alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Yang Rindu Purwokerto; Ini Ceritaku Lelaki Kesepian Bersama Sosialita Ibukota
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be65818d675d48d018b4569/yang-rindu-purwokerto-ini-ceritaku-lelaki-kesepian-bersama-sosialita-ibukota

Yang Rindu Purwokerto; Ini Ceritaku Lelaki Kesepian Bersama Sosialita Ibukota


1.
Aku manusia hotel dan Yos juga. Jam 2 dini hari aku dan Yos naik becak melewati Jalan Mangunjaya. Yos sudah sedemikian ‘teler’ disebabkan oleh terlalu banyaknya dia meminum Wine lalu kopi di lesehan GOR Satria. Aku ingin mengantarkan ke Horison tapi Yos maunya ikut aku ke Dominic.
Yos bangun Jam 12 siang. Benar juga orang kuno bilang, wanita jika bangun tidur terlihat enak dipandang mata. Begitu juga Yos. Yos kaget melihat aku selesai sholat. Buat dia pemandangan absurd. Lelaki menjalankan ibadah sholat, sementara di ranjang wanita yang baru dikenalnya semalam, tertidur lelap.
Yos masuk ke kamar mandi hanya basuh muka dan gosok gigi. Aku menyambutnya dengan mengajak Yos makan ‘pagi’ dari paketan KFC Delivery. Ya, makan di kamar saja. Benar kan, sambil makan lalu Yos bilang; “semalam aku tidur seperti boneka ya? Kok, kamu nggak ngapa-apain aku sih?”
Aku tersenyum, begitulah cara wanita ibukota berkata. Blak-blakan. Tanpa basi basi. Tapi itu aku suka. Baru kenal semalam sudah tak ada jarak. Aku pun menjawab dengan santai; “kepengen sih, tapi pakaiannya terlalu rumit untuk dilucuti...”
Dan Yos tertawa. Lalu jadinya tersedak sedikit. Buru-buru aku menyodorkan minuman air putih. Setelah selesai menghajar Paketan KFC aku pikir Yos akan segera balik ke hotelnya. Tapi ternyata tidak. Katanya ingin melihat lihat kota kenangan dalam hidupku.

2.
Yos sendiri yang meminta. Dengan motor sewaan kubonceng dia kemana Yos ingin. Katanya pertama ingin melihat Studio Paduka FM... Kubawa Yos ke jalan dokter Soeparno, Karangwangkal. “Tapi, Yos... Studionya sudah tidak ada. Pindah tahun 2000 kalau nggak salah. Pindahnya ke jalan Karangkobar. Deket Hotel Horison tempatmu menginap...”
Tak hanya studio Paduka yang entah sudah jadi apa itu. Kos-kosan mungkin. Tapi seruas jalan dokter Soeparno pun sudah asing. Dulu masih ada rumah-rumah tapi sekarang sejauh mata memandang hanya kos koSan, minimarket, tempat londry, foto kopian, kafe, toko pakean, salon, konter HP dan ACC. Dan tentunya rumah makan. 
Aku masuk juga ke jalan Haji Madrani, melihat Kos Puri Pertiwi. Itu tempat kos Orin... Kataku kepada Yos. Rumah Makan Selera Asal juga masih ada di situ. Tapi Rental Komputer sudah tidak ada. Dulu aku menemani Orin mengetik skripsi di Rental itu.
Ada banyak yang hilang. Penyewaan Buku di jalan kampus. Juga yang membuat aku sedih, Warteg di depan Kampus Fisip sudah tidak ada. Melewati Sumampir lalu kubawa Yos ke Karangkobar, berhenti sebentar di depan Studio Paduka FM. Itu Studio Paduka yang baru. Kataku kepada Yos. Lalu kubawa Yos memasuki jalan Palem. Jantungku berdegub. Ini jalan penuh Histori. Apalagi melewati tikungan jalan masuk ke Perumahan Palem. Tempat aku janjian bertemu dengan Eno jika janjian bertemu. Maklum bakstreet. 
Begitu juga saat melewati SMA 2. Di kos-kosan samping gedung belakang sekolah itu aku jadi mengingat Nties. Lurus terus melewati jalan Palma, lalu belok kanan ke jalan Kalibener dan Yos bertanya mau kemana?
“Ke jalan Gandasuli, ke Radio Dian Swara... Karena di sinilah semua cerita berawal... Saat aku bertemu Ipe, berawal dari Tukang Becak yang sok tahu membawaku ke Studio Dian Swara... Bukan ke Paduka FM...."


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di