alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Arab Saudi Bersepakat dengan Israel Larang Warga Palestina Pergi Haji
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be5bbd214088dc1198b4571/arab-saudi-bersepakat-dengan-israel-larang-warga-palestina-pergi-haji

Arab Saudi Bersepakat dengan Israel Larang Warga Palestina Pergi Haji

Arab Saudi Bersepakat dengan Israel Larang Warga Palestina Pergi Haji

Arab Saudi dilaporkan melarang satu juta lebih warga Palestina di Israel untuk pergi Haji dan Umrah sebagai bagian kesepakatan dengan Israel.

Dilaporkan dari Middle East Eye, 9 November 2018, larangan ini mulai berlaku sejak 12 September 2018, setelah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru yang melarang mengeluarkan visa Haji dan Umrah bagi warga Palestina di Yordania, Lebanon, Yerusalem timur dan Israel, yang sebelumnya diperbolehkan Haji atau Umrah dengan menggunakan paspor sementara. Kebijakan ini akan berdampak pada 2,94 juta warga Palestina di seluruh wilayah tersebut.

Kebijakan baru Arab Saudi adalah kesepakatan bersama Israel baru-baru ini. Middle East Eye (MEE) mendapat informasi dari sumber Yordania yang mengetahui urusan diplomatik Yordania bahwa kebijakan ini adalah salah satu bagian kesepakatan Israel dan Arab Saudi untuk menghapus status kewarganegaraan Palestina dan hak pengungsi Palestina untuk kembali ke negara asal.

"Arab Saudi menekan Yordania agar menaturalisasi pengungsi Palestina di Yordania, Yerusalem Timur dan Palestina di Israel. Desakan naturalisasi juga terjadi di Lebanon. Kemudian, Anda tidak akan memiliki masalah dengan pengungsi Palestina lagi," kata sumber tersebut.

"Ini adalah bagian kesepakatan antara Israel dan Arab Saudi. Tetapi Yordania menolak naturalisasi warga Palestina," lanjut sumber.

Kesepakatan ini juga dikonfrimasi media Israel Haaretz. Haaretz melaporkan, seperti dikutip dari Express.co.uk, bahwa Arab Saudi mengubah kebijakan soal paspor untuk Haji dan Umrah Palestina.

Saat ini terdapat sekitar satu juta lebih Muslim Israel yang membentuk 17 persen populasi Palestina.

Komite Haji dan Umrah Israel mengatakan kepada Haaretz bahwa mereka kini tidak bisa lagi pergi Haji pada Desember.

"Kami tidak memiliki penjelasan atas apa yang terjadi, jadi kami mengajukan banding ke setiap bantuan yang memungkinkan, tetapi kami sangat menyesal bahwa ibadah yang seharusnya dilakukan pada Desember, yang mana ribuan orang telah mendaftar, tidak akan diselenggarakan," kata ketua komite Salim Shalata.

Haaretz juga melaporkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman terlibat pembicaraan rahasia dengan PM Israel Benjamin Netanyahu di Amman, Yordania.

Pada November 2017, Netanyahu mengungkapkan bahwa Israel telah menghubungi pejabat Saudi. Kedekatan keduanya muncul setelah khawatir atas pengaruh Iran di Timur Tengah.

Selain kebijakan larangan Haji dan Umrah Palestina, Arab Saudi dan Israel diduga telah meneken kerja sama senjata senilai U$ 250 juta atau Rp 3,6 triliun, termasuk peralatan mata-mata dan sistem pertahanan udara Israel Iron Dome.

tempo

===================

Apakah kini Arab akan menjadi musuh umat, setelah kemarin mendzalimi habibana sekarang malah kerjasama dengan wahyudi mendzalimi warga palestine. Laskar siap jihaaadddd emoticon-Marah
Halaman 1 dari 2
Hoax nih, petamburan 112 masih pada woles.
emoticon-Leh Uga
Nah nasbung bakal kecele
galau gak? emoticon-Big Grin
Quote:


Arab Saudi Bersepakat dengan Israel Larang Warga Palestina Pergi Haji


Salah jokowi
Diubah oleh sebatang.rokok
Ini msk dimuat di artikel kompas.
kantor kompasnya yg didemo.
bukan kedubesnya.

emoticon-Big Grin
Arab Saudi Bersepakat dengan Israel Larang Warga Palestina Pergi Haji
Arab Saudi sama Amerika Serikat ada hubungan diplomatik aja para fanatik radikal ga ribut, apalagi iniemoticon-Big Grin
Mereka cuma cari panggung politik aja di Indo, cuma mau ngancurin Indo doang para fanatik radikal itu.
serius nih berita nya ?
Ini tergantung sudut pandang yang melihat
Kalo bastak, pasti nyinyirin arab karena melarang Haji
Kalo nasbung pasti seneng karena Arab ingin pengungsi Pelestine di negara tersebut di naturalisasi

Tergantung sudut pandangnya aja
Quote:


alasan paling goblok yg gw denger emoticon-Big Grin
analogi nya kaya, Indonesia kalau gak mau ada masalah ma pengungsi yg banyak bikin ulah di sini, naturalisasi ajaa jadi WNI semua emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
emoticon-Cape d... (S)
Balasan post bramhiphip
Quote:

kambinger lebih suka baca berita online atau tv sebelah yg berjudul : fitnah kafir dan teori konspirasi adu domba umat dan arab
Ini menurut analisa nubi ya emoticon-Malu (S).

Si MBS ini entah kenapa ngefans sama isroil. Kalo rakyat palestine pada di naturalisasi semua sama Yordan, otomatis daerah Palestine bakalan kosong. Nah karena secara de jure itu punyanya isroil, yah berarti diambil balik semua sama isroil.

Atau paling engga warga palestine engga stateless. Jadi engga bisa dipake proxy-proxy lagi sama negara lain.

In short ini semua upaya penggembosan Palestina. Jaman sudah berubah, KSA sudah tidak lagi menggunakan Palestine sebagai proxynya. Karena Palestine sudah tidak terkendali, macam FPI yang tidak terkendali oleh Wiranto emoticon-Shutup.

Ya satu-satunya jalan digemboskan proxynya. Seperti habib rijik yang digembosin Wiranto emoticon-Hansip
Balasan post guntur9090
Quote:


sekalian warga palestine,jgn pengungsi nya aja di naturalisasi sehingga tanah gaza dan westbank kosong dan bisa dibalikin ke israel emoticon-Ngakak
Quote:


bener yg agan blg emg dengan cara naturalisasi, masalah langsung hilang?
Hot news beybeh
Kok lucu ya hahaha. Tapi emang bener kan warga Palestina itu sebenernya sama aja kaya warga Jordania?
Diubah oleh Arzal
emoticon-Ngakak
si arab lg jilat pantatnya donald trump
biar harga minyak tetap tinggi
Quote:


Bukan sama saja gt gan.

Tapi

Emang Fix warga jordan emoticon-Big Grin
Quote:


Warga yg terbuang ya hahaha
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di