alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengulik Rahasia Dibalik Hebatnya La Masia: Revolusi [atau] Akademi [Edisi Spesial]
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be62ecbddd770a4728b4586/mengulik-rahasia-dibalik-hebatnya-la-masia-revolusi-atau-akademi-edisi-spesial

Mengulik Rahasia Dibalik Hebatnya La Masia: Revolusi [atau] Akademi [Edisi Spesial]

La Masia, Revolusi Akademi Muda Barcelona

Assalamualaikum gansis yang kece kembali bersama ane

Quote:


Secercah Realita:
Quote:


Quote:


Before you read, please notice it first


WARNING!!!!!

TULISAN INI DIPERUNTUKKAN UNTUK SMART CREATURE YANG OPEN MINDED.

GANSIS BOLEH FANATIK TAPI AKAL SEHAT YANG RASIONAL TETAP HARUS DIPAKAI.


Kali ini ane akan membahas kembali masa lalu, bagaimana sebuah 'rumah petani' menghasilkan banyak bibit emas dan pohon yang sangat subur dalam rentan waktu yang lama. Sebut saja Lionel Andres Messi Cucciniti, Xavi Hernandez I Creus, Mauro Icardi, dll. Kita mungkin sudah bosan dengan nama itu namun bagaimana Mereka bisa menjadi nama yang terkenal sampai kita bosan mendengarnya.

Btw kali ini ane bakal bahas La Masia, tapi kita gak terlalu berfokus pada sejarahnya, namun fokusnya bagaimana sebuah akademi Barca menghasilkan produk yang top cer.

Gebrakan Sang [Pionir], Laureano Ruiz

Quote:



Throwback April 1972. Tim Juvenile Barcelona yang dilatih Maria Minguella kalah dari CF Damm dengan skor 2-3. Presiden Barca saat itu, Agusti Montal I Costa, berang karena sudah mendapat nama dari perusahaan bir. Setelah itu, Barca pun mengontrak Laureano Ruiz untuk menggantikan Maria Minguella.
Laureano Ruiz langsung membuat gebrakan yang menjadi embrio kesuksesan di masa depan klub. Ia memperkenalkan sepakbola pintar yang kemudian menjadi Futbal Base akademi Barca. Bahkan di hari kedua, ia berani mencopot papan
Quote:
yang terpampang di Kantor FC Barcelona.

Ruiz pun meminta mohon kepada klub untuk mengikuti caranya. Sepakbola saat itu lebih memilih tinggi, kuat dan kecepatan lari pemain yang bagus. Tantangan terus berdatangan, namun ia tetap dengan caranya yaitu mendatangkan pemain yang PENDEK, namun memiliki skill dan etos bermain yang bagus. Cibiran pun terus berdatangan, namun ia tetap dengan jalannya dimana sebelum usia 17 tahun pemain sudah memiliki skill yang bagus, dan fisik yang mumpuni. Ia pun memperkenalkan sistem Rondo aka. Kucing-kucingan yang terus dipakai hingga zaman now.

Akhirnya pun tim Juvenile bisa meraih lebih dari ekspektasi sebelumnya yaitu gelar piala Spanyol dan piala Katalunya. Ia pun sempat diangkat menjadi pelatih utama namun tidak sukses dan kembali lagi menjadi pelatih juvenile hingga 1978 sebelum meninggalkan Barca.

Johan Cruyff, Terinspirasi dari Akademi Masa Mudanya

Quote:


Johan Cruyff datang kembali ke Barcelona tahun 1978 setelah cabut dari New York Cosmos. Ia ingin sekali menerapkan apa yang dilakukan Ajax (Klub Masa Mudanya). Saran darinya pun didengar Papa Lluis Nunez yang akhirnya merombak bangunan tua menjadi asrama dan menunjuk Oriol Tort menjadi kepala akademi. Kata “Masia” diambil dari bahasa Iberia yang berarti rumah petani yang terbuat dari tumpukan batu. Tim junior pun tidak hanya Juvenile (Usia 16-19) saja, ada cadet dan infatill juga.

Quote:


La Masia yang selalu terpantau oleh Cruyff pun berbuah manis. Guillermo Amor adalah lulusan La Masia Pertama yang menembus tim utama diikuti Pep Guardiola dan Papahnya Busquets, Carles Busquets.

Ketika Papa kruif menjabat sebagai pelatih utama, dia mengatur ulang seluruh kegiatan La Masia karena ia merasa akademi dan tim utama terdapat jarak yang jauh sehingga pemain berbakat akademi tidak tercium olehnya.
Quote:

La Masia tidak hanya bagaimana cara untuk bermain sepakbola dengan benar namun, mengajari bagaimana bersikap sopan kepada seluruh instrumen di lapangan yang sesuai dengan motto klub, MES QUE UN CLUB.

Setelah melakukan semuanya, hadiahnya bukan lagi uang tapi persembahan Tropi European Cup (UCL jaman Old) tahun 1992. Tim utama pun dijuluki THE DREAM TEAM.

Berkembang Perlahan Secara Pasti Setelah Era Cruyff


Papa Kruif dipecat tahun 1996. Aturan Bosman pun diputuskan oleh Pengadilan Eropa. La Masia pun terus berkembang. Keadaan terus membaik ketika 14 pemain La Masia dimasukan oleh Louis Van Gaal ke tim utama dan hanya belajar strategi Total Football dalam jangka pendek. Yahh walhasil, Barca pun terpuruk pada tahun 1999 dan 2000, dan diperparah adanya konflik internal hingga tahun 2003.

Uniknya adalah 14 pemain yang dipromosikan ke tim utama itu menjadi banyak sosok vital di waktu kedepannya. Contoh : Iniesta, Xavi, dll. Kehadiran La Masia terus mendapat perhatian lebih pada era Rijkaard yang dimulai dari tahun 2003 dan mendapat perhatian spesial waktu Zaman Guardiola. Total ada 20 pemain lebih yang dipromosikan era Guardiola. Nama-nama seperti Sergio Busquets, Pique, Messi, Iniesta, Xavi adalah yang menjadi sosok vital era Pep. Walhasil sekali lagi La Masia membantu meraih Barca menjuarai Treble Winner pada tahun 2009. Masih banyak lagi gelar yang diraih FC Barcelona pada waktu itu dan sangat-sangat berjaya di era Pep.

Penculikan Produk La Masia

Barcelona menyumbang banyak pemain berkelas di hampir seluruh daratan Eropa. La Masia tentunya yang membuat hal ini terus berkembang dan berjalan. Mereka yang tidak moncer di Barca seringnya pindah atau tanda tangan untuk klub lain dengan bekal yang sudah didapat di La Masia pastinya berguna untuk karir professional mereka. Sebenarnya banyak juga mereka yang pergi karena belum cukup umur. Mereka merasa sudah pantas namun umur-lah yang menentukan karir mereka kedepannya. Ada yang belum mencicipi ruang ganti tim utama FC Barcelona, namun karena keinginan bermain di level lebih professional membuat mereka harus meninggalkan Barcelona.

Hukumlah yang selalu bertindak dimana kita hidup. Begitu juga dengan hukum ketenagakerjaan Spanyol yang memperbolehkan melakukan kontrak kerja hanya untuk yang berusia mulai dari 16 tahun dan juga aturan bosman yang ada membuat Barca tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah kepergian mereka.

Pique ke United, Fabregas ke Arsenal, Jordi Alba ke Valencia, Hector Bellerin yang diambil Wenger, itu merupakan segelumit contoh yang terjadi dimana klub-klub besar eropa “menculik” para Wonderkid La Masia. Sebagian dari mereka ada yang kembali ke pelukan klub dan ada juga sudah merasa sangat nyaman dengan klub barunya.

Futbal Base Khas La Masia

La Masia sangat berfokus pada pengajaran anak muridnya sampai bagian terkecil. Contoh aja begini
Quote:

Hal-hal seperti itu jika ditanamkan terus menerus dari usia 6 tahun dan tiap hari dilatih untuk seperti itu, bukan hal yang WoW lagi jika ada Messi atau Xavi selanjutnya. Jika ingin melihat bukti nyatanya lihatlah para alumni La Masia yang bermain di tim utama.

Materi yang diajarkan juga bukan melulu tentang sepakbola. Mereka juga belajar menghargai lawan dan berlapang dada ketika mereka kalah. Contohnya : disaat musim 2007/08 ketika sebelum Kick Off El Clasico jilid 2, Madrid sudah dipastikan juara La Liga, pemain Barca pun melakukan passilo atau Guard of Honour meski diakui oleh Puyol bahwa hal itu merupakan hal yang pahit di karirnya. Masih banyak lagi contohnya dari tim juniornya pun.

La Masia Jaman Now versi Ane


Quote:


La Masia tetaplah akan menjadi nyawa klub kebanggaan rakyat katalunya ini. La Masia terus berjalan menghasilkan banyak pemain berbakat, namun yang dibutuhkan hanya masalah waktu. Tuntutan zaman now yang selalu ingin yang instan, membuat direksi klub mencari cara agar klub tetap yang terhebat. Bermaksud baik namun tanpa disadari La Masia lah yang terkena dampaknya. Sering melihat banyak highlight dan kompilasi skill para pemain cilik La Masia di media social maupun u-tup, namun terpikirkan apakah mereka akan berguna untuk klub atau hanya menjadi Takefusa Kubo berikutnya. Terkadang juga miris melihat berita
Quote:
dan alasan ‘dia’ pindah karena hanya ingin mendapat menit bermain. Yang terpikirkan adalah apakah para pemain La Masia dipromosikan ke Tim utama hanya sebatas formalitas bahwa La Masia masih eksis atau alasan lain. TS tidak mengetahui apa yang dipikirkan oleh direktur olahraga klub untuk saat ini. Hanya berharap suatu hari nanti anak TS bisa melihat pemain seperti Messi, Xavi, Iniesta dll bukan dari highlight u-tup, tapi bisa melihat secara live bahwa La Masia sudah menghasilkan gladiator sesungguhnya lagi.

Quote:


Sumber: Mbah gugel, mbah wiki, my lovely book

Mengulik Rahasia Dibalik Hebatnya La Masia: Revolusi [atau] Akademi [Edisi Spesial]
Urutan Terlama
ane Gooner gan.
ane mengakui kehebatan akademi la masia.

nyatanya pemain akademi nanti nya akan membantu klub (senior) itu sendiri.
seperti homegrown, nilai kontrak yg murah, scouting yg murah, keuntungan masa depan (jika d jual). tentunya masih banyak lagi.

emoticon-Shakehand2
mantab tuh akademinya, kapan bisa diterapkan disiniemoticon-Ngacir


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di