,2%
PBB: 0%

VI. DKI Jakarta
PDIP: 23,1%
Gerindra: 17,1%
PKS: 6,2%
Golkar: 4,3%
Demokrat: 3,0%
PPP: 3,0%

PKB: 1,7%
PAN: 1,7%
NasDem: 1,3%
Perindo: 1,0%

Hanura: 0,8%
PSI: 0,5%
Berkarya: 0,3%
PBB: 0,3%
Garuda: 0%
PKPI: 0%

VII. Sulawesi Selatan
Golkar: 23,5%
Gerindra: 16,3%
PDIP: 7,3%
NasDem: 6,5%
Demokrat: 4,5%

Perindo: 4,2%
PKS: 2,7%
PKB: 2,5%
PPP: 2,3%
PAN: 2,0%

Hanura: 0,8%
Berkarya: 0,3%
PSI: 0,3%
Garuda: 0,2%
PBB: 0,2%
PKPI: 0,2%

VIII. Lampung
PDIP: 34,0%
Gerindra: 11,7%
Golkar: 8,8%
PKB: 7,2%
Demokrat: 4,3%

NasDem: 3,2%
PKS: 2,7%
PPP: 1,7%
PAN: 1,3%
Perindo: 1,2%

Hanura: 0,3%
Berkarya: 0,2%
PBB: 0,2%
PSI: 0,2%
Garuda: 0%
PKPI: 0%

IX. Sumatera Selatan
PDIP: 26,5%
Gerindra: 25,9%
Golkar: 8,2%
Demokrat: 5,2%
PAN: 2,7%

PPP: 2,5%
NasDem: 2,0%
PKB: 1,3%
Perindo: 1,3%
PKS: 1,2%

Hanura: 0,5%
PBB: 0,3%
Garuda: 0,2%
Berkarya: 0,2%
PKPI: 0%
PSI: 0%

X. Riau
Gerindra: 22,2%
PDIP: 9,3%
Golkar: 7,2%
Demokrat: 6,5%
PKS: 4,2%

PAN: 3,2%
NasDem: 2,3%
Perindo: 1,7%
PPP: 1,3%
PKB: 1,0%

Hanura: 0,5%
PBB: 0,5%
PSI: 0,2%
PKPI: 0,2%
Berkarya: 0%
Garuda: 0%

Survei Litbang Kompas

Periode: 24 September-5 Oktober 2018
Responden: 1.200 orang di 34 provinsi
Metode: pencuplikan sistematis bertingkat (stratified random sampling)
Margin of error: 2,8%

Hasil:

PDIP: 29,9%
Gerindra: 16%
PKB: 6,3%
Golkar: 6,2%
Demokrat: 4,8%

NasDem: 3,6%
PKS: 3,3%
PPP: 3,2%
PAN: 2,3%
Perindo: 1,5%
Hanura: 1,0%
Berkarya: 0,4%
PSI: 0,4%
PBB: 0,4%
Garuda: 0,3%
PKPI: 0,1%

Belum tahu/rahasia: 20,4% (bag/fdn)
https://m.detik.com/news/berita/d-42...i-hasil-survei
Prihatin ganemoticon-Embarrassment
gitu ya pak, salam buat crown prince..
ga usah percaya survey² ginian, hasilnya kan tergantung siapa yg bayar
lebih baik percaya survey internal pks, akurasinya bisa sampai 104% emoticon-Embarrassment
Yang ngomong dia ahli strategi siapa??????



Tolol gitu kalah ama kardus doang emoticon-Ngakak emoticon-Ngacir2
Tunggu kesempatan di 2024 mendatang ya emoticon-shakehand
Quote:


Tau dah, yang bilang ahli strategi pakai dasar apaan.
Orang modalnya cuma alumni tentara, gagah, jarang ngomong jadi terkesan wibawa, sama jurus drama terdzolimi kok dibilang ahli strategi.

2004, 2009 masih jarang sosmed jadi masih pada awam istilah baper.
ahli strategi play victim emoticon-Traveller
Kalau cuma 5 partai lolos, artinya kursi yg didapat bisa lebih besar lagi. Misal pdip 30% suara, kursi di dpr bisa dpt 35-40% bgt jg yg lain, krn suara partai yg dak lolos akan hangus dan dak bakal dpt kursi dpr. Wow dpr cuman 5 fraksi dgn masing2 kursi yg banyak, era baru parlemen indonesia
Balasan post youdoyouknow
Quote:


Lha dulu itu strategi pencitraan bukannya strategi wahid punya....
Sekarang aja udah gak terlalu jalan, lha semua nya pencitraan...skrg strategi nya sentimen agama yg lagi wahid..
godog om ahy
biar tar bisa nyapres
Quote:
Demokrat sulit jadi partai besar semenjak SBY lengser.
Ga ada nilai jualnya.

Ideologi ga istimewa.
Pretasi anggota parpolnya juga ga ada yg menonjol bahkan cenderung kampungan dan oportunis.
Dan yang paling tidak menjual: Mau jadi parpol dinasti.

Dari sisi manapun mau dilihat, tidak ada yang "out of the box".
Pak, anaknya dididik yg bener dulu..
Baru maju....


Kayak dinasti ratu atut

emoticon-Traveller
SBY Anggap PDIP-Gerindra Diuntungkan Capres, Begini Hasil Survei

Kasian Crown Prince AHY, udah bela-belain brenti jd tentara, eh jatah cawapresnya diambil Prince Kardus
Balasan post kts1994
Quote:

sulit bangun
anggotanya tidak ada yg istimewa ato dikenal
jadi parpol dinasti bikin orang makin tidak tertarik
Quote:


namanya juga prabayar, siapa ngardus ia jadi capres.... emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Wow, punya 08 + Uno jd Gerindra untungnya dobel dunkz emoticon-Matabelo


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di