alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Daripada Agan Pakai Money Politik, Mending Sumbang Korban Gempa Lombok
1 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be68301c0d77011518b4569/daripada-agan-pakai-money-politik-mending-sumbang-korban-gempa-lombok

Daripada Agan Pakai Money Politik, Mending Sumbang Korban Gempa Lombok


Bencana Gempa Bumi di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) Juli-Agustus lalu, masih meninggalkan duka dan luka hingga kini.

Setidaknya ada 146 ribu rumah penduduk yang rusak akibat gempa beruntun sepanjang bulan itu. Kerusakan tersebar di wilayah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, sebagian Lombok Tengah dan Kota Mataram.

Dari 450 ribuan pengungsi korban gempa, saat ini masih tersisa sekitar 20 hingga 25 persen yang masih harus hidup di tenda pengungsian.

Sebagian besar sudah kembali, mendirikan bangunan seadanya di bekas lokasi rumah mereka yang hancur.

Lokasi paling parah terdampak gempa adalah Lombok Utara.

Hanya ada 5 Kecamatan di Kabupaten ini, dan semuanya rata rata parah dihantam gempa.

"Kerusakan rumah penduduk di Lombok Utara bisa hampir 100 persen," kata Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar.

Pemda setempat mencatat sekitar 57 ribu rumah penduduk disana rusak berat akibat gempa.

Pemerintah melalui BNPB memang sudah menyalurkan sebagian bantuan, masing-masing sejumlah Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta rusak sedang, dan Rp10 juta untuk rusak ringan.

Toh dari 57 ribu yang rusak hingga November ini baru sekitar 1.500 lebih yang menerima bantuan. Sisanya masih menunggu proses verifikasi dan pencairan dana bantuan untuk kembali membangun rumahnya.

"Karena itu kami masih sangat membutuhkan bantuan Huntara, agar masyarakat yang masih di bawah tenda bisa hidup lebih layak apalagi ini sudab masuk musim hujan," kata Bupati Najmul.

Huntara atau hunian sementara memang menjadi sarana transisi yang paling tepat bagi korban gempa di Lombok.

Namun sayang, pemerintah tidak mengalokasikan anggaran untuk Huntara. Huntara bisa dibangun dari sumbangan pihak ketiga, para dermawan, dan sumber penghasilan lainnya.

Banyak pihak sudah membantu membangun Huntara, mulai dari sinergi BUMN, pihak swasta, relawan dan juga para dermawan.

Toh dari 80 ribuan yang dibutuhkan, saat ini baru tersedia sekitar 50 ribu huntara saja.

Bencana di Musim Politik

Musibah bencana bisa datang kapan saja dimana saja.

Saat gempa Lombok terjadi, boleh di bilang ini bencana di musim politik.

Gempa Juli dan Agustus di NTB terjadi setelah baru saja Pilkada serentak dilakukan pada akhir Juni. Untuk Pilgub NTB, Pilbup Lombok Timur, Pilbup Lombok Barat dan Pilwakot Bima.

Tak lama berselang, masa kampanye Pemilu serentak 2019 juga dimulai.

Nah disini uniknya. Gelombang kepedulian dan bantuan pasca bencana mengalir kencang saat masa tanggap darurat bencana.

Awal Agustus hingga pertengahan September lalu, jalan sepanjang Kota Mataram menuju Lombok Utara selalu penuh.

Selain lalu lalang kendaraan Satgas Tanggap Bencana, juga rombongan truk bantuan dari berbagai pihak.

Di beberapa lokasi bencana, pakaian layak pakai sampai terbuang-buang tak terpakai. Begitu juga mie instan dan air mineral kemasan.

Dapur umum bukan hanya didirikan pihak berwenang, tapi juga mesin parpol tertentu mendirikan juga.

Korban gempa benar benar melimpah perhatian.

Tapi kondisi sekarang sudah berbeda. Pemandangan puing bekas rumah yang rusak masih nampak di beberapa ruas jalan dari Kota Mataram menuju Lombok Utara.

Beberapa kompleks huntara juga nampak terbangun. Tapi bantuan sudah jarang.

"Sebenarnya masyarakat kami masih butuh sembako," kata Kepala Desa Guntur Macan, H Murni.

Desa Guntur Macan merupakan Desa cukup parah terdampak gempa. Hampir 93 persen rumah penduduk di sana rusak parah. Lebih dari 8 ribu jiwa mengungsi sambil menunggu bantuan.

Sampai sekarang baru tersedia 300 huntara di sana. Itu pun tergenang air ketika hujan tiba.

Berdasarkan data KPU Provinsi NTB setidaknya ada 917 orang Caleg DPR RI dari 14 Parpol yang akan bertarung di Daerah Pemilihan Dapil NTB 1 dan 2.

Selain itu, ada juga 37 Caleg untuk DPD RI.

Di luar itu banyak juga Caleg DPRD NTB dan Kabupaten/Kota yang meramaikan pesta pemilu serentak 2019 nanti.

Mereka sudah mulai berkampanye. Kalau saja kampanye dan dana2nya dimanfaatkan untuk membantu korban gempa bumi ini tentu lebih berguna.

Ketimbang mengumpulkan dana untuk serangan fajar atau money politic di ajang Pemilu nanti. ***




Urutan Terlama
yg PASTI,
yg sudah TERUJI dan TERBUKTI,
bahkan sampai mau konsulotasi ama KPK,
soal kardus mengardus itu loooh emoticon-siul:
siapa dia?
yg pasti, BUKAN PETAHANA loh yaaa emoticon-siul:
Nunggu turkiyem nyumbangemoticon-Big Grin
Daripada Agan Pakai Money Politik, Mending Sumbang Korban Gempa Lombok
Tul, atau mending nyumbang Riki


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di